{"id":32305,"date":"2023-07-18T08:39:17","date_gmt":"2023-07-18T01:39:17","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32305"},"modified":"2023-07-18T08:39:21","modified_gmt":"2023-07-18T01:39:21","slug":"selasa-18-juli-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32305","title":{"rendered":"Selasa, 18 Juli 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Selasa 18 Juli 2023<br>Matius 11:23 (Mat 11:20-24)<br>\u201dDan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus begitu kecewa dengan penduduk kota Kapernaum. Ia tinggal lama di Kapernaum, dan banyak kali kembali ke sana sesudah mewartakan Injil di tempat lain. Namun mereka tidak mau bertobat dan percaya kepadaNya. Mari kita lihat beberapa informasi Injil mengenai mujizat Yesus di Kapernaum:<br>_ Anak perempuan Jairus, kepala rumah ibadah, yang telah mati Ia bangkitkan (Markus 5:22; Lukas 8:41). Yesus melepaskan orang yang kerasukan setan di sinagoga (Markus 1:21-28). Orang lumpuh yang diturunkan dari atap dan sembuh juga terjadi di kota ini (Markus 2:1-12). Ia membuat empat murid menangkap ikan dengan cara yang ajaib (Lukas 5:1-11). Yesus juga menyediakan uang empat dirham dalam mulut ikan untuk pajak yang harus dibayar Petrus (Matius 17:24-27). Ia menyembuhkan hamba seorang panglima Romawi yang lumpuh (Matius 8:5-13). Ia menyembuhkan anak seorang pegawai istana Raja Herod Antipas (Yohanes 4:46-54)._<br>Betapa istimewa kota Kapernaum sehingga begitu banyak mujizat terjadi di sana. Sayang mereka hanya melihat Yesus sebagai pembuat mujizat dan bukan sebagai Tuhan yang mau tinggal di hati mereka. Yesus tidak ada di hati mereka yang telah tertutup oleh sikap acuh dan hanya mencari kepentingan diri sendiri. Tahun 750 Masehi, kota ini hancur dan tinggal puing hingga kini.<br>Jangan sampai hal ini terjadi dengan kita yang begitu dekat dengan Sabda Tuhan namun Yesus tidak tinggal di hati kita karena tak ada tempat bagi Yesus oleh kesibukan dan begitu banyak kegiatan yang kita lakukan tanpa melibatkan Tuhan di dalamnya, atau hanya sekedar mencari Tuhan saat kita butuh.<br>\u201dYa Yesus tinggallah di hati kami, di rumah kami, dalam keluarga kami. Jangan biarkan kami terpisah dariMu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat hari baru. Tuhan Yesus menyertai kita selalu.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSelasa 18 Juli 2023Matius 11:23 (Mat 11:20-24)\u201dDan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-32305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32305"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32306,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32305\/revisions\/32306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}