{"id":32267,"date":"2023-07-16T08:34:46","date_gmt":"2023-07-16T01:34:46","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32267"},"modified":"2023-07-16T08:34:48","modified_gmt":"2023-07-16T01:34:48","slug":"minggu-16-juli-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32267","title":{"rendered":"Minggu, 16 Juli 2023"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Sabda Kehidupan<\/em><br>Minggu 16 Juli 2023<br><em>Matius 13:3b,4a,5a,7a,8a<\/em> (Mat 13:1-23)<br><em>Kata Yesus, \u201cAdalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan \u2026., Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu \u2026.., Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri \u2026., Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah..\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seorang penabur benih yang baik seharusnya mempersiapkan tanah dahulu untuk menaburkan benihnya. Mengapa si Penabur dalam perumpamaan Yesus ini menabur benih tanpa memperhitungkan jenis lahan untuk benih itu tumbuh? Apakah Ia tak tahu bertani? Lihatlah, ada yang jatuh di pinggir jalan, sebagian di tanah berbatu, yang lain di tengah semak duri, dan sebagian jatuh di tanah yang baik. Mengapa tidak semua benih ditanam di tanah yang baik?<\/em><br><em>Si Penabur adalah Allah yang menabur rahmatNya kepada semua orang tanpa kecuali, tak peduli jenis karakternya, apakah ia baik atau tidak, pandai atau tidak, kaya atau miskin, tua atau muda, dari mana ia berasal. Inilah cara Allah menyatakan cinta kepada siapa saja. Semua orang diberi kepercayaan untuk mendapatkan, memelihara, mengembangkan, benih Sabda, berkat, talenta dan semua potensi yang perlu untuk hidup yang melimpah dan penuh makna. Tinggal bagaimana sikap kita agar semua anugerah itu dapat berbuah sesuai kapasitas kita.<\/em><br>_ Bukankah kita semua diberi waktu yang sama 24 jam sehari? Tinggal tergantung dari sikap manusia bagaimana ia mengembangkan semua anugerah Tuhan itu semaksimal mungkin._<br><em>Mari saling membantu dan peduli. Suburkan tanah hati kita dengan membuka hati pada bisikan Roh Kudus untuk menjadi pendengar dan pelaku Firman yang baik. Jangan biarkan ada yang terpinggirkan oleh karena perbedaan agama, suku, budaya dan pendapat. Jangan sampai hati terhimpit semak duri kepicikan dunia. Mari menyingkirkan batu-batu kebencian dan iri hati agar kita tumbuh bersama dan berbuah bagi kemuliaan Allah.<\/em><br><em>\u201dYa Bapa, tanpa rahmatMu tak mungkin kami berbuah. Kami akan terus melakukan yang terbaik agar berbuah di tempat di mana kami Engkau tanam. Segarkanlah selalu iman, harap dan kasih kami padaMu.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Selamat Hari Minggu. Teruslah menabur kebaikan entah diterima atau tidak.<\/em>&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br><em>Ps Revi Tanod Pr<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanMinggu 16 Juli 2023Matius 13:3b,4a,5a,7a,8a (Mat 13:1-23)Kata Yesus, \u201cAdalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan \u2026., Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu \u2026..,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-32267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32267"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32268,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32267\/revisions\/32268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}