{"id":32198,"date":"2023-07-12T14:11:12","date_gmt":"2023-07-12T07:11:12","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32198"},"modified":"2023-07-12T14:11:14","modified_gmt":"2023-07-12T07:11:14","slug":"kamis-13-juli-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32198","title":{"rendered":"Kamis, 13 Juli 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013 Kejadian 45:5&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yusuf mirip dengan Mesias. Sekalipun menderita karena ulah saudara-saudaranya, ia menyelamatkan hidup mereka. Para mu rid pun diutus membawa hidup ke mana-mana. Mereka me nerima dengan cuma-cuma, maka hendaknya memberi dengan cuma-cuma pula. Mereka diutus berkeliling dengan bekal kabar sukacita saja.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pengharapan, semoga sabda-Mu Kaujadikan kekuatan di tengah-tengah kami. Teguhkanlah kerajaan-Mu pada diri kami, agar sanggup membangkitkan pengharapan serta menabahkan hati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 44:18-21.23b-29; 45:1-5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDemi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di tanah Mesir Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri. Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata, \u201cMohon bicara Tuanku, izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada Tuanku, dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab Tuanku adalah seperti Firaun sendiri. Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini, \u2018Masih adakah ayah atau saudaramu?\u2019 Dan kami menjawab Tuanku, \u2018Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua dan masih ada anaknya yang masih muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayah sangat mengasihi dia\u2019. Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini, \u2018Bawalah dia kemari kepadaku, supaya mataku memandang dia\u2019. Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini, \u2018Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang kemari bersama kalian, kalian tidak boleh melihat mukaku lagi\u2019. Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan Tuanku itu. Kemudian ayah kami berkata, \u2018Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita\u2019. Tetapi jawab kami, \u2018Kami tidak dapat pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami\u2019. Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami, \u2018Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata, \u201cTentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan daku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka\u2019.\u201d Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya. Lalu berserulah ia, \u201cSuruhlah keluar semua orang dari sini.\u201d Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, \u201cAkulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?\u201d Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. Lalu kata Yusuf kepada mereka, \u201cMarilah mendekat.\u201d Maka mendekatlah mereka. Kata Yusuf lagi, \u201cAkulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir. Tetapi sekarang janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini, sebab demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 105:16-17.18-19.20-21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nya seorang mendahului mereka, yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.<\/li>\n\n\n\n<li>Kakinya diborgol dengan belenggu lehernya dirantai dengan besi, sampai terpenuhilah nubuat-Nya, dan firman Tuhan membenarkan dia.<\/li>\n\n\n\n<li>Maka raja menyuruh melepaskan dia, dan penguasa para bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan pengelola segala harta kepunyaannya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Mrk 15:1)&nbsp;<em>Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Alleluya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:7-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, \u201cPergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat. Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Marie, terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria\u2026<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada, Kamis 13 Juli 2023 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 10:7-15<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, ketika saya masih SD, saya selalu minta imbalan kalau diminta tolong oleh orangtua untuk mengerjakan sesuatu. Perikopa hari ini justru mengajarkan hal sebaliknya, para murid Yesus diutus tanpa ada bekal dan juga tanpa berharap memperoleh apa-apa. Sepintas perutusan tersebut terkesan mengerikan karena seolah Yesus mau menelantarkan para murid. Namun, kata-kata Yesus sendiri, \u201cKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma\u201d kiranya mau menyadarkan kita bahwa perutusan tersebut diberikan kepada para murid karena mereka telah terlebih dahulu menerima rahmat yang sungguh luar biasa. Kita yang adalah murid-murid Yesus saat ini pun juga sama. Menjadi murid-murid Kristus berarti kita telah lebih dahulu memperoleh rahmat melalui Sakramen Baptis. Bahkan banyak dari kita telah menerima sakramen-sakramen lainnya yang menjadi tanda konkret bahwa bekal atau karunia tersebut telah tercurah sedemikian luar biasa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka perutusan tersebut sekarang bisa kita maknai dan amini sebagai sebuah kesempatan konkret untuk semakin mengandalkan rahmat dan penyertaan Tuhan sendiri dalam hidup sehari-hari. Godaannya ialah kita seringkali tergiur untuk mewartakan dan mengandalkan diri kita sendiri. Oleh karena itu, saudara\/i yang berbahagia, hari ini menjadi saat berahmat untuk memohon karunia supaya Hati Kudus Yesus membantu kita untuk dapat menjadi pribadi yang sungguh mengandalkan Tuhan dalam tugas perutusan yakni memberi kesaksian akan penyertaan dan kebaikan Tuhan yang nyata di tengah deru gelombang dunia yang ingin memisahkan anak-anak Allah dari kasih Tuhan, bukan justru sebaliknya. Tuhan memberkati. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kebahagiaan, limpahkanlah kiranya kedamaian-Mu kepada kami dalam roti anggur ini. yang telah wafat demi kebahagiaan kami. Semoga Kauberkati pula, agar menggambarkan Putra-Mu terkasih, Sebab Dilah\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2013 Matius 10:7-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pergilah dan wartakanlah: kerajaan surga sudah dekat. Kalian telah menerima dengan cuma-cuma, maka dengan cuma-cuma pula hendaknya kalian memberi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, utuslah kami mewartakan nama-Mu kepada siapa pun di sekitar kami. Jadikanlah kami pewarta kebaikan dan kemanusiaan yang selalu memperhatikan umat-Mu. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 13 JuLi 2023 oleh Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/07\/12\/kamis-08-juli-2021-hari-biasa-pekan-xiv-2\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=32198-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_9123\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-32198-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=32198-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-13-JuLi-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013 Kejadian 45:5&nbsp; Demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir. PENGANTAR:&nbsp; Yusuf mirip dengan Mesias. Sekalipun menderita karena ulah saudara-saudaranya, ia menyelamatkan hidup mereka. Para mu rid pun&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-32198","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32199,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32198\/revisions\/32199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}