{"id":32018,"date":"2023-07-05T19:15:46","date_gmt":"2023-07-05T12:15:46","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32018"},"modified":"2023-07-05T19:15:48","modified_gmt":"2023-07-05T12:15:48","slug":"kamis-06-juli-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32018","title":{"rendered":"Kamis, 06 Juli 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">ANTIFON PEMBUKA \u2013&nbsp; Mazmur 116:5.9<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan itu pengasih dan adil, Allah Maha Penyayang. Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan di negeri orang hidup.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">PENGANTAR:&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan meminta Abraham mengurbankan Ishak, putra yang lama dinanti-nantikannya. Bagi kita rasanya tidak manusiawi. Tetapi Abraham menunjukkan ketaatan tanpa syarat, dan sege ra tuntutan keras itu dicabut Tuhan. Para ahli kita menuduh Yesus sebagai penghojat Allah, karena mengampuni dosa. Bukankah mengampuni dosa itu amat manusiawi? Sekalipun sepintas kilas kedua bacaan itu bertentangan, namun keduanya menggarisbawahi kasih sayang Tuhan kepada manusia yang begitu hebat.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, jangan hendaknya Engkau berpaling dari kami, manusia ciptaan-Mu ini, tetapi berilah kami pengharapan pada Yesus, Adam Baru, yang telah menunjukkan jalan menuju kedamaian-Mu. Sebab Dialah Putra-Mu \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 22:1-19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKorban Abraham leluhur kita.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Ia bersabda kepada Abraham, \u201cAbraham\u201d. Abraham menyahut, \u201cYa Tuhan\u201d. Sabda Tuhan, \u201cAmbillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.\u201d Keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Abraham. Ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya. Ia membelah juga kayu untuk kurban bakaran itu. Lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangannya dan melihat tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya, \u201cTinggallah kamu di sini dengan keledai ini. Aku beserta anakku akan pergi ke sana. Kami akan sembahyang. Sesudah itu kami kembali kepadamu.\u201d Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya. Sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, \u201cBapa!\u201d Sahut Abraham, \u201cYa, anakku.\u201d Bertanyalah Ishak, \u201cDi sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?\u201d Sahut Abraham, \u201cAllah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.\u201d Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama, dan sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu. Kemudian Ishak, anaknya, diikat dan diletakkannya di atas mezbah di atas kayu api itu. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, \u201cAbraham, Abraham!\u201d Sahut Abraham, \u201cYa Tuhan\u201d. Lalu Tuhan bersabda, \u201cJangan kaubunuh anak itu, dan jangan kau apa-apakan dia, sebab kini Aku tahu, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.\u201d Abraham lalu menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu, \u2018Tuhan menyediakan\u2019. Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang, \u2018Di atas gunung Tuhan menyediakan\u2019. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya, \u201cAku bersumpah demi diri-Ku sendiri \u2013 demikianlah sabda Tuhan \u2013 Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Dan keturunanmu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.\u201d Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba. Dan Abraham tinggal di Bersyeba.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 115:1-2.3-4.5-6.8-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan di negeri orang-orang hidup.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aku mengasihi Tuhan, sebab Ia mendengarkan suara dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidup aku akan berseru kepada-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Tali-tali maut telah melilit aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku; aku mengalami kesesakan dan kedukaan. Tetapi aku menyerukan nama Tuhan. Ya Tuhan, luputkanlah kiranya aku!\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan adalah pengasih dan adil, Allah kita maha penyayang. Tuhan memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya!<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan, Engkau telah meluputkan aku dari maut; Engkau telah meluputkan mataku dari air mata, dan kakiku dari tersandung. Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan, di negeri orang-orang hidup.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya, alleluya, alleluya<br>S : (2 Kor 5:19)&nbsp;<em>Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.&nbsp;<\/em>Alleluya<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:1-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMereka memuliakan Allah karena telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawanyalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada si lumpuh, \u201cPercayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.\u201d Maka berkatalah beberapa ahli Taurat dalam hatinya, \u201cIa menghojat Allah!\u201d Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, \u201cMengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan, \u2018Dosamu sudah diampuni\u2019 atau mengatakan, \u2018Bangunlah dan berjalanlah?\u2019 Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,\u201d lalu berkatalah Ia kepada si lumpuh, \u201cBangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!\u201d Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki St. Teresia Jambi, dalam resi \u2013 renungan singkat dehonian, edisi hari Kamis, Hari Biasa Pekan XIII, Kamis 6 Juli 2023. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan;&nbsp;<em>Pembacaan dari Injil Suci, menurut Matius (<\/em>Mat 9:1-8)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, ketika badan kita sedang berada dalam situasi yang tidak baik, bisa dipastikan bahwa gerak hidup kita pun juga akan terhambat. Misalnya saja, disaat kita terkena flu, pastilah badan kita akan terasa panas dingin (demam), hidung tersumbat, dan yang jelas, aktivitas fisik kita juga akan terganggu. Itu baru terkena Flu, apalagi kalau sampai terjadi sakit fisik yang lebih parah, misalnya, bisa dipastikan segala kebutuhan kita juga akan dibantu oleh orang lain.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seperti halnya dalam Injil yang kita dengar pada hari ini, yang mana orang lumpuh dibantu oleh saudara-saudaranya kehadapan Yesus. Pasti dalam situasi yang seperti ini, orang lumpuh itu hanya bisa pasrah, menyerahkan dirinya kepada mereka yang telah berbuat baik kepadanya. Yang ia mau supaya ia sembuh dari penyakitnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Untuk itu Yesus melihat iman orang-orang yang membawa si lumpu itu. Iman mereka adalah kunci yang membuka pintu kuasa-Nya. Demikian pula, iman kita akan membawa kita kepada pengalaman pribadi dengan Kristus, yang dapat menyembuhkan dan memulihkan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Yesus melihat iman mereka, Dia berkata kepada si lumpuh, \u201cHai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.\u201d Bagaimana tepat dan indah perkataan ini, Yesus mengenali bahwa yang terpenting bagi kita adalah pengampunan dosa. Yesus datang untuk memberikan hidup yang baru dan kebebasan yang sejati melalui pengampunan-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Namun, ada beberapa ahli Taurat yang mendengar perkataan Yesus dan mengatakan dalam hati mereka bahwa Yesus telah berani mencela dan menghina Allah dengan mengklaim dapat mengampuni dosa. Yesus, yang tahu apa yang ada di dalam hati mereka, berkata kepada mereka, \u201cMengapa kamu berpikir jahat dalam hatimu? Apakah lebih mudah mengatakan, dosamu sudah diampuni, atau mengatakan, bangunlah dan berjalan?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus memberikan tanda yang jelas akan kuasa-Nya dengan menyembuhkan si lumpuh. Dia berkata kepadanya, \u201cBangunlah, angkatlah tilammu, pulanglah ke rumahmu.\u201d Dan pada saat itu juga, si lumpuh itu pun berdiri dan pergi pulang dengan penuh sukacita. Sebuah mukjizat yang luar biasa!<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, melalui kisah ini, kita dipanggil untuk mengakui kuasa penyembuhan dan pengampunan yang dimiliki oleh Yesus Kristus. Yesus, Sang Pemulih dan Pengampun, bukan hanya dapat menyembuhkan tubuh, tetapi juga menyembuhkan jiwa kita dari beban dosa yang membebani.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika kita datang kepada-Nya dengan iman yang tulus, Dia siap memberikan pengampunan dan pemulihan kepada kita. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi-Nya, tidak ada luka yang terlalu dalam yang tidak dapat Dia sembuhkan. Dia memanggil kita untuk berbalik kepada-Nya, melepaskan beban dosa, dan hidup dalam kebebasan yang sejati.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari datang kepada Yesus, kita bawa \u201ckelumpuhan\u201d diri kita, supaya kita bisa bergegas mewartakan sabda Tuhan kesegala penjuru dunia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita semua. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PETSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahamulia, dengan anggur roti ini kami memuliakan sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Putra-Mu dan Tuhan kami. Semoga berkat Dia umat dapat berkembang dalam iman dan jumlahnya, sehingga menjadi umat yang dewasa.Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Kejadian 22:12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kini Aku tahu, bahwa engkau takut akan Allah, dan tidak segan-segan menyerahkan anakmu kepada-Ku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, berkenanlah mematahkan belenggu kejahatan yang mengikat kami. Semoga dosa maut dalam diri kami Kauhalau jauh-jauh dari kami berkat Yesus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 06 Juli 2023 oleh Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St.Theresia Jambi \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/07\/04\/kamis-06-juli-2023-hari-biasa-pekan-xiii\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=32018-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_5564\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-32018-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=32018-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-06-Juli-2023-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013&nbsp; Mazmur 116:5.9 Tuhan itu pengasih dan adil, Allah Maha Penyayang. Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan di negeri orang hidup. PENGANTAR:&nbsp; Tuhan meminta Abraham mengurbankan Ishak, putra yang lama dinanti-nantikannya. Bagi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-32018","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32018"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32019,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32018\/revisions\/32019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}