{"id":31965,"date":"2023-07-03T09:32:27","date_gmt":"2023-07-03T02:32:27","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=31965"},"modified":"2023-07-04T15:54:52","modified_gmt":"2023-07-04T08:54:52","slug":"senin-03-juli-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=31965","title":{"rendered":"Senin, 03 Juli 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sabda Kehidupan<\/em><br>Senin 03 Juli 2023<br><em>Pesta St Tomas Rasul<\/em><br><em>Yoh 20:28-29<\/em> (Yoh 20:24-29)<br><em>Tomas menjawab Dia: &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku!&#8221; Kata Yesus kepada Tomas: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rasul Tomas mewakili orang-orang yang ragu untuk percaya sebelum melihat bukti. Sekalipun kita sering menertawakan sikap orang yang sangsi dan tidak percaya seperti Tomas ini, namun kita harus mengakui bahwa bersikap kritis terhadap informasi yang kita terima sungguh perlu.<\/em><br><em>Apalagi di era yang disebut \u201cpost-truth\u201d (pasca-kebenaran) sekarang ini, di mana orang cenderung menempatkan kebenaran sebagai nomor dua. Yang utama adalah sensasi, heboh, hebat. Oleh karena itu, begitu banyak kebohongan menyamar menjadi kebenaran. Hoax atau berita bohong menyebar ke mana-mana karena orang tidak peduli untuk mengecek apakah benar atau tidak informasi itu. Untuk itu sikap kritis dan keinginan untuk mencari kebenaran sangatlah perlu.<\/em><br><em>Akan tetapi kita tetap mesti membuka ruang yang selebar-lebarnya untuk beriman: percaya sebelum melihat. Itulah ruang hati kita untuk Tuhan. Dalam hal ini kita tidak mengandalkan penglihatan atau indra kita, tapi pada iman kita akan Tuhan yang selalu ada untuk kita, sekalipun tak kelihatan. Sama seperti kita percaya bahwa bintang tetap ada di langit dan tetap bersinar di siang hari sekalipun tak kelihatan, atau matahari tetap bersinar di malam hari, hanya saja ia berada di sisi lain bumi kita.<\/em><br><em>Yesus mengerti keterbatasan Tomas dan kita semua dalam hal percaya padaNya. Ia datang lagi dan menyapa Tomas. Yesus tidak menyalahkan Tomas, tapi memberi dia kesempatan untuk percaya. Dengan penuh kerendahan hati Tomas berserah diri dan percaya sepenuhnya pada Yesus seraya berseru, \u201cYa Tuhanku dan Allahku.&#8221; (Ayat 28).<\/em><br><em>Biarlah seruan Tomas menjadi seruan kita setiap saat kepada Yesus. \u201cYa Yesus, Engkaulah Tuhan dan Allahku. Ampunilah aku yang kurang percaya ini.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Tetaplah percaya dan bahagia, Tuhan Yesus selalu ada untuk kita.<\/em>&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br><em>Ps Revi Tanod Pr<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSenin 03 Juli 2023Pesta St Tomas RasulYoh 20:28-29 (Yoh 20:24-29)Tomas menjawab Dia: &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku!&#8221; Kata Yesus kepada Tomas: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20,19],"tags":[],"class_list":["post-31965","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text","category-renungan-video","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31965"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31966,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31965\/revisions\/31966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}