{"id":31845,"date":"2023-06-27T17:22:57","date_gmt":"2023-06-27T10:22:57","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=31845"},"modified":"2023-06-27T17:22:59","modified_gmt":"2023-06-27T10:22:59","slug":"rabu-28-juni-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=31845","title":{"rendered":"Rabu, 28 Juni 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Yeh. 34: 11.23\u201324<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ireneus diakui sebagai theolog dan saksi tradisi kuno gerejani. Di Smir na ia belajar pada Uskup Polikarpus yang masih mengenal Rasul Yoha nes; kemudian ia ke Perancis dan tahun 177 menggantikan Pothinus, us kup Lyon yang gugur sebagai inartir Selama 25 tahun ia memimpin mi si di Perancis, menata Gereja yang masih muda. Pada waktu itulah ia menulis karya tulisnya yang terkenal \u2018Melawan Kesesatan\u2019 yaitu aliran Gnostik. Di samping itu ia mendasari \u2018Tradisi\u2019 yang sejak para rasul di ajarkan oleh Gereja dari generasi ke generasi. \u2018Di mana ada Gereja, di situ pula ada Roh Kudus.\u201d katanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, pokok damai sejati, berkat bantuan-Mu Santo Ireneus berhasil mempertahankan ajaran benar dan meneguhkan damai bagi Gereja. Semoga berkat bantuannya kami dikuatkan dalam iman dan cinta kasih sehingga selalu memperhatikan kesatuan dan memajukan kerukunan. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, \u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 15:1-12.17-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAbram percaya kepada Tuhan dan hal ini diperhitungkan sebagai kebenaran, dan Tuhan mengikat perjanjian dengan dia.\u201d&nbsp;<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika datanglah sabda Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan, \u201cJanganlah takut Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.\u201d Abram menjawab, \u201cYa Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku? Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak, dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.\u201d Lagi kata Abram, \u201cEngkau tidak memberi aku keturunan, sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku.\u201d Tetapi datanglah sabda Tuhan kepadanya demikian, \u201cOrang itu tidak akan menjadi ahli warismu!\u201d Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta bersabda, \u201cCoba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat!\u201d Maka sabda-Nya kepada Abram, \u201cDemikianlah banyaknya nanti keturunanmu.\u201d Lalu Abram percaya kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Tuhan bersabda lagi kepada Abram, \u201cAkulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim guna memberimu negeri ini menjadi milikmu.\u201d Tetapi Abram menjawab, \u201cYa Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?\u201d Sabda Tuhan kepadanya, \u201cAmbillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.\u201d Abram mengambil semuanya itu, membelahnya menjadi dua lalu diletakkannya belahan-belahan itu berdampingan, tetapi burung-burung itu tidak ia belah. Ketika burung-burung buas hinggap di atas daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta bersabda, \u201cKepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 105:1-2.3-4.6-7.8-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!<\/li>\n\n\n\n<li>Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!<\/li>\n\n\n\n<li>Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya; Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi. 4.Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 15:4)&nbsp;<em>Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan; barangsiapa tinggal dalam Aku, akan menghasilkan banyak buah.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:15-20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam kotbah di bukit Yesus berkata, \u201cWaspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari rumput duri? Camkanlah setiap pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH&nbsp;<\/strong><strong>Rm. Aegidius Warsito SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ \u2013 Toronto \u2013 Kanada, di dalam Resi-renungan singkat \u2013 Dehonian edisi hari Rabu, Pekan ke 12 Masa Biasa, tanggal 28 Juni 2023. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Matius 7:15-20<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, persoalan nabi palsu yang dibicarakan pada Injil pada hari ini sebenarnya juga masih dengan mudah kita jumpai sampai hari ini, baik itu di dunia politik, bisnis, religious, atau bahkan dalam hubungan pertemanan. Pertanyaannya adalah: mengapa dari jaman Yesus sampai sekarang kok masih ada orang yang mau menjadi nabi palsu?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yang pasti ada banyak alasan mengapa orang melakukan hal ini, akan tetapi menurut saya alasan yang utama adalah karena ada orang yang ingin memanfaatkan orang lain untuk kepentingan atau agenda politik untuk dirinya sendiri dengan menggunakan nama Tuhan atau ajaran agama. Cara yang mereka gunakan bisa dengan menjual ayat-ayat Kitab Suci, pengajaran yang seolah-olah berasal dari Tuhan, berpura-pura menjadi orang yang saleh and suci, dan lain sebagainya. Mereka sebenarnya hanya memanfaatkan orang lain dan saat mereka sudah mencapai tujuannya, mereka segera menghilang dari pandangannya. Nabi palsu pandai memanipulasi dan menggunakan pengikutnya untuk melayani agenda egois mereka. Oleh karena itu kita harus jeli dan berhati-hati, karena mereka seperti lintah yang akan menempel pada kita hanya untuk membuat kita marah ketika mereka tahu bahwa kita tidak lagi berguna bagi mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, Yesus, dalam Injil pada hari ini, menegaskan bahwa untuk menentukan apakah seseorang itu nabi palsu atau bukan hal ini bisa dilihat pada buah yang dihasilkan dari orang yang bersangkutan. Kalau kita melihat misalnya St. Theresia dari Calcutta \u2013 India, maka kita akan dengan mudah melihat dan merasakan bahwa apa yang dikatakan atau diajarkannya sungguh mengandung kebenaran karena dia tidak hanya pandai berkata-kata akan tetapi perbuatannya menjadi sebuah bukti nyata akan apa yang diajarkan atau dikatakannya, sehingga orang akan dengan mudah melihat kehadiran Tuhan dalam setiap perkataan dan perbuatan St. Theresia dair Calcutta ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk salah satu nabi sejati atau nabi palsu? Buah macam apa yang kita hasilkan dari perjumpaan dan pengalaman pribadi kita dengan Yesus? &nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, bacaan Injil hari ini, sungguh menyadarkan kita akan status kita sebagai seorang murid Yesus yang diberi kepercayaan untuk menjadi&nbsp;<em>\u201cNabi\u201d<\/em>&nbsp;bagi orang-orang yang ada di sekitar kita, yaitu menyampaikan Sabda Tuhan dan membawa sebanyak mungkin orang kepada-Nya. Dan ini hanya akan terjadi apabila kita menghayati dan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari apa yang kita dengar, pelajari, dan yakini dari pengajaran Yesus sendiri.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Oleh karena itu pertanyaannya bukan masalah apakah kita bisa menjadi Nabi sejati, akan tetapi apakah kita mau menjadi Nabi sejati itu? Lalu apakah kita sudah siap dengan tantangan yang akan menghadang, manakala kita ingin menjalankan tugas kita sebagai Nabi sejati di tengah masyarakat yang secular, tidak percaya atau meragukan akan keberadaan Tuhan di dalam kehidupan sekarang ini?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, semoga permenungan hari ini dapat membantu kita semua untuk menjadi Nabi yang sejati, sebagaimana yang dimaksudkan oleh Yesus di dalam perikopa Injil pada hari ini. Semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang ini.&nbsp; Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa, benteng kekuatan kami, roti anggur ini kami hunjukkan dengan gembira untuk memuji Engkau pada peringatan Santo Ireneus, uskup-Mu. Semoga kami cinta akan kebenaran taat setia pada iman Gereja dan senantiasa berpegang teguh pada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2014&nbsp; Yoh. 10:10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku datang supaya mereka memiliki hidup, bahkan hidup yang berlimpah-limpah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, pencinta damai, sudilah kiranya memperkuat iman kami dengan sukrumen kudus. Santo Ireneus telah mencapai kemuliaan, karena berpegang teguh pada iman sampai mati. Semoga kami pun setia dalam iman, sehingga memperoleh keselamatan kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Resi-Rabu 28 Juni 2023 oleh Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/06\/27\/rabu-28-juni-2023-peringatan-wajib-st-ireneus-uskup-dan-martir\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=31845-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Santo Ireneus dari Lyons, Uskup dan Martir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ireneus lahir di Asia Kecil kira-kira pada tahun 140. Dia adalah seorang Yunani. Pendidikannya berlangsung di Smyrna. Pelajaran agama diperolehnya dari Santo Polykarpus, seorang murid Santo Yohanes Rasul. Riwayat hidupnya kurang diketahui, tetapi dari tulisan-tulisannya sendiri dapatlah diperoleh banyak informasi tentang dirinya.<br>Pada masa tuanya, ia mengirimkan sepucuk surat kepada seorang temannya di Smyrna. Dari surat itu diketahui kesannya terhadap pengajaran Santo Polykarpus. Sebagian suratnya dapat dibaca dalam kutipan berikut: \u201cPeristiwa-peristiwa pada masa itu masih kuingat baik daripada yang terjadi baru-baru ini. Karena yang kita pelajari pada masa muda tumbuh subur dan mengakar dalam batin. Saya masih mengingat dimana Polykarpus duduk ketika ia mengajar, bagaimana caranya berjalan dan bagaimana sikapnya. Saya masih ingat akan khotbah-khotbahnya kepada umat, dan bagaimana ia mengisahkan pergaulannya dengan Yohanes serta orang-orang lain yang menjadi saksi hidup Tuhan. Polykarpus mengajarkan apa yang didengarnya dari saksi-saksi mata kehidupan Yesus dan mukzijat-mukzijatNya. Semua berkat kemurahan Allah itu telah kuterima dengan sepenuh hati dan kucatat bukannya di atas selembar kertas, melainkan di dalam hatiku, serta oleh rahmat Allah selalu kurenungkan dengan seksama\u201d.<br>Irenues bekerja di Lyons sebagai seorang imam. Pada tahun 177, timbullah aksi penghambatan agama di Lyons. Uskup kota Lyons, Potinus, meninggal karena suatu penganiayaan yang kejam atas dirinya. Ireneus diangkat menjadi penggantinya. Sebagai uskup, ia menggembalakan umatnya dengan penuh perhatian dan cinta. Kepada umatnya ia selalu berkhotbah dalam bahasa setempat, meskipun ia sendiri dibesarkan dalam bahasa Yunani. Dalam kepemimpinannya, ia selalu berusaha membela ajaran iman yang benar. Ia juga memperjuangkan kesatuan Gereja dan menegakkan kewibawaan Paus.<br>Namanya Ireneus, yang berarti pencinta damai, diusahakan menjadi kenyataan di dalam seluruh hidupnya. Dalam perselisihan antara Gereja Latin dan Yunani tentang tanggal hari raya Paska, ia menjadi juru bicara Sri Paus. Ia meninggal pada tahun 202 selaku seorang martir Kristus.<br>Arti Nama<br>Berasal dari bahasa Yunani \u0395\u03b9\u03c1\u03b7\u03bd\u03b1\u03b9\u03bf\u03c2 (Eirenaios) yang berarti \u201cdamai\u201d<br>Variasi Nama<br>Eirenaios, Ireneus (Greek), Ir\u00e9n\u00e9e (French), Ireneusz (Polish), Irinei, Iriney (Russian), Ireneo (Italia).<br>Bentuk Feminim : Irene<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juni\/ireneus.html<\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_3312\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-31845-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=31845-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-28-Juni-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Yeh. 34: 11.23\u201324 Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka. PENGANTAR:&nbsp; Ireneus diakui sebagai theolog dan saksi tradisi kuno gerejani. Di Smir&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-31845","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31846,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31845\/revisions\/31846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}