{"id":30635,"date":"2023-05-10T16:27:10","date_gmt":"2023-05-10T09:27:10","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=30635"},"modified":"2023-05-13T21:23:28","modified_gmt":"2023-05-13T14:23:28","slug":"kamis-11-mei-2023-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=30635","title":{"rendered":"Kamis, 11 Mei 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Kamis 11 Mei 2023<br>Yohanes 15:9-11<br>\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai manusia biasa, kita mesti mengakui betapa mudahnya sukacita kita lepas begitu saja dan tak dapat bertahan lama. Suasana hati kita sangat tergantung mood. Perubahan cuaca saja bisa menghilangkan sukacita kita. Apalagi perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain seperti penolakan dan merasa tidak dihargai. Bila kita mendapatkan sindiran, kritik, dan semua yang negatif membuat kita kecil hati, sedih, kecewa, muram, hilang semangat.<br>Di pihak lain, kita akan bersukacita bila mendapatkan pemberian atau hadiah, kita merasa dicintai, mendapatkan puja puji, sukses, atau bila keinginan tercapai. Namun ketika semuanya itu pergi dan menghilang, hilang juga sukacita kita.<br>Yesus telah menjadi manusia dan mengalami betapa rapuh hati manusia bila ia tak punya cinta yang dalam, iman yang teguh, harapan yang kokoh. Betapa Yesus ingin agar sukacitaNya ada dalam kita dan menjadi milik kita sepenuhnya. Sukacita ini tak lekang oleh waktu, tak berubah oleh suasana sekitar, dan tertanam kuat di hati. Inilah sukacita Yesus yakni bahwa Allah Bapa mengasihiNya dan Ia tinggal dalam kasih BapaNya. Ia mengasihi kita dengan kasih Bapa yang sama yang telah Ia tunjukkan ketika Ia mati disalib untuk kita. Rasul Paulus berkata, \u201cSiapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Semuanya itu) tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d (Rom 8:35,39).<br>Mari tinggal dalam kasih Yesus dan jangan biarkan apapun atau siapapun di luar sana mengambil sukacita iman ini dari hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat berkarya, penuh semangat berbagi sukacita Injil.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanKamis 11 Mei 2023Yohanes 15:9-11\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-30635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30635"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30736,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30635\/revisions\/30736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}