{"id":30303,"date":"2023-04-29T15:53:00","date_gmt":"2023-04-29T08:53:00","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=30303"},"modified":"2023-04-29T15:53:02","modified_gmt":"2023-04-29T08:53:02","slug":"minggu-30-april-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=30303","title":{"rendered":"Minggu, 30 April 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm. 33:5-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, dan langit dijadikan oleh sabda-Nya. Alleluya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gambaran kita mengenai gembala barangkali agak&nbsp;berbeda dengan apa yang digambarkan dalam Injil. Jarang&nbsp;kita menjumpai seorang gembala dengan jumlah besar&nbsp;domba. Yang sering kita lihat adalah gembala dengan&nbsp;hanya beberapa ekor domba. Namun, hal yang bisa terjadi&nbsp;adalah bahwa antara domba dan gembala saling mengenal.&nbsp;Gembala mengenal dombanya dan begitu sebaliknya.&nbsp;Begitulah relasi yang akrab dan dekat diungkapkan oleh&nbsp;penginjil Yohanes ketika digambarkan Yesus sebagai&nbsp;Gembala yang baik.&nbsp;Semoga kita sebagai domba-domba-Nya semakin&nbsp;mengenal Kristus sebagai Gembala utama kita, lebih-lebih&nbsp;melalui pengalaman Paskah yang kita rayakan dalam&nbsp;Ekaristi hari ini. Mari kita siapkan hati kita untuk memulai&nbsp;perayaan Ekaristi pada Hari Doa untuk Panggilan Sedunia&nbsp;ke-57 ini, dengan mohon ampun kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SERUAN TOBAT:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I: Tuhan Yesus Kristus,&nbsp;Engkaulah Gembala baik, yang mengenal kami domba-domba-mu dengan segala kelemahan kami.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkaulah Gembala baik, yang mempertaruhkan hidup-Mu demi keselamatan kami.&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkaulah Gembala baik, yang menghidupi kami dengan hidup ilahi-Mu sendiri.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa&nbsp;(<em>hening sejenak<\/em>):&nbsp;Allah Yang Mahakuasa dan kekal, antarlah kami kepada&nbsp;persekutuan sukacita surgawi supaya kawanan yang lemah&nbsp;ini sampai ke tempat, yang sudah dicapai oleh Gembala&nbsp;kami dengan langkah yang gagah. Dengan pengantaraan&nbsp;Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama&nbsp;dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan&nbsp;berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 2:14a.36-41<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cAllah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, \u201cSeluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.\u201d Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, \u201cApakah yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?\u201d Jawab Petrus kepada mereka, \u201cBertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.\u201d Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, \u201cBerilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!\u201d Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi diri dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: \u2018ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. \u2018Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dan Surat Pertama Rasul Petrus 2:20b-25<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cKamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara terkasih, jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S:&nbsp; (Yoh: 10:14)&nbsp;<em>Akulah gembala yang baik! Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:1-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAkulah pintu kepada domba-domba.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, \u201cAku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya, masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-dombanya itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.\u201d Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. FX. Joko Susilo SCJ&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie\u2026<\/strong>&nbsp;<strong>Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria\u2026<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pendengar Resi Dehonian yang terkasih, saya mengajak anda merenungkan Injil hari ini dalam tiga bagian. Pertama,&nbsp;<em>\u201cAku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.\u201d<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus memberi pesan yang sangat jelas bahwa Ia adalah gembala yang baik, pribadi yang hidupnya menyinarkan kebaikan itu, hidup dalam keterhubungan dan mengenal sungguh domba-domba-Nya. Sabda Tuhan mengajak kita pertama bersyukur atas pribadi Yesus yang memanggil kita semua, baik imam, biarawan-biarawati dan keluarga Kristiani. Kita mempunyai Yesus sang Gembala yang tidak hanya memanggil, namun mengenal, mendampingi, melindungi sebagai satu kawanan atau keluarga. Saya bangga menjadi SCJ, karena boleh menjadi bagian keluarga dengan Imam dan Bruder SCJ yang mampu menjadi teladan karena kedekatan mereka dengan umat Allah. Mereka para imam dan bruder yang menjadi teladan itu, tidak hanya mengenal Yesus dan mengikuti-Nya, melainkan mengenal dengan baik umat Allah sehingga umat pun mengenal dengan baik mereka, mengasihi mereka, karena giatnya kunjungan yang mereka lakukan dan hadir dalam perjuangan hidup umat. Melalu pelayanan mereka, umat sungguh mengalami penyertaan Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kedua,&nbsp;<em>\u201cJika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari daripadanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal\u201d.<\/em>&nbsp;Melalui sabda Yesus ini, kita bisa merenungkan bahwa pribadi yang terpanggil adalah pribadi yang tidak hanya mengenal Yesus namun mampu membedakan suara Allah atau bukan dalam pengalaman sehari-hari. Dalam istilah lain adalah mampu membedakan roh atau&nbsp;<em>discernment<\/em>, kemudian memutuskan dengan bijak dan tegas bahkan bila itu berlawanan dengan jalan panggilan Tuhan. Tanpa mengenal sungguh suara Yesus, kita tak akan mampu mengikuti-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pesan yang ketiga,&nbsp;<em>\u201c<\/em><em>Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d&nbsp;<\/em>Yesus menyegarkan pemahaman kita bahwa menjadi pribadi yang terpanggil adalah pribadi yang (selalu) mengalami kelimpahan karena memampukan untuk memberi (berbagi) dan menghidupkan. Namun pribadi yang tak mendengarkan suaraNya, adalah pribadi yang selalu meminta dan selalu berkekurangan, yang datang seperti pencuri yang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pendengar Resi Dehonian yang terkasih, mari kita bersyukur atas anugerah panggilan hidup kita masing-masing. Secara khusus mari kita berdoa kepada Tuhan di Minggu Doa Panggilan untuk panggilan menjadi imam, bruder dan suster, tapi bukan hanya jumlah tetapi panggilan yang berkualitas, yaitu mereka yang membawa di dalam hati mereka apa yang dimiliki Yesus dan menghidupinya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah yang Maharahim melimpahkan berkat-Nya untuk kita, Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Yesus bersabda, \u201cAkulah pintu; barangsiapa masuk melalui&nbsp;Aku, ia akan selamat.\u201d Marilah berdoa dengan percaya&nbsp;sepenuhnya kepada Allah Bapa di surga dengan&nbsp;pengantaraan Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para gembala Gereja:&nbsp;Semoga para gembala Gereja memiliki semangat&nbsp;pengabdian yang sejati, dapat menuntun Umat Allah&nbsp;seturut taladan Yesus dengan keberanian menuju Kerajaan&nbsp;Bapa yang melimpahkan keadilan dan cinta kasih. Marilah&nbsp;kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bapa para pemimpin bangsa-bangsa:&nbsp;Semoga para pemimpin bangsa-bangsa menjunjung tinggi&nbsp;kebebasan dan martabat semua bangsa, memperjuangkan&nbsp;hak-hak orang yang tak mampu bersuara, serta&nbsp;menempatkan keadilan dan kebenaran di atas kekayaan&nbsp;serta kekuasaan, sehingga mereka mampu memberikan&nbsp;kesaksian yang benar sesuai kehendak-Mu. Marilah kita&nbsp;mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para calon imam, biarawan-biarawati&nbsp;Semoga para calon imam, biarawan, dan biarawati,&nbsp;semakin berani mengikuti-Mu. Bantulah, dan tuntunlah&nbsp;mereka, berilah kekuatan dan ketabahan dalam berbagai&nbsp;tantangan yang mereka hadapi, dan berilah sukacita dalam&nbsp;mengikuti-Mu. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang menderita dan tak terhitung di&nbsp;masyarakat: Semoga Allah Bapa melimpahkan semangat berkorban&nbsp;Kristus kepada orang-orang yang menderita, lemah,&nbsp;miskin, dan tersingkir di masyarakat agar mereka mampu&nbsp;mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan&nbsp;dan pengorbanan Kristus sendiri bagi keselamatan semua&nbsp;orang. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L :&nbsp; Bagi semua orang kristiani di mana saja:&nbsp;Semoga semua orang kristiani menjadi satu kawanan, satu&nbsp;jemaat Allah yang kudus. Dan, berkat cara hidup kita yang&nbsp;konsekuen dan setia kepada Kristus, semoga saudarasaudari yang kehilangan imannya tertarik untuk kembali&nbsp;kepada Kristus. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa kami, semua keprihatinan ini kami percayakan&nbsp;kepada-Mu. Janganlah melupakan kami sebab kami&nbsp;percaya kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan&nbsp;kami.&nbsp;U:&nbsp; Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Allah, dalam perayaan misteri Paskah ini, kami bersyukur kepada-Mu. Sudilah Engkau terus-menerus membarui hidup kami supaya kami dapat mengenyam sukacita abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Telah bangkit Gembala Baik yang menyerahkan nyawa untuk domba-domba-Nya dan rela mati untuk kawanan-Nya. Alleluya<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau menuntun kami, menyapa nama kami masing-masing dan memberikan makanan kami secukupnya. Kami mohon janganlah biarkan kami tersesat tetapi semoga kami setia mengikuti Putra-Mu menuju kehidupan abadi. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.&nbsp;Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3\">Resi-Minggu 30 April 2023 oleh Rm. FX Joko Susilo SCJ dari Komunitas SCJ Bogot\u00e1 \u2013 Kolombia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/04\/28\/minggu-30-april-2023-hari-minggu-paskah-iv-minggu-panggilan-ke-60\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=30303-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Pesan-Paus-Fransiskus-untuk-Hari-Doa-Panggilan-Sedunia-ke-60-tahun-2023.pdf\">Pesan-Paus-Fransiskus-untuk-Hari-Doa-Panggilan-Sedunia-ke-60-tahun-2023<\/a><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_79\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-30303-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=30303-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Minggu-30-April-2023-oleh-Rm.-FX-Joko-Susilo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bogota-%E2%80%93-Kolombia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm. 33:5-6 Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, dan langit dijadikan oleh sabda-Nya. Alleluya. PENGANTAR:&nbsp; Gambaran kita mengenai gembala barangkali agak&nbsp;berbeda dengan apa yang digambarkan dalam Injil. Jarang&nbsp;kita menjumpai seorang gembala&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-30303","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30303"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30303\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30304,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30303\/revisions\/30304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}