{"id":30212,"date":"2023-04-27T14:10:03","date_gmt":"2023-04-27T07:10:03","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=30212"},"modified":"2023-04-27T14:10:05","modified_gmt":"2023-04-27T07:10:05","slug":"jumat-28-april-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=30212","title":{"rendered":"Jumat, 28 April 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Wahyu 5:12\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Anak Domba yang telah dikurbankan pantas menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertobatan Paulus di jalan menuju Damaskus menunjukkan betapa dahsyat kuasa Allah yang menghendaki seseorang men jadi alat di tangan Tuhan. Ia akan menderita banyak demi nama Yesus, namun ia akan dipenuhi Roh Kudus dan menjadi rasul para bangsa, mewartakan kabar gembira ke seluruh dunia. Ia menyerahkan diri sepenuhnya dan menempuh jalan meng ikuti jejak Yesus.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, kami telah menerima rahmat kebangkitan Kristus. Semoga kami mampu bangkit untuk menjalani hidup baru berkat cinta kasih Roh Kudus. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, sungguh mengagumkan pergaulan-Mu dengan manusia. Orang berdosa bertobat dan para pembangkang mereda. Kami bersyukur atas semuanya itu dan mohon, semoga kami tetap setia bergaul dengan Dikau. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,\u2026..\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 9:1-20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cOrang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, hati Saulus berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaran olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, \u201cSaulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?\u201d Jawab Saulus, \u201cSiapakah Engkau, Tuhan?\u201d Kata-Nya, \u201cAkulah Yesus yang kauaniaya itu! Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota. Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.\u201d Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, \u201cAnanias!\u201d Jawabnya, \u201cIni aku, Tuhan!\u201d Firman Tuhan, \u201cPergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus, yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.\u201d Jawab Ananias, \u201cTuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.\u201d Tetapi firman Tuhan kepadanya, \u201cPergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.\u201d Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, \u201cSaulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.\u201d Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari matanya, sehingga Saulus dapat melihat lagi. Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1bc.2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya. Alleluya.<\/em><br>S : (Yoh 6:56)&nbsp;<em>Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:52-59<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDaging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di rumah ibadat di Kapernaum orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, \u201cBagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?\u201d Maka kata Yesus kepada mereka, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan Daging Anak Manusia dan minum Darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu, barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.\u201d Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ \u2013 Toronto \u2013 Kanada, di dalam Resi-renungan singkat \u2013 Dehonian edisi hari Jumat, Pekan Ketiga Masa Paska, tanggal 28 April 2023. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Yohanes 6:52 \u2013 59.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, di dalam perikop Injil hari ini, kita menemukan kata-kata Yesus sebagai bagian dari wacana-Nya tentang Roti Hidup, referensi yang jelas tentang kehadiran-Nya di dalam Ekaristi. Dia berkata:&nbsp;<em>\u201cSebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.\u201d<\/em>&nbsp;Akan tetapi saudara\/I kita dari Gereja Kristen Protestan, tidak menafsirkan kata-kata Yesus ini sebagai rujukan kepada Ekaristi. Mereka menafsirkannya sebagai metafora untuk menerima wahyu-Nya. Dalam penafsiran ini,&nbsp;<em>\u201cmemakan\u201d<\/em>&nbsp;<em>\u201ctubuh\u201d<\/em>&nbsp;Yesus, bagi mereka, adalah persamaan simbolis dari percaya kepada-Nya. Tetapi Yesus menegaskan kembali realitas kehadiran fisik-Nya dengan mengatakan:&nbsp;<em>\u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.\u201d&nbsp;<\/em>Akan tetapi di dalam ayat ini, Yesus tidak berkata<em>, \u2018kecuali kamu memakan lambang dagingku\u2026.\u2019&nbsp;<\/em>Maka dari itu, kehadiran-Nya dalam Sakramen Ekaristi bukan sekadar simbolis atau lambang belaka. Yesus Kristus benar-benar hadir secara substansial dalam Sakramen Mahakudus Ekaristi yang kita sembah di gereja, tabernakel, dan kapel adorasi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kehadiran Tuhan dalam Ekaristi adalah Sakramental. Gereja mendefinisikan sakramen sebagai sesuatu yang material yang menghasilkan realitas spiritual. Jadi, roti dan anggur bukanlah simbol melainkan tanda. Setiap sakramen memiliki tanda lahiriah yang memberikan rahmat: penuangan air pada Pembaptisan, pertukaran kaul dalam pernikahan, kata-kata absolusi dalam sakramen rekonsiliasi dan sebagainya. Dalam Ekaristi, dengan kuasa Tuhan, realitas roti telah benar-benar menjadi realitas tubuh Yesus yang dimuliakan dan realitas anggur, realitas darah Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, marilah kita menyadari apa yang benar-benar kita terima dalam Ekaristi Kudus. Bahwa ketika kita pada saat menghadiri Ekaristi, kita tidak hanya dipelihara oleh Sabda Allah tetapi juga, kita menerima Yesus Kristus Sendiri, Tubuh dan Darah-Nya. Apa yang kita terima bukan hanya sepotong roti gandum tidak beragi yang putih dan bulat, tetapi Tuhan Sendiri, Pribadi Kedua dari Tritunggal dan lahir dari Perawan Maria. Dia adalah Yesus yang sama, yang benar-benar hidup di antara kita. Dia adalah Yesus yang sama yang melakukan mukjizat dan memberitakan Kerajaan Allah kepada orang-orang Yahudi. Dia adalah Yesus yang sama yang menderita dan mati di kayu salib dan bangkit dari kematian untuk keselamatan semua orang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka sebagai penutup renungan kita ini, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing: apakah kita sungguh-sungguh percaya dan mengimani bahwa pada saat kita menyambut Komuni, yang kita sambut adalah benar-benar Tubuh Kristus? Seberapa pentingkah Ekaristi bagi kehidupan beriman kita yang hidup pada jaman yang serba modern ini? Apakah Tubuh Kristus yang kita sambut di dalam perayaan Ekaristi membawa dampak di dalam kehidupan kita sehari-hari?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Akhir kata, para pendengar Resi Dehonian yang budiman, semoga bacaan Injil pada hari ini dapat membantu kita untuk lebih mendalami lagi penghayatan kita akan pentingnya Ekaristi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan yang patut kita catat adalah:&nbsp;<em>\u201cKehadiran Kristus dalam Ekaristi bukanlah sekadar kehadiran simbolis. Itu adalah Kehadiran Nyata. Menyangkal ini berarti mengkhianati Kristus. Menerima ini berarti membuka hati kita untuk menerima hadiah terbesar yang mungkin bisa kita terima dalam hidup kita.\u201d<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga kita semua selalu diberkati dan dilindungi oleh Tuhan yang senantiasa mengasihi kita dan semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai hati kita semua. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahasempurna, kuduskanlah kiranya persembahan ini dan terimalah dengan murah hati. Semoga berkat rahmat-Mu kami menjadi persembahan sempurna bagi-Mu. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus, berkenanlah memberkati roti anggur ini dan semoga kami selalu penuh rasa syukur atas segala karya Yesus, Putra-Mu terhadap kami. Sebab Dialah\u2026..\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kristus yang disalibkan telah bangkit dan menebus kita. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, Putra-Mu menghendaki kami merayakan ibadat ini untuk mengenangkan Dia. Kami telah ikut serta dalam kurban-Nya, dan mohon dengan rendah hati, semoga Engkau mengobarkan cinta kasih kami kepada-Mu. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami bersyukur atas roti anggur, atas Yesus santapan hidup kami. Tetapi, kami masih mohon, semoga kami tetap dan dengan Dikau rukun bersahabat dengan sesama berkat Yesus, Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Resi-Jumat 28 April 2023 oleh Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/04\/26\/jumat-28-april-2023-hari-biasa-pekan-iii-paskah\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=30212-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1530\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-30212-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=30212-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-28-April-2023-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Wahyu 5:12\u2063 Anak Domba yang telah dikurbankan pantas menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Aleluya.\u2063\u2063 PENGANTAR \u2063 Pertobatan Paulus di jalan menuju Damaskus menunjukkan betapa dahsyat kuasa Allah yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-30212","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30212"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30213,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30212\/revisions\/30213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}