{"id":29794,"date":"2023-04-10T19:26:54","date_gmt":"2023-04-10T12:26:54","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29794"},"modified":"2023-04-10T19:26:55","modified_gmt":"2023-04-10T12:26:55","slug":"selasa-11-april-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29794","title":{"rendered":"Selasa, 11 April 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Yesus bin Sirakh 15:34\u2063<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Segala kebaikan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk kita nikmati sendiri, tetapi untuk kita nikmati bersama. Maria Magdalena dapat bertemu dengan Tuhan di taman, namun ia tak boleh memegang Dia erat-erat. Maria harus menemui sau dara-saudaranya dan menyampaikan kabar sukacita, \u201cTuhan telah bangkit dan aku telah melihat Dia!\u201d Sukacita Paskah bagi kita juga merupakan tugas untuk mewartakan bahwa Tuhan telah bangkit dan bahwa kita harus menjadi manusia baru.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, Engkau telah memulihkan kami dengan perayaan Paskah. Bimbinglah kami dengan rahmat-Mu, agar kami memperoleh kebebasan sempurna, sehingga dapat bergembira di dunia dan bersukacita di surga. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :&nbsp;<\/strong>\u2063<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita, ajarilah kami percaya akan Yesus Putra-Mu, dan percaya pula akan sabda-Nya, yang memberi pengampunan dan pengharapan. Sebab Dialah Putra-Mu, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 2:36-41<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, \u201cSeluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.\u201d Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, \u201cApakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?\u201d Jawab Petrus kepada mereka, \u201cBertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.\u201d Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, \u201cBerilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.\u201d Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:4-5.18-19.20.22<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.<\/li>\n\n\n\n<li>Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Mzm 118:24)&nbsp;<em>Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:11-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah makam Yesus kedapatan kosong, maka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, \u201cIbu, mengapa engkau menangis?\u201d Jawab Maria kepada mereka, \u201cTuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.\u201d Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, \u201cIbu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?\u201d Maria menyangka bahwa orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, \u201cTuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.\u201d Kata Yesus kepada-Nya, \u201cMaria!\u201d Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, \u201cRabuni!\u201d artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, \u201cJanganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.\u201d Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, \u201cAku telah melihat Tuhan!\u201d dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.<br>Demikianlah Sabda Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari salam jumpa, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Resistencia, Argentina dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian: Selasa, 11 April 2023.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari Terkasih, dalam Injil diceritakan bagaimana Maria Magdalena benar-benar merasa kehilangan atas kematian Yesus. Ia menangis dalam kesedihan, dan itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan kasihnya kepada Yesus.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dan Yesus tahu bahwa mereka yang percaya kepada-Nya tidak akan dibiarkan berjalan dan berjuang sendirian. Demikianlah kita melihat dalam Injil bahwa kerinduan hati Maria Magdalena akan Tuhan mengantar dia boleh mengalami perjumpaan personal dengan-Nya.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penampakan Yesus bagi Mari Magdalena mendatangkan sukacita mendalam; dan semakin dapat memaknai hidup, panggilan perutusannya serta mengartikan memaknai hidup dengan kekuatan baru, yakni: kekuatan iman (untuk selalu percaya akan janji Yesus dan Sabda-Sabda-Nya) dan kekuatan cinta. Hidup sebagai orang yang percaya dan mencintai Yesus membuat Maria menemukan makna baru akan arti \u201ciman dan cinta akan Tuhan\u201d. Sehingga dengan sukacita ia pun berseru:&nbsp; &nbsp;\u201cAku telah melihat Tuhan!\u201d&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari Terkasih, kadang kita pun menemukan hidup kita seolah \u201cberantakan\u201d, sedih gundah gulana akibat berbagai persoalan, pengalaman kehilangan orang \/ anggota keluarga yang kita cintai; atau akibat kekecewaan, penyakit, kegagalan maupun bencana yang kita alami. Di sini kita dapat melihat cermin Injil hari ini, bagaimana penampakan Yesus kepada Maria Magdalena menjawab semua keraguan kita akan kehadiran Tuhan saat kita mengalami suasana batin yang \u201cberantakan\u201d itu. Tuhan Yesus Kristus selalu menginginkan kehidupan yang baru, hidup penuh harapan \u2013 iman \u2013 dan cinta bagi siapapun yang percaya kepada-Nya.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maria Magdalena mengalami kesedihan mendalam, tergoncang, menangis\u2026.namun ia juga aktif mencari. Ia mencari Yesus, pribadi yang dicintai dan dipercayai. Ia menunjukkan kepada kita untuk terus berharap dan berusaha, berjuang mencari Tuhan; juga di saat kita ada dalam situasi penuh goncangan dan kesulitan.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di saat kita mengalami \u201cTuhan hilang\u201d dari gelanggang pergumulan hidup kita, kita harus berani seperti Maria Magdalena: tetap mencari dan mencari; berharap dengan penuh iman serta cinta. Dan Tuhan akan membuat kita mampu melewati segala situasi hidup kita, untuk kemudian kita mengatakan dalam hati: \u201dTerima Kasih Tuhan, aku pun telah melihat-MU!\u201d&nbsp;<strong>&nbsp;SELAMAT PASKAH!!<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berkat Allah Yang Maha Kuasa: Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin. (Rm. Benediktus Mulyono SCJ Tinggal di Komunitas SCJ Resistencia, Argentina.)<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih, terimalah persembahan umat-Mu. Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia dan memperoleh kurnia-Mu di surga. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kekuatan, berkenanlah menampakkan diri dalam roti anggur dan berilah kami kekuatan serta Roh-Mu, agar dapat hidup mempersembahkan diri kepada-Mu. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Kolose 3:1-2\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka, arahkanlah usahamu kepada alam hidup yang mulia, tempat Kristus memerintah di sisi kanan Allah. Arahkanlah perhatianmu kepada harta surgawi. Aleluya.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, dengarkanlah permohonan kami. Kami telah Kauanugerahi rahmat pembaptisan, semoga kami dapat memperoleh kebahagiaan abadi. Demi Kristus,\u2026\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami selalu Kaudampingi dengan perantaraan Roh-Mu. Kami mohon, ajarilah kami menyapa nama-Mu seturut ajaran Putra-Mu: Bapa kami, Bapa Yesus Penebus kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\">Resi-Selasa 11 April 2023 oleh Rm. Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia, Provinsi Chaco \u2013 Argentina \u2013 Argentina<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/04\/10\/selasa-11-april-2023-hari-selasa-dalam-oktaf-paskah\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29794-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_5651\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-29794-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29794-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-11-April-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Yesus bin Sirakh 15:34\u2063 Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Aleluya.\u2063\u2063 PENGANTAR : \u2063 Segala kebaikan yang kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-29794","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29794"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29795,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29794\/revisions\/29795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}