{"id":29768,"date":"2023-04-09T06:41:28","date_gmt":"2023-04-08T23:41:28","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29768"},"modified":"2023-04-09T06:41:30","modified_gmt":"2023-04-08T23:41:30","slug":"minggu-palma-09-april-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29768","title":{"rendered":"Minggu Palma, 09 April 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Minggu 09 April 2023<br>Hari Raya Paskah<br>Yohanes 20:1 (Yoh 20:1-10)<br>Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus sudah bangkit! Inilah berita sukacita yang luar biasa bagi umat manusia di segala masa. Tuhan kita hidup! Makam dan kegelapan kematian tak mampu menahan Yesus. Oleh cintaNya yang tak terhingga, Yesus telah memilih untuk masuk dalam kegelapan kematian, dan menghalau kegelapan dosa, mengalahkan Iblis dan maut dan memberi hidup baru, hidup dalam cahaya kebangkitan Yesus.<br>Peristiwa penuh sukacita ini, pertama kali dialami oleh Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Bisa dibayangkan kehidupan Maria Magdalena sebelum berjumpa dengan Yesus. Jiwanya dikuasai bahkan oleh 7 roh jahat. Itu berarti ia bukan lagi pemilik hidupnya sendiri. Perjumpaannya dengan Yesus merubah segalanya. Ia menemukan kembali hidupnya, karena Yesus telah memulihkannya. Yesus menjadi miliknya yang paling berharga. Bagi Maria Magdalena, tanpa Yesus hidupnya sama sekali tak berarti lagi. Karena itu kematian Yesus sangat menyedihkannya. Kerinduan hatinya untuk berjumpa dengan Yesus, sekalipun sudah terbaring kaku dalam kubur, membuatnya beranjak dari tidur di pagi buta itu, dan ia menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus. Dia-lah yang menyampaikan kepada para rasul bahwa Yesus tidak lagi berada di dalam kubur, Ia telah bangkit.<br>Dan lihatlah perubahan hidup mereka semua yang menjadi saksi kebangkitan Yesus. Petrus yang semula adalah seorang pengecut karena takut menderita bersama Yesus, tampil dengan berani mewartakan kebangkitan Yesus. Para rasul lainnya yang lari kocar kacir menyelamatkan diri, kembali bersatu dan menjadi pewarta Paskah Kristus hingga mati sebagai martir. Yohanes menulis kembali pengalaman hidup mereka bersama Yesus, dalam terang Paskah Kristus.<br>Mari bangkit bersama Yesus, menjadi saksi dan pewarta kebaikan Tuhan seperti Maria Magdalena. Mari merindukan Yesus hadir dan menemani seluruh perjalan hidup kita, agar dengan hati yang berkobar karena cinta Tuhan bagi kita yang tak berkesudahan, kita hidup penuh semangat dan gairah karena bangkita bagi kita. Ia hadir menemani kita. Biarlah semua orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Penyelamat dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat Pesta Paskah! Selamat bersaksi dan berbakti, Tuhan Yesus setia menyertai. Haleluya!&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanMinggu 09 April 2023Hari Raya PaskahYohanes 20:1 (Yoh 20:1-10)Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29769,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29768\/revisions\/29769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}