{"id":29697,"date":"2023-04-06T08:54:54","date_gmt":"2023-04-06T01:54:54","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29697"},"modified":"2023-04-06T08:54:55","modified_gmt":"2023-04-06T01:54:55","slug":"kamis-putih-06-april-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29697","title":{"rendered":"Kamis Putih, 06 April 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Kamis 06 April 2023<br>Kamis Putih<br>_Yohanes 13:14-15 (Yoh 13:1-15)<br>Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari ini adalah hari Kamis Putih sehari sebelum Jumat Agung, kita memperingati Perjamuan Malam Terakhir Yesus dengan murid-muridNya. Saya ingat pada perayaan Kamis Putih tahun 2020, Mgr Suharyo, Uskup Agung Jakarta, membawakan renungan melalui live streaming, makna perjamuan malam terakhir, Ekaristi, dengan mengangkat cerita yang diambil dari sebuah relief yang terpahat di candi Borobudur mengenai 4 binatang yang saling bersahabat: kera, berang-berang, serigala dan kelinci. Pada suatu ketika, keempat binatang ini berjumpa dengan seorang pengembara yang tampak letih, lapar, dan haus. Pengembara ini sesungguhnya adalah titisan Dewa yang hendak menguji dharma atau pengabdian dan kebaikan hati mereka.<br>Mereka mendekati pengembara itu dan satu demi satu mulai menawarkan bantuan. Kera berkata, \u201cBapak kelihatan lapar. Makanlah pisang yang saya bawa ini, Bapak akan lebih kuat.\u201d Berang-berang juga berkata, \u201cBapak, saya juga punya ikan. Ambillah ini, makanlah, dan Bapak akan lebih kuat lagi.\u201d Serigala tidak mau ketinggalan dan berkata, \u201cBapak, tidak cukup makan pisang dan ikan. Saya juga membawa semangkok susu. Minumlah, Bapak akan lebih segar lagi.\u201d<br>Tinggalah si kelinci yang tidak membawa apa-apa di tangan. Ia berkata, \u201cBapak silahkan membuat perapian untuk memanggang daging dan sesudahnya saya akan memberikan persembahan saya kepadamu.\u201d Maka ketika perapian telah menyala dengan panasnya, segeralah kelinci meloncat ke dalam api perapian tersebut untuk mempersembahkan dirinya sebagai daging kelinci panggang.<br>Kisah hikayat kuno ini kiranya menjadi ilustrasi bagaimana Yesus memberikan seluruh diriNya, tubuh dan darahNya demi kita hidup. Bukan hanya di dunia ini, melainkan sampai hidup abadi. Yesus bukan hanya memberi mujizat dan pengabulan doa, yang dapat berupa pisang, ikan dan susu, tapi Ia memberi tubuh dan darahNya sendiri.<br>\u201dTerimakasih ya Yesus, kasihMu bagiku akan terus kukenang dan kurayakan seumur hidupku. Menyantap tubuh dan darah kudusMu. Semoga akupun dapat memberi seluruh hidupku bagiMu. Amin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat Trihari Suci. Selamat merayakan Perjamuan Malam terakhir bersama Yesus.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanKamis 06 April 2023Kamis Putih_Yohanes 13:14-15 (Yoh 13:1-15)Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29698,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29697\/revisions\/29698"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}