{"id":29554,"date":"2023-03-29T08:30:28","date_gmt":"2023-03-29T01:30:28","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29554"},"modified":"2023-03-29T08:30:30","modified_gmt":"2023-03-29T01:30:30","slug":"rabu-29-maret-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29554","title":{"rendered":"Rabu, 29 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Rabu 29 Maret 2023<br>Yohanes 8:31-32 (Yoh 8:31-42)<br>\u201dJikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">_ Seorang kakak ketahuan oleh adiknya mencuri uang mamanya. Agar tidak diketahui mamanya, iapun membujuk adiknya dengan cara memenuhi apa yang diminta adiknya. Ternyata kesalahannya ini dimanfaatkan adiknya untuk selalu mengancamnya apabila keinginannya tidak dipenuhi kakaknya. Senjatanya ialah, \u201cnanti saya bilang ke Mama apa yang kamu lakukan.\u201d Merasa terbelenggu oleh ancaman adiknya, akhirnya si kakak menghadap mamanya dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mama yang baik hati mengampuninya dan mengingatkan agar tidak mengulangi kesalahannya._<br>Betapa lega hati si kakak. Ia terlepas dari belenggu kesalahannya dan lebih lagi ia semakin yakin mamanya sangat mencintainya, mencintai mereka berdua.<br>Menutupi kesalahan dan dosa, serta pelbagai kebohongan membuat orang hidup dalam kepalsuan dan kebahagiaan semu. Itulah penjara utama manusia. Di sanalah tempat kuasa kegelapan bersemayam dan dengan sangat senangnya membelenggu kita. Yesus yang tahu siapakah kita sebenarnya, datang mengulurkan tangan menarik kita keluar dari belenggu dosa ini dan mengajak kita untuk kembali: \u201cAnak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.&#8221; (Luk 19:10). Pelbagai cara Yesus berusaha memerdekakan kita dengan mengatakan apa yang benar tentang kita. Tentang kemunafikan kita, tentang dusta kita, tentang kejahatan kita. Bukan untuk menghakimi kita tapi tidak lain agar kita menjadi murni dan bebas dari segala kepalsuan. Yesus menyampaikan kebenaran yang utama, bahwa kita adalah anak-anak Allah dalam Yesus. KematianNya di salib telah membebaskan kita dari belenggu dosa. Dia-lah jaminan pengampunan atas dosa kita. Dengan mengakui dosa kita di hadapan Tuhan, lihatlah betapa hati menjadi lapang dan penuh damai.<br>Mari setia menjadi murid Yesus dan mengakui kebenaran FirmanNya. Peganglah janji Yesus ini: &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.\u201d (Yoh 14:6). Berjalan dalam kebenaran kasihNya, kita merdeka dan penuh damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syalom, damai di hati&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanRabu 29 Maret 2023Yohanes 8:31-32 (Yoh 8:31-42)\u201dJikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.&#8221; _ Seorang kakak ketahuan oleh adiknya mencuri&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29554","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29554"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29555,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29554\/revisions\/29555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}