{"id":29429,"date":"2023-03-20T11:05:39","date_gmt":"2023-03-20T04:05:39","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29429"},"modified":"2023-03-20T11:05:43","modified_gmt":"2023-03-20T04:05:43","slug":"senin-20-maret-2023-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29429","title":{"rendered":"Senin, 20 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Senin 20 Maret 2023<br>Hari Raya St Yosep Suami St Maria<br>Matius 1:19-20 (Mat 1:16.18-21.24)<br>Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: &#8220;Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah menghendaki agar PuteraNya menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Itu berarti Yesus harus mempunyai ibu dan ayah. Orang-orang yang dipanggilNya Mama dan Papa, sebagaimana halnya semua manusia. Oleh ketetapan Allah, dipilihNya-lah dua tokoh yang punya peran yang sangat penting dan hakiki dalam misteri inkarnasi Yesus, yakni Maria dan Yosep. Peranan mereka sangatlah menentukan bagi Yesus. Maria dan Yosep, orangtua Yesus begitu sederhana digambarkan dalam Injil, tapi tanpa mereka, Yesus tak dapat menjadi manusia yang sesungguhnya. Sikap keibuan dan kewanitaan Maria dan sikap seorang pria sejati dan kebapaan Yosep, membuat Yesus tumbuh sebagai anak manusia yang mewarisi semua kasih keibuan dan kebapaan, nilai-nilai sejati kemanusiaan kita.<br>Yesus mengalami bagaimana Yosep sebagai bapa pengasuhNya telah merawat dan membesarkanNya, mendidik dan melatihNya menjadi manusia sejati, pekerja yang rajin dan penuh tanggungjawab, pengasih dan penyayang, lemah lembut dan rendah hati.<br>Kita berterimakasih pada Allah yang telah memilih Yosep menjadi bapa pengasuh Yesus, yang sampai akhir hidupnya telah menjadi ayah yang perkasa bagi Yesus dan suami yang setia bagi Maria.<br>Gereja menetapkan satu hari khusus dalam liturgi Gereja, untuk menghormati St Yosep, pelindung dan penjaga keluarga kudus di Nazareth dan juga pelindung dan penjaga keluarga kita.<br>\u201dSt Yosep doakanlah keluarga kami pada Yesus, Puteramu. Teladan hidupmu biarlah terus menjadi inspirasi bagi kami untuk tulus hati dan setia pada penyelenggaraan Allah serta taat dan setia mengikuti Yesus Tuhan kami. Amin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat Senin. Allah menjaga kita, St Yosep menyemangati kita dari surga.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSenin 20 Maret 2023Hari Raya St Yosep Suami St MariaMatius 1:19-20 (Mat 1:16.18-21.24)Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29429"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29430,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29429\/revisions\/29430"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}