{"id":29405,"date":"2023-03-18T19:41:12","date_gmt":"2023-03-18T12:41:12","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29405"},"modified":"2023-03-18T19:41:15","modified_gmt":"2023-03-18T12:41:15","slug":"minggu-19-maret-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29405","title":{"rendered":"Minggu, 19 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 bdk. Yesaya 66.10-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bersukacitalah, hai Yerusalem, dan berhimpunlah, kamu semua yang mencintainya; bergembiralah dengan sukacita, hai kamu yang dulu berduka, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Minggu Prapaskah keempat disebut pula Minggu&nbsp;<em>LAETARE<\/em>&nbsp;atau Minggu Sukacita. Di mana sukacita itu? Bukankah seruan pertobatan justru semakin dikumandangkan? Sukacita di sini terungkap seperti disebut dalam antifon pembuka, sukacita karena penghiburan dari Allah. Oleh karena itu, pertobatan bukan menjadi beban melainkan menjadi kesempatan mengalami kasih Allah yang Iebih utuh. Pertobatan akan membuat orang serasa mengalami kesembuhan dari kebutaan, bangkit dari kelumpuhan, dan lebih dalam lagi mengalami rahmat Allah yang diberikan kepada kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SERUAN TOBAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah membuka mata si buta, sehingga ia dapat memandang Engkau sebagai Penyelamat dunia.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkau telah membutakan mata mereka yang tidak mau mengakui kelemahannya dan menutup diri terhadap yang benar dan luhur.&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkau telah membuka mata kami, sehingga kami dapat melihat dan mengakui dosa-dosa kami, serta memandang Engkau sebagai Penyelamat kami.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa. (<em>hening sejenak<\/em>):&nbsp;Ya Allah, dengan pengantaraan Sabda-Mu Engkau telah memulihkan hubungan damai dengan umat manusia secara mengagumkan. Kami mohon, berilah agar umat kristiani, dengan cinta bakti yang penuh semangat dan iman yang hidup, bergegas menyongsong hari-hari raya yang akan datang. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 16:1b.6-7.10-13a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDaud diurapi menjadi raja Israel.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah Raja Saul ditolak, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, \u201cIsilah tabung tandukmu dengan minyak, dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.\u201d Ketika anak-anak Isai itu masuk, dan ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, \u201cSungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.\u201d Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, \u201cJanganlah berpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.\u201d Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, \u201cSemuanya ini tidak dipilih Tuhan.\u201d Lalu Samuel berkata kepada Isai, \u201cInikah semua anakmu?\u201d Jawab Isai, \u201cMasih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan kambing domba.\u201d Kata Samuel kepada Isai, \u201cSuruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.\u201d Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan berfirman, \u201cBangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.\u201d Samuel mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu, dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: \u2018ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. \u2018Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.<\/li>\n\n\n\n<li>Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus 5:8-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBangkitlah dari antara orang mati, maka Kristus akan bercahaya atas kamu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya, telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebut saja apa yang mereka buat di tempat-tempat yang tersembunyi sudah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan, \u201cBangunlah, hai kamu yang tidur, dan bangkitlah dari antara orang mati, maka Kristus akan bercahaya atas kamu.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S : (Yoh 8:12b)&nbsp;<em>Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku akan hidup dalam cahaya abadi.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 9:1-41 \/ Singkat: Yoh 9:1.6-9.13-17.34-38<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cOrang buta itu pergi, membasuh diri, dan dapat melihat.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, ketika Yesus sedang berjalan lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahir. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, \u201cRabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya, sehingga ia dilahirkan buta?\u201d Jawab Yesus, \u201cBukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang. Akan datang malam, di mana tak seorang pun dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.\u201d Sesudah mengatakan semua itu, Yesus meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya, \u201cPergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam.\u201d Siloam artinya \u201cYang Diutus\u201d. Maka pergilah orang itu. Ia membasuh dirinya, lalu kembali dengan matanya sudah melek. Maka tetangga-tetangganya, dan mereka yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata, \u201cBukankah dia ini yang selalu mengemis?\u201d Ada yang berkata, \u201cBenar, dialah ini!\u201d Ada pula yang berkata, \u201cBukan, tetapi ia serupa dengan dia.\u201d Orang itu sendiri berkata, \u201cBenar, akulah dia.\u201d Kata mereka kepadanya, \u201cBagaimana matamu menjadi melek?\u201d Jawabnya, \u201cOrang yang disebut Kristus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku, dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi, dan setelah membasuh diri, aku dapat melihat.\u201d Lalu mereka berkata kepadanya, \u201cDi manakah Dia?\u201d Jawabnya, \u201cAku tidak tahu.\u201d Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya, \u201cIa mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat.\u201d Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu, \u201cOrang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.\u201d Sebagian pula berkata, \u201cBagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mukjizat yang demikian?\u201d Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang yang tadinya buta itu, \u201cDan engkau, karena Ia telah memelekkan matamu, apakah katamu tentang Dia?\u201d Jawabnya, \u201cIa seorang nabi!\u201d Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru sekarang dapat melihat. Maka mereka memanggil orangtuanya dan bertanya kepada mereka, \u201cInikah anakmu yang kamu katakan lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?\u201d Jawab orang tua itu, \u201cYang kami tahu, dia ini anak kami, dan ia memang lahir buta. Tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu; dan siapa yang memelekkan matanya, kami juga tidak tahu. Tanyakanlah kepadanya sendiri,sebab ia sudah dewasa; ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.\u201d Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias akan dikucilkan. Itulah sebabnya maka orang tua itu berkata, \u201cIa telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.\u201d Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu, dan berkata kepadanya, \u201cKatakanlah kebenaran di hadapan Allah: Kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.\u201d Jawabnya, \u201cApakah Dia itu orang berdosa, aku tidak tahu! Tetapi satu hal yang aku tahu, yaitu: Aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.\u201d Kata mereka kepadanya, \u201cApakah yang diperbuat-Nya kepadamu? Bagaimana Ia dapat memelekkan matamu?\u201d Jawabnya, \u201cTelah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya. Mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?\u201d Sambil mengejek, orang-orang Farisi berkata kepadanya, \u201cEngkau saja murid orang itu, tetapi kami murid-murid Musa. Kami tahu bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu, kami tidak tahu dari mana Ia datang.\u201d Jawab orang itu kepada mereka, \u201cAneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, padahal Ia telah memelekkan mataku. Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.\u201d Jawab mereka, \u201cEngkau ini lahir sama sekali dalam dosa, dan engkau hendak mengajar kami?\u201d Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir oleh orang-orang Farisi. Maka ketika bertemu dengan dia, Yesus berkata, \u201cPecayakah engkau kepada Anak Manusia?\u201d Jawabnya, \u201cSiapakah Dia, Tuhan, supaya aku percaya kepada-Nya.\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cEngkau bukan saja melihat Dia! Dia yang sedang berbicara dengan engkau, Dialah itu!\u201d Kata orang itu, \u201cAku percaya, Tuhan!\u201d lalu ia sujud menyembah Yesus. Kata Yesus, \u201cAku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa tidak melihat dapat melihat, dan supaya yang dapat melihat menjadi buta.\u201d Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ, dan mereka berkata kepada Yesus, \u201cApakah itu berarti bahwa kami juga buta?\u201d jawab Yesus kepada mereka, \u201cSekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa. Tetapi karena kamu berkata, \u2018Kami melihat\u2019, maka tetaplah dosamu.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Minggu, 19 Maret 2023, Hari Minggu Prapaskah ke empat hari Minggu Letare atau minggu sukacita.. Tema Resi kita kali ini adalah: \u201cBersuka cita karena belas kasih Allah\u201d.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Hari ini kita merayakan hari minggu Prapaskah yang ke 4 yang juga disebut hari minggu LETARE atau minggu sukacita. Suka cita karena penghiburan dari Allah, bersuka cita karena pengampunan dan penyembuhan yang diberikan Allah kepada kita. Sebagaimana yang Hati Kudus Yesus berikan kepada orang buta sejak lahir, mendapaatkan belas kasihan sehingga mampu melihat kembali, bukan hanya terbuka mata fisiknya tetapi terutama mata batinnya terbuka dan mampu melihat belas kasih Allah nyata baginya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, apa yang bisa kita pelajari dari bacaan yang kita dengar hari ini, paling tidak ada 4 hal yang bisa kita renungkan.<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Melalui penderitaan yang kita alami, kita juga mampu melihat belas kasih dan kemahabesaran Allah. Sebagaimana yang Yesus katakan kepada para murid-Nya yang menanyakan siapa yang bersalah terhadap orang yang terlahir buta tersebut. Dan Tuhan Yesus bersabda, \u201cBukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.\u201d Kita semua akan menemukan belas kasih Allah saat kita mampu menyatukan segala penderitaan kita dengan penderitaan Yesus di salib yang menderita demi menebus dosa-dosa kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Kita tidak boleh menghakimi seseorang karena kekurangannya, tetapi kita harus mengasihi mereka sebagaimana adanya mereka, sebab mereka pun ciptaan yang dikasihi dan berharga di mata Allah. Sebagaimana Tuhan Yesus mengasih orang buta sejak lahir yang ternyata menjadi sarana bagi orang mampu melihat belas kasih Allah yang nyata.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Kita mohon belas kasih Allah agar kita disembuhkan dan dicegah dari kebutaan rohani. Sebagaimana orang yang buta mata fisiknya disembuhkan bukan hanya dari kebutaan fisik namun juga kebutaan rohani sehingga mampu mengenali belas kasih Allah dalam kehidupan nyata kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Kita harus senantiasa hidup dekat dengan Tuhan dan terus menerus melakukan pertobatan rohani agar kita mengalami sukacita mengalami Laetare dalam hidup kita.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, mari buka mata dan hati kita untuk menemuka dan mengenali belas kasih Alalh serta pengampunannya dalam hidup kita. Mari kita satukan hati kita dengan Hati-Nya yang Maha Belas kasih, serta belajar dari Hati-Nya dan menimba kasih-Nya yang tak berkesudahan d<em>an semoga Hati Yesus semakin merajai hati kita. Amin.&nbsp;<\/em><em>Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/em><em>&nbsp;<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Melalui Kristus Putra-Nya, Allah Bapa begitu mengasihi kita. Maka, marilah kita panjatkan doa kepada-Nya dengan penuh harapan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para pemimpin Gereja:&nbsp;Semoga Allah Bapa Mahabijaksana memberkati para pemimpin Gereja agar selalu ramah dan bijaksana seperti Kristus dalam menggembalakan umat yang tengah berziarah menuju Kerajaan keselamatan-Nya.&nbsp;Marilah kita mohon\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para pejabat pemerintahan:&nbsp;Semoga Allah Bapa Mahabaik memberikan terang sinar kasih-Nya bagi para pejabat pemerintahan kita sehingga mereka dengan giat mengusahakan segala sesuatu yang diperlukan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.&nbsp;Marilah kita mohon\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang sakit dan cacat mental:&nbsp;Semoga Allah Bapa Mahabelas kasih membangkitkan rasa belas kasih kita terhadap mereka yang sakit dan cacat mental agar mereka itu jangan sampai dilalaikan ataupun disingkirkan, melainkan dirawat dengan cinta kasih.&nbsp;Marilah kita mohon\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi kita di sekitar altar ini:&nbsp;Semoga Allah Bapa sumber cahaya sejati menerangi hati dan budi kita agar semakin mengenal Dia dan Kristus Putra-Nya, serta semakin menghayati martabat kita sebagai putra dan putri cahaya. Marilah kita mohon\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa Yang Mahakudus, dengarkanlah doa kami. Perkenankanlah kami bersyukur kepada-Mu atas segala anugerah yang telah kami terima. Buatlah kami tenang karena percaya akan memperoleh apa yang kami harapkan dalam dan karena Kristus, Tuhan kami.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Allah, dengan gembira kami mengunjukkan persembahan yang membawa keselamatan kekal bagi kami. Kami mohon, semoga kami sanggup merayakan kurban ini dengan penuh iman dan mewujudkannya dengan pantas dalam hidup kami demi keselamatan dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&nbsp;Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PREFASI ORANG YANG LAHIR BARU:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Dengan misteri penjelmaan-Nya, la menuntun umat manusia yang berjalan dalam kegelapan, masuk ke dalam terang iman, dan lewat sakramen kelahiran ,kembali. Ia mengangkat semua yang lahir sebagai budak dosa lama, menjadi anak angkat Allah. Dari sebab itu, dengan sujud menyembah, segala makhluk surgawi dan duniawi mengidungkan nyanyian baru bagi-Mu. Bersama segenap laskar Malaikat, kami pun mengagungkan Dikau sambil tak henti-hentinya bernyanyi\/berseru:&nbsp;Kudus, kudus, kuduslah Tuhan..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Bdk. Yoh. 9: 11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan mengolesi mataku, lalu aku pergi, dan aku membasuh muka,&nbsp;dan aku melihat, dan aku percaya kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Ya Allah, Engkau menerangi setiap orang yang lahir di dunia. Kami mohon terangilah hati kami dengan sinar rahmat-Mu agar kami mampu selalu memikirkan hal-hal yang pantas dan yang layak bagi keagungan-Mu serta mencintai Engkau dengan sungguh-sungguh. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.&nbsp;Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Minggu 19 Maret 2023 oleh Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/03\/18\/minggu-19-maret-2023-hari-minggu-prapaskah-iv\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29405-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8519\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-29405-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29405-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Minggu-19-Maret-2023-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 bdk. Yesaya 66.10-11 Bersukacitalah, hai Yerusalem, dan berhimpunlah, kamu semua yang mencintainya; bergembiralah dengan sukacita, hai kamu yang dulu berduka, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu. PENGANTAR: Minggu Prapaskah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-29405","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29405"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29406,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29405\/revisions\/29406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}