{"id":29375,"date":"2023-03-16T17:56:59","date_gmt":"2023-03-16T10:56:59","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29375"},"modified":"2023-03-16T17:57:03","modified_gmt":"2023-03-16T10:57:03","slug":"jumat-17-maret-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29375","title":{"rendered":"Jumat, 17 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014&nbsp; Mazmur 86:8.10\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tiada dewa yang menyamai Engkau, ya Tuhan, sebab agunglah Engkau dan agunglah karya-Mu. Hanya Engkaulah Allah.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beriman itu lebih daripada percaya akan sesuatu. Iman menjadi nyata pada orang-orang beriman. Allah Israel adalah Allah yang dekat. la membuat sejarah bersama umat-Nya. la selalu lebih agung dan lain dari yang digambarkan atau diimpikan manusia. Iman kita akan Allah Yesus Kristus terungkap dalam cinta kasih kepada sesama.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala rahmat, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami. Kami ini sering lemah. Maka, bila kami menyeleweng, bimbinglah kami kembali, agar kami selalu setia kepada perintah-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber iman kami, buatlah kami percaya akan janji-Mu dan ajarilah kami hidup selaras dengan perintah-Mu, seturut teladan Putra-Mu terkasih, di dalam laku tapa empat puluh hari ini dan selamanya.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Hosea 14:2-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKami tidak akan berkata lagi \u201cYa Allah kami\u201d kepada buatan tangan kami.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beginilah firman Allah, \u201cBertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! katakanlah kepada-Nya: \u201cAmpunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.\u201d Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur&nbsp;<em>81:6c.8a.8bc-9.10-11ab.14.17<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Akulah Tuhan, Allahmu, dengarkanlah suara-Ku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal, \u201cAkulah yang telah mengangkat beban dari bahumu, dan membebaskan tanganmu dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau.<br>2. Aku menjawab engkau dengan bersembunyi di balik badai, Aku telah menguji engkau dekat Meriba. Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, kiranya engkau mau mendengarkan Aku!<br>3. Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah orang asing. Akulah Tuhan Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.<br>4. Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik, dan dengan madu dari gunung batu, Aku akan mengenyangkannya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S : (bdk. Mat 4:17)&nbsp;<em>Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:28b-34<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cTuhan Allahmu itu Tuhan Yang Esa, kasihilah Dia dengan segenap jiwamu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya kepada-Nya, \u201cPerintah manakah yang paling utama?\u201d Jawab Yesus: \u201cHukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.\u201d Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: \u201cTepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.\u201d Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: \u201cEngkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!\u201d Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.<br>Demikianlah injil Tuhan<br>U : Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari komunitas Martino Capelli di Hong Kong, menyapa dan mengundang Anda untuk sejenak merenung bersama RESI (Renungan Singkat) Dehonian, hari ini, tanggal 17 Maret 2023, dengan tema: \u201cTahu saja tidaklah cukup!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabatku yang terkasih, dua hal yang ingin saya tawarkan kepada kita semua, untuk kita renungkan lebih jauh. Pertama, \u201cKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u201d Kedua, \u201cEngkau tidak jauh dari kerajaan Allah.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengasihi Tuhan dengan segalanya yang kita miliki, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun mencintai atau mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri, menarik untuk dipertanyakan. Ada banyak orang yang berkorban untuk orang lain. Seperti orang tua yang membanting tulang untuk menghidupi keluarga, khususnya demi anak-anaknya, sampai lupa memperhatikan kesehatannya sendiri. Tentu suatu&nbsp; perjuangan yang luar biasa dan pengorbanan yang harus di apresiasi. Namun apakah dibenarkan, memberikan segala-galanya bagi orang lain, tanpa memperdulikan diri sendiri? Yesus menegaskan bahwa mencintai diri sendiri semestinya seimbang dengan upaya untuk mencintai yang lain. Mencintai diri sendiri, bukanlah sikap egois dan narsis, namun langkah awal sebelum kita mengalirkan kasih kepada orang lain dan Allah itu sendiri.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cEngkau tidak jauh dari kerajaan Allah,\u201d itulah pujian Yesus kepada seorang ahli Taurat, yang memang ahli dan tahu banyak tentang hukum-hukum keagamaan. Tapi perhatikan kata-kata pujian itu! Bagiku, mengatakan \u201ctidak jauh dari kerajaan Allah\u201d itu artinya belum berada dalam kerajaan Allah. Masih dibutuhkan aspek lain bagi seseorang untuk berada dan mengalami kerajaan Allah. Pengetahuan saja belumlah cukup. Perwujudan atau tindakan nyata dari apa yang diketahui, adalah aspek lain yang dibutuhkan. Dari pikiran turun ke hati! Dari kehendak turun ke tindakan! Itulah yang diharapkan Tuhan Yesus kepada kita semua.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar iman kita bertumbuh secara holistik, dalam mencintai sesama dan diri sendiri, dalam kata dan tindakan. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Yang Mahamurah hati, pandanglah persembahan kami. Semoga berkenan di hati-Mu dan menjadi sumber keselamatan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus, semoga kami disucikan oleh persembahan ini dan dibimbing memahami cinta kasih Putra-Mu, yang hidup ..\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014&nbsp; lih. Markus 12:33\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mencintai Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada segala kurban.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, resapilah kami dengan kekuatan-Mu. Semoga rahmat penebusan yang kami terima makin lama makin kami wujudkan dalam hidup kami. dalam perayaan Ekaristi ini, Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, hukum-Mu telah tertanam dalam hati kami agar kerajaan-Mu semakin berkembang di dalam diri kami. dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon, berilah kami Roh-Mu, Roh kebenaran dan kedamaian, Demi Kristus,..<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3\">Resi-Jumat 17 Maret 2023 oleh Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli Hong Kong<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/03\/16\/jumat-17-maret-2023-hari-biasa-pekan-iii-prapaskah\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29375-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_4917\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-29375-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29375-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-17-Maret-2023-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014&nbsp; Mazmur 86:8.10\u2063 Tiada dewa yang menyamai Engkau, ya Tuhan, sebab agunglah Engkau dan agunglah karya-Mu. Hanya Engkaulah Allah.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063 Beriman itu lebih daripada percaya akan sesuatu. Iman menjadi nyata pada orang-orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-29375","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29375"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29376,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29375\/revisions\/29376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}