{"id":29346,"date":"2023-03-14T17:23:13","date_gmt":"2023-03-14T10:23:13","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29346"},"modified":"2023-03-14T17:23:16","modified_gmt":"2023-03-14T10:23:16","slug":"rabu-15-maret-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29346","title":{"rendered":"Rabu, 15 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Mazmur 119:133\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Teguhkanlah langkahku seturut janji-Mu, dan janganlah suatu kejahatan pun menguasai aku.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menepati hukum bagi kebanyakan orang modern dianggap sebagai perbudakan diri. Tidak selalu kita melihat hubungan antara peraturan dengan kebahagiaan. Namun, akhirnya tiada persaingan antara kehendak Tuhan dengan tujuan hidup kita. Memang, ada godaan untuk lebih mementingkan hukum dan peraturan daripada manusianya. Cinta kasih harus tetap men jadi daya penjiwa usaha dan karya kita.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dalam masa Prapaskah ini kami Kaubimbing dan Kauajar dengan sabda-Mu. Semoga dengan berpantang, kami berbakti kepada-Mu dengan sepenuh hati dan dalam doa bersatu sebagai umat-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, tanamkanlah hukum cinta kasih di dalam hati kami dan datangkanlah kerajaan-Mu di tengah-tengah umat manusia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 4:1.5-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cLakukanlah ketetapan-ketetapan itu dengan setia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, \u201cHai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa. Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum, yang kubentangkan padamu pada hari ini? Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidup. Beritahukanlah semuanya itu kepada anak-anakmu dan kepada cucu-cucumu serta cicitmu.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.15-16.19-20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari. Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S :<em>&nbsp;Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:17-19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSiapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat \u2013 Novisiat SCJ St. Yohanes, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Rabu, 15 Maret 2023.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perikop Injil pada hari ini berbicara tentang pentingnya hukum Taurat. Perkembangan masyarakat Yahudi dalam melaksanakan hukum Taurat terus berlanjut. Bahkan hal itu berlanjut meski dari masa pembuangan di Babel sampai pada masa kehadiran Yesus. Artinya bahwa di tengah dinamika perkembangan kehidupan dengan pergolakan politik dan budaya yang menyertai, masyarakat Yahudi tetap mengedepankan pelaksanaan hukum itu. Taurat menjadi pegangan hidup bagi kehidupan keagamaan hingga pada pelaksanaan hidup praktis. Namun, yang lebih penting sebenarnya tidak hanya pada pelaksanaan hukum itu. Bangsa Yahudi berusaha untuk setia dalam melaksanakan hukum itu, karena di baliknya ada usaha menjaga \u201cperjanjian\u201d antara mereka dengan Allah Yahwe. Kesetiaan dalam pelaksanaan hukum Taurat akan mendatangkan berkat; sedangkan pengingkaran atau ketidak-setiaan dalam pelaksanaannya akan mendatangkan kutuk. Atas dasar itu, setiap orang Yahudi dalam ketaatan kepada Allah Yahwe, berusaha untuk menjadikan Taurat sebagai pegangan utama hidup.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menarik untuk menyadari arti penting hukum Taurat dalam bangsa Yahudi. Yesus sendiri mengangkat itu sebagai bagian dari pewartaan-Nya. Dalam Injil, Ia mengatakan: \u201cTetapi siapa yang melakukan dan mengerjakan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga\u201d. Apa yang ingin ditekankan Tuhan adalah bahwa Taurat itu penting dan menjadi sarana \u2013 bukan hanya tujuan \u2013 menuju pada kehidupan kekal, yakni hidup dalam Kerajaan Surga. Namun, Tuhan tidak berhenti di situ. Sabda yang lebih menarik untuk diperhatikan adalah \u201cJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya\u201d. Dari yang terakhir itu, mari kita mengingat beberapa peristiwa di mana Tuhan membuat penyembuhan-kebaikan pada hari Sabat; misalnya pada peristiwa di mana Ia menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya pada hari Sabat (Luk 6&nbsp;:6-11). Meski berhadapan dengan pertentangan \u201cpara penjaga hukum Taurat\u201d \u2013 yakni ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi \u2013 yang berusaha untuk menyalahkan-Nya, Yesus tidak menjadi takut. Ia menggenapi hukum Taurat dengan menekankan nilai kasih dalam pelaksanaannya. Bahkan lebih jauh, Tuhan sebenarnya juga menyadarkan bahwa pelaksanaan hukum Taurat menjadi sarana menuju keselamatan, bukan malah sebaliknya; artinya tidak hanya tertuju pada pelaksanaannya saja, tetapi ada nilai lain di baliknya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Merenungkan perikop Injil dengan menyadari bahwa ada nilai kasih dan tujuan pada keselamatan sebagai pelaksanaan hukum Taurat, kita disadarkan untuk juga memaknai setiap \u201cperaturan bersama\u201d sebagai bagian dari anggota Gereja Katolik. Ada banyak hal yang harus kita lakukan di dalamnya. Adalah baik bila kita melakukannya dengan semangat kasih, sembari menyadari bahwa pelaksanaannya menjadi sarana bagi keselamatan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus, memberkati hidup kita. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus, terimalah kiranya doa umat-Mu bersama anggur roti ini dan lindungilah kami dari segala bahaya berkat daya ibadat suci ini.Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kesetiaan, perbaruilah kiranya perjanjian-Mu dengan kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus, saksi-Mu yang setia. Sebab Dialah \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2014 Mazmur 15:11\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan, Engkau menunjukkan jalan kehidupan kepadaku, dan hadirat-Mu menggembirakan daku.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga santapan suci ini menguduskan kami, sehingga layak menikmati janji-Mu. Demi Kristus, \u2026.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah menunjukkan kepada kami, siapa yang telah melaksanakan hukum-Mu dengan sempurna, ialah Yesus Kristus, yang penuh cinta kasih. Kami mohon, berilah kami kedamaian dalam mengikuti Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa\u2026 \u2063<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 15 Maret 2023 oleh Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/03\/13\/rabu-15-maret-2023-hari-biasa-pekan-iii-prapaskah\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29346-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6229\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-29346-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=29346-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-15-Maret-2023-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Mazmur 119:133\u2063 Teguhkanlah langkahku seturut janji-Mu, dan janganlah suatu kejahatan pun menguasai aku.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063 Menepati hukum bagi kebanyakan orang modern dianggap sebagai perbudakan diri. Tidak selalu kita melihat hubungan antara peraturan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-29346","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29347,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29346\/revisions\/29347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}