{"id":29338,"date":"2023-03-14T08:31:32","date_gmt":"2023-03-14T01:31:32","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29338"},"modified":"2023-03-14T08:31:34","modified_gmt":"2023-03-14T01:31:34","slug":"selasa-14-maret-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29338","title":{"rendered":"Selasa, 14 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Selasa 14 Maret 2023<br>Matius 18:21-22 (Mat 18:21-35)<br>Datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang wanita Yahudi Jerman lolos dari kamp penyiksaan oleh Nazi Hitler tahun 1945. Waktu itu ia masih kecil dan ditahan dalam kamp konsentrasi bersama kedua orangtuanya. Ia menyaksikan sendiri bagaimana orangtuanya disiksa dan dibunuh dengan gas beracun oleh para serdadu Nazi. Setelah dewasa ia masuk Kristen dan menjadi seorang penginjil yang terkenal. Pada suatu ketika ia dengan penuh semangat mewartakan apa artinya mengampuni orang yang bersalah pada kita, sebagaimana yang diminta Yesus. Sesudah penginjilan yang begitu indah itu, seorang opa tua datang mendekatinya dan berkata, \u201cTerimakasih atas kotbah yang indah dan menyentuh hati tadi. Aku merasa lega, karena aku termasuk salah satu serdadu Nazi yang menyiksa orangtuamu.\u201d Opa itu mengulurkan tangan mengucapkan terimakasih. Namun tiba-tiba semua peristiwa mengerikan di masa lalu muncul di benak si wanita ini. Ia begitu marah dan tidak mampu menerima uluran tangan si penyiksa papa mamanya yang ada di depannya. Betapa berat mengampuninya. Dendam dan kemarahannya ternyata belum hilang sekalipun ia telah berkali-kali berkotbah mengenai pengampunan.<br>Sadar akan ketakmampuannya untuk mengampuni, iapun memejamkan matanya dan berdoa, \u201cYa Yesus aku tak sanggup mengampuninya. Berilah aku rahmat kekuatanMu untuk mampu mengampuninya. Engkau sudah mengampuni kami yang telah menyiksa dan membunuh Engkau di kayu salib dan memintakan ampun bagi kami dari Bapa di surga\u2026.\u201d Akhirnya tangannya terulur untuk menjabat tangan si penyiksa orangtuanya dan menatapnya dengan tatapan kasih Yesus.<br>Bila sulit mengampuni, mintalah Yesus menolong kita untuk menjadikan hatiNya menjadi hati kita, kasihNya menjadi kasih kita. \u201cYa Yesus, mampukan kami untuk mengampuni lebih dari 70&#215;7 kali.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat hari baru, semangat baru untuk mengampuni.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSelasa 14 Maret 2023Matius 18:21-22 (Mat 18:21-35)Datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Bukan!&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29339,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29338\/revisions\/29339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}