{"id":29300,"date":"2023-03-11T07:45:09","date_gmt":"2023-03-11T00:45:09","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29300"},"modified":"2023-03-11T07:45:12","modified_gmt":"2023-03-11T00:45:12","slug":"sabtu-11-maret-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29300","title":{"rendered":"Sabtu, 11 Maret 2023"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabda Kehidupan<br>Sabtu 11 Maret 2023<br>Lukas 15:31-32 (Luk 15:1-3, 11-32)<br>\u201dKata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Betapa sedih hati si Bapa yang dikisahkan Yesus dalam perumpamaan Bapa Anak ini. Si bungsu dengan begitu menyakitkan memutuskan ikatan bapa-anak, kakak-adik dan memilih hidup terpisah dari keluarganya untuk mengejar ambisinya sendiri. Dengan sombongnya ia merasa mampu mengatur hidupnya tanpa perlu hidup bersama dengan keluarganya. Betapa menyakitkan hati seorang bapa, bila anaknya tidak lagi membutuhkannya apalagi tidak menghargainya sebagai bapa.<br>Di pihak lain, anak yang satunya, ia tinggal serumah dengan bapanya, tapi ternyata hanya seatap tapi tidak sehati. Memang ia kelihatan dengar-dengaran tapi tidak bahagia dengan semua yang ada padanya. Ia lebih peduli dengan dirinya daripada ikut prihatin dengan kesedihan hati ayahnya karena kehilangan adiknya. Ia tetap menyimpan dendam pada adiknya, karena itu ia tidak setuju bila bapanya berbaik hati dan mengampuni adiknya. Sungguh betapa terkuka hati si bapa. Anaknya yang satu memisahkan diri dan meninggalkannya dan yang satu tetap tinggal dan hidup bersamanya tapi dengan kedekatan semu dan tak mendalam.<br>Melalui kisah ini, Yesus ingin menunjukkan betapa Allah Bapa kita begitu mengasihi kita, apapun sikap, karakter dan keberadaan kita. Bapa merangkul semua anakNya dalam pelukan kasihNya, tak peduli seberapa besar anak-anakNya telah menyakiti hatiNya. KasihNya jauh melampaui dosa dan pelanggaran kita. RangkulanNya jauh melampaui baik buruknya kepribadian kita. Pulang kembali, berdamai kembali, rekonsiliasi, bertobat, itulah jalan untuk bersatu lagi dan melekat di hati Allah Bapa kita. Mari menyesali dosa kita dan pulang kembali. Bapa tetap setia menanti kita. Kata Paus Fransiskus, \u201cBapa di surga tak pernah lelah mengampuni kita. Kita yang lelah memohon ampun padaNya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat berakhir pekan. Bahagianya kita punya Bapa seperti Allah kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSabtu 11 Maret 2023Lukas 15:31-32 (Luk 15:1-3, 11-32)\u201dKata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29301,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29300\/revisions\/29301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}