{"id":29088,"date":"2023-02-25T11:38:20","date_gmt":"2023-02-25T04:38:20","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29088"},"modified":"2023-02-25T11:38:22","modified_gmt":"2023-02-25T04:38:22","slug":"sabtu-25-februari-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29088","title":{"rendered":"Sabtu, 25 Februari 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Sabtu 25 Februari 2023<br>Lukas 5:31-32 (Luk 5:27-32)<br>Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: &#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumah sakit didirikan untuk orang sakit agar mendapatkan perawatan dan kesembuhan. Tidak mungkin sebuah rumah sakit menolak orang sakit yang datang berobat. Demikian halnya dengan Gereja yang dibangun Yesus untuk orang berdosa agar mendapatkan pengampunan Tuhan. Bukan gereja namanya bila anggotanya merasa suci semua. Paus Fransiskus selalu mengingatkan bahwa gereja itu adalah rumah sakit. Tempat orang sakit datang berobat, orang berdosa datang bertobat. Gereja adalah tempat kita mengalami pengampunan dan didamaikan kembali dengan Tuhan. Semakin orang jauh dari Tuhan semakin terbuka lebar pintu hati gereja untuk menyambutnya kembali sama seperti Bapa di surga yang menyambut dengan sukacita anakNya yang hilang dan kembali pulang ke rumah.<br>Gereja adalah rumah Allah, rumah kita, rumah sakit kita. Mari datang untuk check up. Barangkali kolesterol egoisme terlalu tinggi; ada penyumbatan saluran nadi belas kasih karena rasa benci, dendam dan iri; mungkin asam urat terlalu tinggi karena terlalu banyak asupan pikiran negatif dan prasangka. Demikian juga, jangan sampai karena beban dosa yang berat membuat kita stroke dan lumpuh. Bukankah Yesus adalah \u201cpenyembuh segala luka, penegak hukum cinta?\u201d Yesus adalah dokter keluarga kita. Dia tahu semua jenis penyakit kita. Pada Dia-lah kita datang memohon kesembuhan dan pengampunan.<br>\u201dAmpunilah kami ya Yesus. Tolong angkat kami yang tak mampu berdiri tegak karena beban dosa kami. Jadikanlah kami pembawa damai dan pengampunan. Biarlah ada damai dan sukacita di hati kami karena boleh belajar mengampuni dan mencintai sebagaimana Engkau tetap mencintai dan mengampuni kami sekalipun kami banyak kali melukai hatiMu. Ampunilah kami, orang berdosa ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat berakhir pekan. Syalom, damai di hati!&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSabtu 25 Februari 2023Lukas 5:31-32 (Luk 5:27-32)Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: &#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29088"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29089,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29088\/revisions\/29089"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}