{"id":29053,"date":"2023-02-23T08:55:10","date_gmt":"2023-02-23T01:55:10","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29053"},"modified":"2023-02-23T08:55:12","modified_gmt":"2023-02-23T01:55:12","slug":"kamis-23-februari-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=29053","title":{"rendered":"Kamis, 23 Februari 2023"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabda Kehidupan<br>Kamis 23 Februari 2023<br>Lukas 9:24-25 (Luk 9:22-25)<br>\u201dBarangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Adalah kisah sepucuk pohon bambu yang begitu sedih karena hidupnya berakhir tragis. Ia telah ditebang manusia saat ia merasa berada pada kejayaan hidupnya. Tumbuh tinggi menjulang ke langit, ia merasa lebih tinggi dari yang lain. Di tengah kebanggaannya, ia menemukan dirinya tergeletak di tanah karena ditebang manusia. Belum lagi hilang kesedihannya, daun-daun kebanggaannya dilucuti sampai habis. Lebih sakit lagi, bagian tengahnya dilubangi dan ia tergeletak tak berdaya. Ia merasa hidupnya sia-sia, karena semua impiannya tak menjadi kenyataan. Bukannya menjadi sebatang bambu yang paling tinggi dan megah mengatasi yang lain, ia diletakkan pada sebuah mata air. Tapi tunggu sebentar. Ternyata ia telah menjadi pancuran air, tempat menyalurkan air hidup untuk kehidupan di sekitarnya. Ia telah kehilangan semua impiannya, ia bahkan telah kehilangan nyawanya, tapi ia menemukan dirinya begitu berarti karena menjadi saluran berkat Tuhan untuk menghidupkan yang lain.<br>Bukankah Kristus telah mati supaya kita semua hidup? Yesus telah menjadi teladan atas apa yang telah disabdakanNya, \u201cSesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.\u201d (Yoh 12:24).<br>Kini saatnya bagi kita untuk menjadi seperti Yesus. Memberi seluruh hidup kita untuk kemuliaan Tuhan. Membaharui motivasi kita dalam melakukan sesuatu, termasuk semua rutinitias kita sehari-hari. Bukan lagi untuk mencari kesenangan diri sendiri, namun sebagai balasan atas cinta Tuhan bagi kita. Kata Paulus dalam Kolose 3:23, \u201cApapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat berkarya. Dalam Tuhan tak ada yang sia-sia.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanKamis 23 Februari 2023Lukas 9:24-25 (Luk 9:22-25)\u201dBarangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-29053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29053"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29054,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29053\/revisions\/29054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}