{"id":28641,"date":"2023-01-27T08:44:53","date_gmt":"2023-01-27T01:44:53","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28641"},"modified":"2023-01-27T08:44:55","modified_gmt":"2023-01-27T01:44:55","slug":"jumat-27-januari-2023-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28641","title":{"rendered":"Jumat, 27 Januari 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Jumat 27 Januari 2023<br>Markus 4:31:32 (Mrk 4:26-34)<br>\u201dHal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesungguhnya kita tidak mau disebut kecil, karena kecil itu identik dengan lemah, sedikit, sepele, rendah, miskin, tak berdaya. Orang menjadi kecil hati bila disebut orang kecil. Orang dunia ingin disebut besar, hebat, perkasa dan berkuasa.<br>Dengan menyebut Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang begitu kecil, Yesus mengajak kita untuk merubah cara pandang kita. Bukan lagi dengan menggunakan mata dunia melainkan memandang dengan mata iman. Lihatlah apa yang dicatat dalam Kitab Suci: Daud yang kecil dan imut, kelihatan lemah dan tak sekuat kakak-kakaknya, dipilih Allah menjadi raja Israel. Betlehem yang kecil, kandang yang hina, gembala-gembala yang tak punya kedudukan, dan bayi kecil di Betlehem, serta semua kisah sejenis dalam Alkitab, sesungguhnya adalah kisah tentang kemahakuasaan Allah yang melampaui segala akal, dan daya cinta ilahiNya yang tak terkirakan. Allah adalah sumber kekuatan utama orang yang percaya. Kita percaya dalam Allah tak ada yang mustahil, tak ada yang tak berarti, karena itu tak perlu berkecil hati. Sebagaimana pertumbuhan Kerajaan Allah tergantung pada kuasa Allah, demikian juga pertumbuhan hidup kita. Kita berada dalam tangan Allah yang penuh kasih dan tak pernah membiarkan kita berjalan sendiri. Dalam Yesus Allah menemani kita, memberi kita kekuatan untuk memikul beban hidup kita, menunjuk jalan yang harus kita tempuh. Dengarlah selalu suaraNya yang lembut penuh kuasa, \u201cMarilah kepadaKu kalian semua yang letih lesu Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Tinggallah dalam Aku. Kamu adalah sahabatKu, janganlah takut Aku ada bersamamu.\u201d<br>Dalam naungan dan lindungan Tuhan, mari terus bertumbuh dalam iman, harap dan kasih. Mari ikut melebarkan Kerajaan kasih Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat hari Jumat, kesempatan baru mengalami kebaikan Tuhan.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanJumat 27 Januari 2023Markus 4:31:32 (Mrk 4:26-34)\u201dHal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-28641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28642,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28641\/revisions\/28642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}