{"id":28548,"date":"2023-01-20T09:23:11","date_gmt":"2023-01-20T02:23:11","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28548"},"modified":"2023-01-20T09:23:14","modified_gmt":"2023-01-20T02:23:14","slug":"jumat-20-januari-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28548","title":{"rendered":"Jumat, 20 Januari 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sabda Kehidupan<\/em><br>Jumat 20 Januari 2023<br><em>Markus 3:14-15<\/em> (Mrk 3:13-19)<br><em>Yesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Apabila diandaikan bahwa Yesus seperti layaknya seorang presiden yang membentuk kabinet dan memilih mentri-mentri untuk membantuNya, tentu saja dari ke 12 murid yang dipilihNya, tak ada satupun yang masuk kriteria layak dan kompeten. Malah dikisahkan dalam Injil, mereka kebanyakan salah mengerti tugas perutusan Yesus. Mereka bertengkar satu sama lain untuk berebut siapakah yang terbesar di antara mereka. Mereka lantas lari kocar-kacir ketika Yesus ditangkap dan disalibkan. Sedihnya lagi, salah satu di antara mereka, Yudas Iskariot menjadi pengkhianat dan menjual Yesus. Petrus yang dianggap pemimpin para rasul begitu pengecut karena takut menderita bersama Yesus dan tega menyangkal Yesus sebagai sahabatnya.<\/em><br><em>Apakah dengan begitu Yesus telah salah memilih murid-muridNya? Mungkin di mata manusia gagal, tapi tidak di mata Tuhan. Yesus bangkit dan mengutus Roh KudusNya menemani murid-muridNya. Hidup mereka diperbaharui dan semua yang terjadi di masa lalu mendapatkan cakrawala dan pemaknaan baru dalam terang Paskah Kristus. Itulah sebabnya mengapa Injil ditulis dan diwartakan. Agar seluruh peristiwa hidup manusia, dilihat dalam perspektif baru yakni perspektif Allah, yang mengutus Yesus PuteraNya untuk menebus dan menyelamatkan manusia, dengan menjadi Imanuel, Allah beserta kita. Keterbatasan manusia tidak menjadi penghalang bagi Allah untuk menyatakan kuasa kasihNya, yang melampaui segala akal. Pengkhianatan Yudas, penyangkalan Petrus, akan menjadi kisah sepanjang masa mengenai jahatnya dosa. Namun kasih dan pengampunan Allah serta penebusan dan pemulihan hidup oleh kebangkitan Yesus, telah mengalahkan dosa dan kuasa kegelapan, dan diganti terang hidup baru, hidup di dalam Yesus. Hidup kita ada dalam tangan Tuhan dan oleh kuasa Allah segalanya mungkin bagi orang yang percaya dan berserah padaNya. Karena itu &#8220;Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.&#8221; (1 Kor 1:31).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Selamat hari baru. Andalkanlah Tuhan selalu.<\/em>&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br><em>Ps Revi Tanod Pr<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanJumat 20 Januari 2023Markus 3:14-15 (Mrk 3:13-19)Yesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Apabila diandaikan bahwa Yesus seperti layaknya seorang presiden&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-28548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28549,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28548\/revisions\/28549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}