{"id":28468,"date":"2023-01-13T11:28:46","date_gmt":"2023-01-13T04:28:46","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28468"},"modified":"2023-01-13T11:28:48","modified_gmt":"2023-01-13T04:28:48","slug":"jumat-13-januari-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28468","title":{"rendered":"Jumat, 13 Januari 2023"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">===============<br>PEKAN BIASA I<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumat, 13 Januari 2023<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">===============<br>BACAAN PERTAMA<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IBRANI<br>4: 1 &#8211; 5. 11<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">INJIL MARKUS<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2: 1 &#8211; 12<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepadaNya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepadaNya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atasNya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!&#8221; Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: &#8220;Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?&#8221; Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hatiNya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa&#8221; \u2014 berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu \u2014: &#8220;Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!&#8221; Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: &#8220;Yang begini belum pernah kita lihat.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah Sabda Tuhan<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">U: Terpujilah Kristus<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SIRAMAN ROHANI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JUMAT 13 JANUARI 2023<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP FREDY JEHADIN, SVD<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tema:<br>Kita Adalah Anggota Tubuh Kristus Mari Saling Membantu!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Markus 2: 1 \u2013 12<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara-saudari\u2026 Dari kisah penyembuhan orang lumpuh hari ini, kita melihat beberapa hal penting yang mungkin baik untuk direnungkan dan terapkan dalam hidup harian kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1) Orang lumpuh. Ia tidak berdaya; Ia tidak bisa membantu dirinya sendiri. Hidupnya sangat bergantung pada belaskasihan orang lain. Yang menarik pada diri orang lumpuh ini adalah kesediaannya untuk digotong oleh mereka yang mau membantunya. Kalau saja ia menolak untuk dihantar ke Yesus, pasti penyembuhan tidak akan terjadi ke atasnya.<br>Pesan untuk kita: Bekerja-samalah dengan sesama yang mau membantu kita. Kadang ada orang yang siap membantu, siap mendoakan sesama, tetapi orang yang mau dibantu tidak mau bekerja-sama, tidak mau ikut berdoa bersama dengan mereka yang mau membantunya. Sikap tidak mau bekerja-sama dengan sesama, bisa saja mujizat tidak akan terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2) Keempat para pengusung orang lumpuh. Mereka sangat mencintai dan menaruh belaskasihan pada si Lumpuh. Cinta dan belaskasihan mereka diwujudkan lewat membawa si lumpuh kepada Yesus Kristus. Karena cinta, mereka korbankan waktu dan tenaga mengusung si lumpuh kepada Yesus. Mereka juga memiliki iman yang kuat pada Yesus. Mereka sungguh percaya bahwa sewaktu orang lumpuh menemui Yesus, pasti ia akan disembuhkan. Fokus perhatian mereka adalah pada orang lumpuh yang tidak berdaya dan kepada Yesus Kristus yang punya kuasa. Apapun yang terjadi, entah rintangan berat atau ringan, mereka akan tetap berusaha membawa teman mereka yg lumpuh bertemu Yesus. Mereka siap bertanggungjawab, asalkan teman mereka bisa bertemu Yesus. Injil katakan: \u201cMereka membuka atap rumah dan menurunkan si lumpuh yang berbaring di dalam tilam.\u201d Markus 2: 4. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: \u201cHai anak-ku, dosamu sudah diampuni!\u201d Markus 2: 5.<br>Pesan untuk kita adalah supaya selalu siap sedia melayani sesama dengan penuh cinta; Bertanggungjawablah melayani sesama sampai ia mengalami perubahan hidup, kebahagiaan dan bisa kembali berdikari. Bawalah sesama kepada Kristus, apa pun tantangannya, kita harus selalu siap menerima tantangan itu dan usahakan agar yang dibantu mengalami Kristus, dan alami kebahagian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3) Yesus Kristus sendiri: Ia memuji mereka yang menghantar si lumpuh dan iman si lumpuh itu sendiri. Sebagai hadiahnya Yesus Kristus memberi kekuatan dan kemampuan kepada si lumpuh untuk berjalan kembali dan kesembuhan jiwa dari dosa yang meliliti kehidupan jiwanya. Tuhan selalu hadir dan memberkati mereka yang mencintai sesama dan mengimani Dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4) Ahli Taurat. Mereka menanggapi pernyataan Yesus Kristus, \u201cHai anak-ku, dosamu sudah diampuni\u201d Markus 2: 5 secara sangat negatip. Mereka berpikir bahwa Yesus Kristus menghujat Allah. Mata hati mereka sungguh buta melihat kuasa Allah. Mereka tidak mengakui Yesus Kristus adalah Mesias. Mereka adalah gambaran dari pribadi-pribadi yang menolak kehadiran Yesus Kristus; pribadi-pribadi yang menghalangi orang yang berkemauan baik untuk mendekati Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara-saudari\u2026 Marilah kita bertanya diri. Kita masuk dalam kelompok yang mana? Apakah kita seperti orang lumpuh yang selalu siap bekerja sama dengan orang yang mau membantu kita? Atau seperti keempat pengusung yang mencintai sesama dan siap berkorban demi kebahagian sesama dan membawa sesama kepada Yesus Kristus? Atau kita seperti ahli Taurat yang menolak keallahan Kristus dan selalu berpikir negatip akan kebaikan orang lain?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah saudara-saudari\u2026 Kita berdoa, semoga Tuhan senantiasa menggerakan hati kita agar kita selalu siap membawa sesama yang sakit kepada-Nya dan selalu merasa bertanggungjawab untuk saling membantu, karena kita semua sesungguhnya adalah anggota tubuh Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>===============PEKAN BIASA I Jumat, 13 Januari 2023 Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD ===============BACAAN PERTAMA IBRANI4: 1 &#8211; 5. 11 INJIL MARKUS 2: 1 &#8211; 12 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-28468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28468"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28469,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28468\/revisions\/28469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}