{"id":28133,"date":"2022-12-14T20:52:27","date_gmt":"2022-12-14T13:52:27","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28133"},"modified":"2022-12-14T20:52:30","modified_gmt":"2022-12-14T13:52:30","slug":"kamis-15-desember-2022-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=28133","title":{"rendered":"Kamis, 15 Desember 2022"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Mazmur 119:151-152<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Engkau sungguh dekat, ya Tuhan, dan segala jalan-Mu benar;&nbsp;sejak dulu aku tahu dari sabda-Mu, bahwa Engkau selalu besertaku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bila para nabi membicarakan kasih setia Tuhan, maka sering kali digunakan gambaran keluarga dan anak yang cukup mudah ditangkap, betapa setia Tuhan terhadap umat-Nya. Yohanes Pembaptis adalah putra Perjanjian Lama yang paling agung, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah ternyata lebih besar daripada dia.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa maha pengasih,&nbsp;kami hamba-hamba-Mu yang hina menderita&nbsp;karena salah kami sendiri.&nbsp;Kami mohon, semoga kedatangan Putra-Mu&nbsp;menyelamatkan dan menggembirakan hati kami.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 54:1-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cBersorak sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak sorai dan memekiklah hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami,\u201d demikianlah firman Tuhan. \u201cLapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghemat. Panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu. Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri. Keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah berkecil hati sebab engkau takkan dipermalukan. Engkau akan melupakan masa remajamu yang memalukan, dan takkan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Penciptamu, Tuhan Semesta Alam nama-Nya. Dan yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, yang disebut Allah Seluruh Bumi. Sungguh, seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati engkau dipanggil kembali oleh Tuhan. Masakan isteri masa muda akan tetap ditolak?\u201d, demikianlah firman Tuhan. \u201cSesaat saja Aku meninggalkan dikau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau,\u201c firman Tuhan Penebusmu. \u201cKeadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nabi Nuh. Seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah takkan menggenangi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka lagi terhadap engkau, dan bahwa Aku tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab sekalipun gunung-gunung bergeser dan bukit-bukit menjadi goncang, namun kasih setia-Ku tidak akan beralih dari padamu, dan perjanjian damai-Ku tidak akan goncang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U. Syukur kepada Allah<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur&nbsp;30:2. 4. 5-6. 11-12a. 13b<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.<\/li>\n\n\n\n<li>Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus. Sebab hanya sesaat Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak sorai.<\/li>\n\n\n\n<li>Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S :&nbsp; (Luk 3:.4.6)&nbsp;<em>Persiapkanlah jalan untuk Tuhan; luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 7:24-30<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYohaneslah utusan yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, \u201cUntuk apakah kalian pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari? Atau untuk apakah kalian pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kalian pergi? Melihat nabi? Benar! Dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari nabi. Karena tentang dia ada tertulis, \u2018Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau. Ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu.\u2019 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripadanya.\u201d Seluruh orang banyak termasuk para pemungut cukai yang mendengar perkataan-Nya mengakui kebenaran Allah karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah Sabda Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat \u2013 Novisiat SCJ St. Yohanes, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Kamis, 15 Desember 2022.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berbicara tentang Yohanes Pembaptis mengarahkan perhatian kita pada tugasnya, yakni yang mempersiapkan jalan bagi (kedatangan) Tuhan Yesus Kristus. Maka, tidak mengherankan bahwa pada masa Adven, ditampilkan kepada kita bacaan-bacaan biblis yang mengarah pada tokoh Perjanjian Baru ini. Bahwa Ia adalah putra dari Elisabet dan ayahnya \u2013 Zakaria \u2013 adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Allah. Dalam tradisi Kristiani, ia disimbolkan dengan seorang pertapa yang mengenakan pakaian dari bulu domba; yang sedang berkhotbah dan bersandingkan dengan seekor domba. Dalam perikop Injil hari ini, Yesus sendiri mewartakan jati diri Yohanes dengan mengulangi nubuat nabi Maleakhi: \u201cLihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu\u201d. Ia adalah utusan dari Allah untuk mempersiapkan Dia yang Diurapi, yakni Yesus Kristus, Sang Mesias. Gelar \u201cPembaptis\u201d yang diberikan kepadanya menunjuk pada pekerjaannya, yakni \u201cmembaptis\u201d orang-orang sebagai bentuk persiapan \u2013 dalam jalan pertobatan \u2013 bagi kedatangan Tuhan Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Apa yang menarik dari sosok Yohanes adalah bahwa ia menjadi titik perjumpaan Allah dan manusia. Artinya bahwa oleh karena pekerjaannya yang mempersiapkan jalan bagi Kristus, ia mengundang orang-orang Israel (dan juga dari bangsa lain) untuk melakukan pertobatan dan menerima pelayanan pembaptisannya. Yohanes mengantarkan orang-orang yang memiliki disposisi hati untuk bertobat sebagai persiapan diri mereka dalam menyambut kedatangan Allah, yang dalam arti khusus: menyambut kehadiran Allah dalam diri Yesus Kristus. Menjadi titik perjumpaan antara Allah dan manusia bukan berarti Yohanes menggantikan peran Kristus. Posisinya semakin menguatkan posisi Kristus sendiri, yakni sebagai Pengantara Utama antara Allah dan manusia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Merefleksikan kehadiran Yohanes Pembaptis, dengan pekerjaan dan fungsinya dalam menghadirkan diri sebagai orang yang mengarahkan jemaat kepada \u201cDia yang akan datang\u201d, mengundang kita untuk juga menyadari bahwa \u201cYohanes Pembaptis\u201d pun hadir dalam setiap pengalaman hidup. Pengalaman itu lebih tertuju pada pengalaman yang \u2013 bisa jadi \u2013 kurang atau tidak mengenakkan: ditolak, kesulitan mencari jalan keluar, hampir kehilangan asa dan lain sebagainya. Mari kita memandang itu semua tidak dengan \u201ckerangka kehilangan harapan\u201d. Seperti Yohanes Pembaptis yang menjadi titik yang mengarahkan dan bahkan membawa orang kepada Allah, bisa jadi bahwa pengalaman-pengalaman hidup yang tidak mengenakkan juga menjadi titik yang membawa kita kepada Allah. Menghadapi hidup yang kadang tidak mudah dengan pelbagai pengalaman sulit yang menyertai, sebenarnya semakin ingin mengatakan kepada kita bahwa \u201cTuhan ada bersama kita\u201d. Dia adalah Allah yang menyertai umat-Nya, Dia adalah Allah-Imanuel.&nbsp;Semoga Hati Kudus Yesus, memberkati perjuangan hidup kita. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus,&nbsp;semoga ibadat yang kami lakukan&nbsp;dalam perjalanan ziarah di dunia ini,&nbsp;kelak dapat menjadi anugerah penebusan kekal.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 lih. Titus 2:12-13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hendaklah kita hidup jujur dan saleh di dunia ini&nbsp;sambil menantikan dengan penuh harapan&nbsp;kedatangan Tuhan yang membahagiakan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa mahakudus,&nbsp;semoga ibadat yang kami lakukan ini&nbsp;membawa keselamatan bagi kami.&nbsp;Kiranya Engkau mengajar kami&nbsp;merindukan harta surgawi&nbsp;di tengah suka duka dunia ini.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 15 Desember 2022 oleh Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2022\/12\/14\/kamis-15-desember-2022-hari-biasa-pekan-iii-adven\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=28133-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_9064\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-28133-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=28133-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-15-Desember-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Jenli-Imawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Mazmur 119:151-152 Engkau sungguh dekat, ya Tuhan, dan segala jalan-Mu benar;&nbsp;sejak dulu aku tahu dari sabda-Mu, bahwa Engkau selalu besertaku. PENGANTAR: Bila para nabi membicarakan kasih setia Tuhan, maka sering&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-28133","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28133"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28134,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28133\/revisions\/28134"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}