{"id":27828,"date":"2022-11-11T14:41:20","date_gmt":"2022-11-11T07:41:20","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27828"},"modified":"2022-11-11T14:41:22","modified_gmt":"2022-11-11T07:41:22","slug":"jumat-11-november-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27828","title":{"rendered":"Jumat, 11 November 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabda Kehidupan<br>Jumat 11 November 2022<br>Lukas 17:26-27 (Luk 17:26-37)<br>&#8220;Sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua..&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa membayangkan bagaimana reaksi orang-orang sekitar yang melihat Nuh membangun bahtera pada zaman itu. Ia dianggap gila dan tidak waras. Selain musim panas, lokasinya juga jauh dari pantai. Mereka semua tidak menyadari akan datangnya air bah yang akan memusnahkan segala makhluk hidup di muka bumi. Ketika musibah air bah datang, barulah orang sadar apa yang terjadi namun sudah terlambat.<br>Musibah selalu ada di setiap masa. Cobid 19 yang tak kunjung selesai ini bagaikan air bah di jaman ini. Bersyukurlah kita yang tetap bersandar pada Tuhan, entah kita yang selamat maupun mereka yang telah pergi menghadap Tuhan, masih dapat melihat tangan Tuhan yang tak pernah meninggalkan kita. Karena itu Yesus mengingatkan kita melalui peristiwa air bah, jangan sampai orang terlena dengan rutinitas keseharian, melakukan apa saja yang menyenangkan dirinya, dan tidak sadar ada hal yang mesti dikerjakannya untuk Tuhan, ada tugas perutusan untuk melayani Tuhan, ada pekerjaan dan perjuangan iman untuk mencari kehendak Tuhan, melawan kejahatan, serta mengejar keselamatan kekal. Jangan sampai hari-hari lewat begitu saja tanpa membawa arti. Orang kerja asalan saja tanpa niat berbakti dan berkarya secara maksimal. Mari belajar dari Nuh, yang dikatakan gila karena membuat bahtera di musim panas, dan jauh dari pantai. Tuhan menyuruhnya untuk siap sedia, mengantisipasi datangnya hari Tuhan. Jangan takut dikatakan gila dan terlalu ideal karena rajin ke gereja dan setia berdoa dan tetap memperjuangkan kebenaran, mau berkorban untuk menolong orang lain di saat orang sibuk dengan diri sendiri. Hidup yang penuh makna karena dipersembahkan untuk Tuhan dan dibaktikan untuk kebaikan bersama, itulah bahagia kita. Saat Tuhan memanggil pulang, kita siap sedia selalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat hari Jumat, hari Yesus wafat untuk menghidupkan kita!&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanJumat 11 November 2022Lukas 17:26-27 (Luk 17:26-37)&#8220;Sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-27828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27828"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27829,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27828\/revisions\/27829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}