{"id":27542,"date":"2022-10-13T11:08:00","date_gmt":"2022-10-13T04:08:00","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27542"},"modified":"2022-10-13T11:13:38","modified_gmt":"2022-10-13T04:13:38","slug":"kamis-13-oktober-2022-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27542","title":{"rendered":"Kamis, 13 Oktober 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>===============<br>PEKAN BIASA XXVIII<\/p>\n\n\n\n<p>Kamis,<br>13 Oktober 2022<\/p>\n\n\n\n<p>Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD<\/p>\n\n\n\n<p>===============<br>BACAAN PERTAMA<\/p>\n\n\n\n<p>EFESUS<br>1: 1 &#8211; 10<\/p>\n\n\n\n<p>INJIL LUKAS<br>11: 47 &#8211; 54<\/p>\n\n\n\n<p>Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.&#8221; Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiriNya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancingNya, supaya mereka dapat menangkapNya berdasarkan sesuatu yang diucapkanNya.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">U: Terpujilah Kristus<\/h1>\n\n\n\n<p>SIRAMAN ROHANI<\/p>\n\n\n\n<p>KAMIS, 13 OKTOBER 2022<\/p>\n\n\n\n<p>RP FREDY JEHADIN, SVD<br>&nbsp;<br>Tema:<br>Jadilah Kunci Pengetahuan Bagi Sesama!<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 11: 47 &#8211; 54<br>&nbsp;<br>Saudara-saudari\u2026 Hari ini kita mendengar Yesus marah sekali dengan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Dia mengecam mereka dengan kata-kata yang keras bahkan menyakitkan, katanya: \u201cCelakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.\u201d Lukas 11: 47.&nbsp;&nbsp; Kata-kata ini tidak hanya bernada mengecam, namun juga ada nada mengutuk. Karena sesungguhnya sikap mereka tetap tidak beda dengan sikap nenek moyang mereka, yaitu menolak para nabi dan Mesias, yaitu Yesus Kristus. Orang Farisi dan ahli Taurat terang-terangan menolak Yesus Kristus dan berencana mau membunuhnya. Mereka tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias\/Tuhan. Karena penolakan akan Yesus Kristus, maka mereka pun harus siap menerima konsekwensinya. Konsekwensi menolak Yesus Kristus adalah kutukan, malapetaka di hari akhirat.<br>&nbsp;<br>Yesus juga katakan: \u201cCelakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha masuk ke dalam kamu halang-halangi.\u201d&nbsp; Lukas 11: 52<br>Menurut Yesus orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sama sekali tidak membantu orang untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Mereka sudah memiliki pengetahuan yang sangat baik akan Tuhan, mereka punya profesi yang sangat mendukung agar bisa menghantar orang dekat pada Tuhan. Kunci pengetahuan, mereka sudah ambil, tetapi sayang sekali bahwa kunci pengetahuan yang telah mereka ambil tidak mereka manfaatkan dengan baik, entah untuk kesucian diri mereka sendiri maupun untuk orang lain. Yesus marah dan mengecam mereka karena menurut pengamatan Yesus Kristus, ilmu yang mereka pelajari bukannya membantu orang tetapi sebaliknya mempersulit orang masuk ke dalam kerajaan surga. Tingkah-laku mereka ini sudah mendatangkan malapetaka bagi diri mereka sendiri dan bagi orang yang mengikuti ajaran mereka.<br>&nbsp;<br>Saudara-saudari\u2026 Pada suatu kesempatan saya mengikuti pertemuan di kota Roma. Beberapa pembicara waktu itu datang dari Vatican. Satu topik yang dibahas pada waktu itu adalah Hendaklah ilmu yang diajar kepada para seminaris sudah menjadi bagian dari spiritualitas para pengajarnya.&nbsp; Kalau ngajar Teologi, hendaklah ilmu yang diajar itu sudah menjadi bagian dari spiritualitas pengajarnya, bukan hanya mentransferkan ilmunya saja sementara isinya tidak dihayati dan diamalkan dalam hidup. Pengajar harus menjadi saksi dari ilmu yang diajarkannya. Ini satu tantangan bagi para dosen\/guru. Mengajar apa yang diimani dan hayati apa yang diajarkan. Kalau kita sanggup menjalankan hal ini, itu berarti kita sudah menjadi kunci pengetahuan bagi sesama dan bisa membantu sesama untuk semakin dekat dengan Tuhan.<br>&nbsp;<br>Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menjadi kunci pengetahuan iman bagi sesama? Bagaimana penghayatan dan pengamalan iman kita?<br>&nbsp;<br>Kita berdoa semoga Tuhan membantu kita agar kita bisa menjadi kunci dan penyalur pengetahuan Tuhan kepada sesama sehingga dengan demikian semakin banyak orang mengetahui dan mengenal Dia.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp;<br>Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>===============PEKAN BIASA XXVIII Kamis,13 Oktober 2022 Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD ===============BACAAN PERTAMA EFESUS1: 1 &#8211; 10 INJIL LUKAS11: 47 &#8211; 54 Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20,19],"tags":[],"class_list":["post-27542","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text","category-renungan-video","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27542"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27542\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27543,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27542\/revisions\/27543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}