{"id":27286,"date":"2022-09-12T21:49:52","date_gmt":"2022-09-12T14:49:52","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27286"},"modified":"2022-09-12T21:49:53","modified_gmt":"2022-09-12T14:49:53","slug":"selasa-13-september-2022-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27286","title":{"rendered":"Selasa, 13 September 2022"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Yeh 34:11.23-24<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda, \u201cAku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada orang yang sulit mengungkapkan isi hatinya, tak mampu memberi penerangan yang jelas. Rupayanya hal itu tidak dialami oleh Yohanes Krisostomus. Dengan lancar dan jelas ia memberikan penerangan. Dialah orang yang \u201cbermulut kencana\u201d. Bakat ini didukung oleh pengetahuan tentang Kitab Suci, menjadikan dia imam yang berwibawa. Sebagai batrik di Konstantinopel digunakannya kefasihan berbicara itu guna menentang korupsi di istana. Tetapi ia malahan dibuang dan meninggal akibat kelelahan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa, keteguhan umat,&nbsp;Engkau telah menganugerahkan kefasihan lidah kepada uskup-Mu Santo Yohanes Krisostomus dan menguatkannya ketika dianiaya.&nbsp;Semoga kami dibimbing oleh pengajarannya dan dikuatkan oleh contoh ketabahan hatinya.&nbsp;Demi Yesus Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 12:12-14.27-31a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cKalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing anggotanya.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, sebagaimana tubuh itu satu, meskipun anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh, entah kita orang Yahudi, entah bukan Yahudi, entah budak, entah orang merdeka. Sebab tubuh tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota. Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menentukan beberapa orang di dalam jemaat; pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menentukan mereka yang mendapat kurnia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berbicara dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berbicara dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Maka berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang utama.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 100:2.3.4.5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Beribadahlah kepada Tuhan dalam sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!<\/li><li>Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.<\/li><li>Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, daan pujilah nama-Nya!<\/li><li>Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Luk 7:16)&nbsp;<em>Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 7:11-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cHai pemuda, bangkitlah!\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, \u201cJangan menangis!\u201d Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, \u201cHai Pemuda, aku berkata kepadamu, bangkitlah!\u201d Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, \u201cSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,\u201d dan \u201cAllah telah mengunjungi umat-Nya.\u201d Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Selasa 13 September 2022 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia. Hari ini bertepatan dengan peringatan Santo Yohanes Krisostomus. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas 7:11-17<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: \u201cJangan menangis!\u201d Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata, \u201cHai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!\u201d Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata \u201cSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,\u201d dan \u201cAllah telah melawat umat-Nya.\u201d Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/i terkasih dalam Tuhan, perikopa yang baru saja kita dengarkan hanya dapat ditemukan dalam Injil Lukas. Salah satu kisah yang dibingkai dengan sikap belaskasih sehingga menggetarkan hati pembacanya. Belaskasih hendak ditampilkan sebagai penggerak yang membuat Tuhan Yesus melakukan karya baik kepada manusia. Dengan kata lain, belaskasih menjadi identitas Yesus yang mudah tertangkap oleh keadaan dan situasi manusia. Dalam kisah ini, belaskasih Allah menjamah sosok perempuan yang statusnya janda dan ditinggal meninggal anak satu-satunya. Kondisi dan situasi perempuan inilah yang membuat belaskasih tersebut terungkap dalam mukzizat Yesus yang membangkitkan anak tunggal yang sudah meninggal tersebut.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/i yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kita sebagai manusia statusnya juga tidak kalah menyedihkan dibandingkan perempuan tadi. Kita sering jatuh dalam lembah dosa dengan pikiran, perkataan, dan tindak-tanduk sehari-hari. Pada kondisi ini pulalah belaskasih Allah menangkap kita sehingga status kita dipulihkan untuk tetap menjadi ahli waris Kerajaan Surga. Oleh karena kita sudah menerima belaskasih yang sedemikian besar, kita berusaha untuk membagikan belaskasih tersebut kepada sesama. Dengan begitu, banyak orang akan berkata, \u201cnabi-nabi belaskasih sungguh hadir di dunia ini.\u201d Hal ini menjadi kesaksian dan pewartaan bahwa saya sungguh murid dari Kristus Sang Belaskasih.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/i yang baik, semoga belaskasih juga menjadi identitas kita masing-masing supaya karya-karya baik yang terjadi dalam perikopa hari ini, juga mampu dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa menyemangati kita untuk setia mewujudnyatakan sikap belaskasih sehingga kehadiran Allah sungguh nyata dalam hidup anda dan saya serta pribadi-pribadi yang tersentuh belaskasih. Tuhan memberkati. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa yang mahamurah,&nbsp;terimalah kiranya persembahan ini yang kami unjukkan dengan rela hati pada peringatan Yohanes Krisostomus.&nbsp;Semoga kami seturut nasihatnya memuji Engkau dan menyerahkan diri seutuhnya kepada-Mu.&nbsp;Demi Yesus Kristus,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013Yoh 15:16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bukannya kalian yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kalian.&nbsp;Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan agar hasilmu tinggal tetap.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang maharahim,&nbsp;kami telah menyambut tubuh dan darah Kristus pada peringatan Santo Yohanes Krisostomus.&nbsp;Semoga sakramen ini memperteguh kami dalam cinta kasih-Mu serta menjadikan kami saksi-saksi setia Injil-Mu.&nbsp;Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 13 September 2022 oleh Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2022\/09\/12\/selasa-13-september-2022-peringatan-wajib-st-yohanes-krisostomus-uskup-dan-pujangga-gereja\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=27286-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Santo Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yohanes lahir di Antiokia, Syria antara tahun 344 dan 354 dari sebuah keluarga bangsawan. Ayahnya Secundus, seorang bangsawan di Antiokia dan komandan pasukan berkuda kerajaan. Ibunya, Anthusa, seorang ibu yang baik. Yohanes dididiknya dalam tata cara hidup yang sesuai dengan kebangsawanan mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika berusia 20 tahun, Yohanes belajar retorika (ilmu pidato) di bawah bimbingan Libanius, seorang ahli pidato yang terkenal pada masa itu. Libanius bangga akan kepintaran dan kefasihan Yohanes. Sekitar umur 20-an tahun, Yohanes baru dipermandikan menjadi Kristen. Kemudian bersama beberapa orang temannya, ia mendalami cara hidup membiara dan belajar teologi di bawah bimbingan Diodorus dari Tarsus, seorang pemimpin Sekolah Teologi Antiokia. Setelah itu, selama 6 tahun ia hidup menyendiri sebagai rahib di pegunungan Antiokia. Sekembalinya ke kota, Yohanes ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Meletius dan pada tahun 386 ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Flavian I dari Antiokia. Ia ditugaskan mewartakan Injil di Antiokia. Keahliannya berpidato dimanfaatkannya dengan baik untuk menyampaikan ajaran Tuhan kepada umatnya. Kotbahnya menarik dan mendalam. Ia menguraikan makna Kitab Suci dengan menerangkan arti setiap teks Kitab Suci bagi kehidupan. Semenjak itu, Yohanes menjadi seorang imam yang populer di kalangan umat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sepeninggal Nectarius, Patriark Konstantinopel, pada tahun 397 Yohanes dipilih sebagai Uskup Konstantinopel. Pada masa itu, hidup susila penduduk kota sangat merosot. Hal ini mendesak dia untuk melancarkan pembaharuan hidup moral di seluruh kota dan di kalangan rohaniwan-rohaniwan. Kepandaiannya berpidato dimanfaatkannya untuk melancarkan pembaharuan itu. Kotbahnya sungguh tepat dan mengena, tegas dan terus-terang. Sabda Tuhan diterapkannya secara tepat sesuai situasi kehidupan susila umat. Oleh karena itu, ia dibenci oleh pembesar-pembesar kota dan uskup lainnya. Program pembaharuannya ditantang keras. Dalam suatu sinode di Oak, sebuah desa di Kalsedon, ia dikucilkan oleh uskup-uskup lainnya. Tetapi tak lama kemudian ia dipanggil kembali karena reaksi keras dari seluruh umat yang sayang kepadanya. Pada tanggal 9 Juni 404, sekali lagi ia diasingkan karena kritikannya yang pedas terhadap Kaisar (wanita) Eudoxia dan pembantu-pembantunya. Banyak penderitaan yang dia alami dalam pengasingan itu. Di sana ia meninggal dalam kesengsaraan sebagai saksi Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yohanes dikenal sebagai seorang uskup yang saleh. Kotbah dan tulisan-tulisannya sangat berbobot dan menjadi saksi akan kefasihannya dalam berbicara. Oleh karena itu, ia dijuluki \u201cKrisostomus\u201d yang artinya \u201cSi Mulut Emas.\u201d Dalam kotbah dan tulisan-tulisannya dapat terbaca keprihatinan utama Krisostomus pada masalah keadilan dan penerapan ajaran Kitab Suci, baik oleh umat maupun oleh rohaniwan-rohaniwan.<\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_9875\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-27286-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=27286-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-13-September-2022-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Yeh 34:11.23-24 Tuhan bersabda, \u201cAku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.\u201d PENGANTAR: Ada orang yang sulit mengungkapkan isi hatinya, tak mampu memberi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-27286","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27286"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27287,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27286\/revisions\/27287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}