{"id":27206,"date":"2022-09-03T13:59:14","date_gmt":"2022-09-03T06:59:14","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27206"},"modified":"2022-09-03T13:59:15","modified_gmt":"2022-09-03T06:59:15","slug":"sabtu-03-september-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27206","title":{"rendered":"Sabtu, 03 September 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabda Kehidupan<br>Sabtu 03 September 2022<br>Lukas 6:5 (Luk 6:1-5)<br>&#8220;Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus tidak melarang murid-muridNya memetik gandum dan memakannya pada hari Sabat. Bukannya maksud Yesus melanggar aturan mengenai hari Sabat tapi agar aturan itu dijalankan atas dasar kemurnian dan ketulusan hati bukan atas dasar legalisme sempit, asal menjalankan aturan. Menolong sesama untuk memenuhi kebutuhan utamanya demi bertahan hidup menjadi prinsip keutamaan dalam hidup. Setiap hari diciptakan Tuhan untuk kita dapat mengisi hidup dengan melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Berbakti kepadaNya dengan segenap hati dan menjalankan keutamaan-keutamaan hidup atas dasar cinta kasih kepada sesama. Legalisme sempit atau sekedar menjalankan aturan tanpa memahami makna di balik aturan itu ditetapkan, justru menghilangkan makna aturan itu. Yesus menghendaki kita menjadi orang yang merdeka, punya prinsip dalam menjalani hidup, terutama dalam mewujudkan prinsip cintakasih dan ketulusan hati. Setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk berbakti kepada Allah dan menolong orang yang membutuhkan pertolongan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat berakhir pekan, tetaplah menjadi saluran berkat Tuhan.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSabtu 03 September 2022Lukas 6:5 (Luk 6:1-5)&#8220;Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.&#8221; Yesus tidak melarang murid-muridNya memetik gandum dan memakannya pada hari Sabat. Bukannya maksud Yesus melanggar aturan mengenai hari Sabat tapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-27206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27206"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27206\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27207,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27206\/revisions\/27207"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}