{"id":27160,"date":"2022-08-29T13:31:40","date_gmt":"2022-08-29T06:31:40","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27160"},"modified":"2022-08-29T13:31:42","modified_gmt":"2022-08-29T06:31:42","slug":"senin-29-agustus-2022-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27160","title":{"rendered":"Senin, 29 Agustus 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>===============<br>PESTA WAJIB<br>WAFATNYA ST. YOHANES PEMBAPTIS MARTIR<\/p>\n\n\n\n<p>Senin,<br>29 Agustus 2022<\/p>\n\n\n\n<p>Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD<\/p>\n\n\n\n<p>===============<br>BACAAN PERTAMA:<\/p>\n\n\n\n<p>YEREMIA<br>1: 17 &#8211; 19<\/p>\n\n\n\n<p>INJIL MARKUS<br>6: 17 &#8211; 29<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: &#8220;Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!&#8221; Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: &#8220;Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!&#8221;, lalu bersumpah kepadanya: &#8220;Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!&#8221; Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: &#8220;Apa yang harus kuminta?&#8221; Jawabnya: &#8220;Kepala Yohanes Pembaptis!&#8221; Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: &#8220;Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!&#8221; Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">U: Terpujilah Kristus<\/h1>\n\n\n\n<p>SIRAMAN ROHANI<\/p>\n\n\n\n<p>SENIN,<br>29 AGUSTUS 2022<\/p>\n\n\n\n<p>RP FREDY JEHADIN, SVD<br>&nbsp;<br>Tema:<br>Jangan Takut Promosikan Kebenaran Dan Keadilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Markus<br>6: 17 &#8211; 29<br>&nbsp;<br>Saudara-saudari\u2026 Hari ini kita memperingati wafatnya Santo Yohanes Pembaptis. Ia mati dibunuh oleh Herodes. Kemartiran Yohanes berkaitan erat dengan teguran pedasnya kepada Raja Herodes, yang memperistrikan Herodias, istri Filipus, saudaranya secara tidak sah. Herodes marah dan mencampakan Yohanes ke dalam penjara. Herodias pun marah dan tak henti-hentinya mencari kesempatan untuk membunuh Yohanes. Kesempatan emas itu akhirnya tiba juga. Herodes mengadakan jamuan makan untuk para petinggi kerajaannya di seluruh Galilea pada hari ulang tahun kelahirannya. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Herodias untuk melaksanakan niat jahatnya atas diri Yohanes. Ia menyuruh puterinya menari di hadapan para tamu. Tariannya sungguh menawan hati para tamu yang sudah mulai mabuk itu. Herodes bangga dan gembira menyaksian tarian yang dibawakan oleh Puteri Herodias. Terdorong oleh kebanggaannya itu, Herodes berkata kepada gadis itu: \u201cMintalah kepadaku apa saja seturut kehendakmu. Aku akan memberikannya kepadamu.\u201d (Mrk 6: 22). &nbsp;Herodes bahkan bersumpah di hadapan para tamu: \u201cApa saja yang kauminta, akan kuberikan, sekalipun separuh dari kerajaanku.\u201d Mrk 6: 23. Gadis itu tidak tahu apa yang harus dimintanya. Karena itu ia berlari kepada ibunya, Herodias untuk memintai pendapatnya. Tanpa banyak pikir, Herodias berkata: \u201cKepala Yohanes Pembaptis!\u201d Mrk 6: 24.&nbsp; Gadis itu segera menghadap Herodes dan berkata: \u201cBerikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di dalam sebuah talam.\u201d Mrk 6: 25.&nbsp; Herodes sedih tetapi karena sumpahnya dan karena malu kepada tamunya, ia segera memerintah pengamal-pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes pada hari itu juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari\u2026 Kisah kematian Yohanes sesungguhnya mengingatkan kita akan beberapa hal penting.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Bagi pejuang keadilan dan kebenaran harus selalu siap menerima resiko. Ia akan dimusuhi oleh kelompok yang anti kejujuran dan kebenaran. Malah sampai pada titik yang paling buruk, yaitu siap akan dilenyapkan. Yang menariknya bahwa mereka yang sudah dipanggil menjadi nabi kebenaran dan keadilan, mereka sama sekali tidak pernah takut menghadapi ancaman fisik. Roh kebenaran dan keadilan sudah menjiwai hidupnya dan apa pun yang terjadi, mereka tetap maju bahkan siap mati demi kebenaran dan keadilan.<\/li><li>Bagi yang ditegur karena perbuatan jahatnya ada dua kelompok.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Kelompok pertama:<br>ia menerima teguran itu sebagai sesuatu yang positip. Teguran itu diterimanya. Orangnya bertobat dan kembali memperbaiki diri. Kita ingat Raja Daud yang ditegur oleh Natan, sewaktu ia mengambil Betsyeba, istri Uria, menjadi istrinya. 2 Samuel 12:1-25.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok kedua: Orang tidak menerima teguran. Sebaliknya tetap melakukan kejahatan. Bagi kelompok ini, dosa selalu menuntun orangnya dari satu kejahatan ke kejahatan yang lain sampai pada akhirnya ia mati dalam kejahatan, tanpa pertobatan.<br>&nbsp;<br>Marilah saudara \u2013 saudari\u2026 Kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu sanggup mempromosikan kebenaran dan keadilan dalam hidup kita. Dan kalau kita ditegur karena kesalahan dan kekurangan kita, terimalah teguran itu dengan penuh sukacita karena teguran itu sesungguhnya mau membantu kita agar kita berkembang menjadi pengikut Kristus yang sejati.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>===============PESTA WAJIBWAFATNYA ST. YOHANES PEMBAPTIS MARTIR Senin,29 Agustus 2022 Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD ===============BACAAN PERTAMA: YEREMIA1: 17 &#8211; 19 INJIL MARKUS6: 17 &#8211; 29 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20,19],"tags":[],"class_list":["post-27160","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text","category-renungan-video","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27161,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27160\/revisions\/27161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}