{"id":27132,"date":"2022-08-26T11:20:33","date_gmt":"2022-08-26T04:20:33","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27132"},"modified":"2022-08-26T11:21:45","modified_gmt":"2022-08-26T04:21:45","slug":"jumat-28-agustus-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27132","title":{"rendered":"Jumat, 26 Agustus 2022"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">===============<br>PEKAN BIASA XXI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumat,<br>26 Agustus 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">===============<br>BACAAN PERTAMA:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1 Korintus<br>1: 17 &#8211; 25<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">INJIL MATIUS<br>25: 1 &#8211; 13<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah Sabda Tuhan<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">U: Terpujilah Kristus<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SIRAMAN ROHANI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JUMAT,<br>26 AGUSTUS 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP FEREDY JEHADIN, SVD<br>&nbsp;<br>Tema:<br>Ikutilah Contoh Hidup Wanita Bijaksana!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matius<br>25: 1 &#8211; 13<br>&nbsp;<br>Saudara-saudari\u2026. Injil hari ini menceriterakan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis yang bodoh. Apa yang membuat lima gadis itu bijaksana dan limanya bodoh? Alasannya karena perbedaan konsep. Yang bijaksana berpikir bahwa pengantin pria akan datang kapan saja, pada waktu yang tidak bisa diprediksi. Sementara gadis yang bodoh sangat yakin bahwa pengantin pria tidak akan datang pada waktu malam, karena itu tidak perlu menyiapkan minyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara-saudari\u2026 Firman Tuhan pada hari ini sesungguhnya mau mengajak kita untuk menjadi pribadi-pribadi bijaksana dan selalu berjaga-jaga. Orang \u2013 orang yang bijaksana digambarkan oleh Yesus dalam Injil seperti gadis \u2013 gadis pintar yang membawa pelita untuk menyongsong mempelai laki-laki. Gadis-gadis itu membawa persediaan minyak yang cukup sehingga pelitanya tetap menyala. Meskipun harus menunggu, pelita mereka tetap menyala ketika mempelai laki-laki itu datang. Karenanya mereka boleh masuk untuk mengikuti perjamuan bersama sang mempelai laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita juga diajak untuk seperti gadis-gadis bijaksana tersebut. Sebagai seorang beriman, kita harus selalu membawa minyak. Artinya selalu mempunya iman yang tampak dalam semangat kekuatan, dan harapan yang selalu hidup. Di samping itu, kita juga diajak untuk memikirkan dan mengusahakan kehidupan kekal dengan mengumpulkan harta surgawi, sehingga kita boleh masuk dalam kerajaanNya yang kekal, seprti gadis-gadis yang bijaksana itu.&nbsp; Lampu iman kita harus selalu diisi dan diperkuat dengan doa-doa, perbuatan amal dan penerimaan sakramen-sakramen seperti sakramen Ekaristi (Tubuh dan Darah Kristus), Sakramen Pengakuan Dosa, dan Sakramen Pengurapan orang sakit. Sarana kekudusan ini adalah minyak iman yang akan membuat lampu iman kita tetap bernyala. Kalau itu semua selalu ada bersama kita maka kita pasti akan masuk bersama Tuhan di saat Dia datang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita berdoa semoga contoh hidup gadis bijaksana dalam Injil hari ini selalu menjadi inspirasi hidup kita sehingga di saat Tuhan datang kita siap masuk bersamaNya ke dalam Tempat Perjamuan Abadi. Dan semoga Tuhan senantiasa menggerakan hati dan pikiran kita untuk selalu menyiapkan sarana kekudusan sehingga minyak iman kita selalu tersedia sehingga lampu iman kita pun tetap bernyala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita mohon Bunda Maria untuk senantiasa mendoakan kita. Amen!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>===============PEKAN BIASA XXI Jumat,26 Agustus 2022 Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD ===============BACAAN PERTAMA: 1 Korintus1: 17 &#8211; 25 INJIL MATIUS25: 1 &#8211; 13 &#8220;Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20,19],"tags":[],"class_list":["post-27132","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text","category-renungan-video","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27132"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27134,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27132\/revisions\/27134"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}