{"id":27118,"date":"2022-08-24T09:43:44","date_gmt":"2022-08-24T02:43:44","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27118"},"modified":"2022-08-24T09:43:45","modified_gmt":"2022-08-24T02:43:45","slug":"rabu-24-agustus-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27118","title":{"rendered":"Rabu, 24 Agustus 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabda Kehidupan<br>Rabu 24 Agustus 2022<br>Pesta St Bartolomeus Rasul<br>Yoh 1:47b-49 (Yoh 1:45-51)<br>Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; Kata Natanael kepada-Nya: &#8220;Bagaimana Engkau mengenal aku?&#8221; Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.&#8221; Kata Natanael kepada-Nya: &#8220;Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus adalah Tuhan dan Guru yang sejati. Ia sungguh mengenal secara pribadi dan mendalam siapakah murid-muridNya. Pengenalan Yesus akan Natanael (dikenal dengan nama Latin: Bartolomeus), jauh lebih dalam dari Natanael mengenal dirinya sendiri. Yesus mampu melihat figur seorang Israel sejati dalam dirinya, sementara Natanael sendiri mungkin ragu akan dirinya. Sama halnya ketika Yesus melihat batu karang yang kokoh dalam diri Simon dan memanggilnya Petrus. Simon yang mulanya lemah dan suka menyangkal, pada akhirnya menjadi Petrus, batu krang yang kokoh, berani dan pewarta ulung tanpa keraguan. Demikianlah Yesus selalu memandang seseorang, kita semua, secara mendalam. Tidak hanya sejauh jangkauan mata tapi jauh ke dalam hati. Yesus sang Guru selalu melihat apa yang sejati dalam diri seseorang. Ia menarik kesejatian itu keluar agar orang itu menjadi seorang citra Allah yang sejati. Itulah arti sebenarnya dari pendidikan (dari bahasa Latin educare yang terdiri dari kata e=keluar; ducare=menarik). Pendidikan berarti menarik keluar semua potensi seseorang, semua kesejatian dalam dirinya, agar ia tumbuh menjadi seperti itu. Sebagaimana emas yang ditempa menjadi emas murni. Itulah proses pembentukan atau pendidikan seumur hidup (lifelong education).<br>Yesus mengenal segala yang baik dan potensial dalam diri kita. Jangan ragu dengan diri sendiri karena sebagai sahabatNya, Yesus mampu mengangkat kita bahkan jauh melampaui yang kita bayangkan.<br>\u201dBentuklah aku ya Tuhan sesuai rancanganMu, bantulah aku mengembangkan apa yang sejati dalam diriku dan mempersembahkan yang terbaik dalam diriku untuk kemuliaan namaMu. Biarlah seumur hidupku aku dapat berbuah bagi kerajaan Allah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat hari baru. Mari terus memberi diri dibentuk oleh Tuhan.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanRabu 24 Agustus 2022Pesta St Bartolomeus RasulYoh 1:47b-49 (Yoh 1:45-51)Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; Kata Natanael kepada-Nya: &#8220;Bagaimana Engkau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-27118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27119,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27118\/revisions\/27119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}