{"id":27104,"date":"2022-08-23T14:01:31","date_gmt":"2022-08-23T07:01:31","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27104"},"modified":"2022-08-23T14:01:33","modified_gmt":"2022-08-23T07:01:33","slug":"selasa-23-agustus-2022-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=27104","title":{"rendered":"Selasa, 23 Agustus 2022"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">===============<br>PEKAN BIASA XXI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selasa,<br>23 Agustus 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">===============<br>BACAAN PERTAMA:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2 Tesalonika<br>2: 1 &#8211; 3a. 13b &#8211; 17<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">INJIL MATIUS<br>23: 23 &#8211; 26<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah Sabda Tuhan<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">U: Terpujilah Kristus<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SIRAMAN ROHANI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SELASA,<br>23 AGUSTUS 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP FREDY JEHADIN, SVD<br>&nbsp;<br>Tema:<br>Prioritaskan Keadilan, Belas Kasih Dan Kesetiaan!&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br>Matius<br>23: 23 &#8211; 26<br>&nbsp;<br>Saudara-saudari\u2026 Dalam Injil hari ini, Yesus kembali mengeritik ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena mereka mengetahui banyak tentang isi Kitab Taurat, tetapi mereka tidak melakukan apa yang mereka ketahui tentang itu. Bahkan isi Kitab Taurat yang terpenting pun, yaitu tentang keadilan, belaskasih, dan kesetiaan tidak mereka lakukan. Kata Yesus kepada mereka: \u201cYang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu keadilan, dan belaskasihan dan kesetiaan.\u201d Matius 23: 23. Mereka hanya mengajarkan dan melakuakn hal-hal yang mendatangkan keenakan, kenyamanan, dan keutungan bagi hidup mereka sendiri. \u201c persepuluhhan dari selasih, adas manis, dan jintan kalian bayar\u2026 nyamuk kalian tepiskan dari minuman tetapi unta di dalamnya kalian telan.\u201d (bdk Mt 23:23-24). Mereka mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi dalam diri mereka masih banyak hal-hal kotor yang tidak pernah mereka bersihkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk hidup secara bijak. Yesus tidak menghendaki kita hidup munafik. Menurut nasihat Paus Fransiskus, orang munafik adalah orang yang membuat skandal dalam Gereja. Mengapa, karena mereka ingin mengejar kepentingan diri sendiri. Mengelabui sesama demi kepentingan diri sendiri. Tuhan tidak menghendaki sikap seperti ini. Tuhan menghendaki sikap bijak, adil, belaskasihan dan kesetiaan. Tuhan menghendaki ketulusan dan kejujuran. Hal-hal yang paling penting dalam hidup yang berdampak kekal harus diprioritaskan. Sebagai orang beriman, yang paling penting dalam hidup adalah iman, kasih dan harapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga hal ini harus selalu kita wujud-nyatakan lewat perbuatan harian kita karena ketiganya bersifat kekal. Maksudnya, kalau kita selalu hidup sesuai dengan ajaran iman kita pasti kita akan memperoleh keselamatan; kalau kita selalu wujud-nyatakan kasih kepada sesama maka perbuatan amal kita akan mendatangkan keselamatan bagi kita; kalau kita selalu bergantung dan berharap pada Tuhan dengan penuh iman, maka Tuhan pasti akan selamatkan kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah saudara-saudari\u2026&nbsp; Sebagai orang beriman kita sudah belajar dan tahu banyak tentang ajaran iman kita. Semoga ajaran dan pengetahuan yang sudah kita dengar dan pelajari kita hayati dan amalkan dalam hidup harian kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita prioritaskan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Kalau hal ini dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata maka Yesus akan menempatkan kita di sisi kananNya dalam kerajaan surga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita mohon Bunda Maria untuk senantiasa mendoakaan kita. Amen!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>===============PEKAN BIASA XXI Selasa,23 Agustus 2022 Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD ===============BACAAN PERTAMA: 2 Tesalonika2: 1 &#8211; 3a. 13b &#8211; 17 INJIL MATIUS23: 23 &#8211; 26 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20,19],"tags":[],"class_list":["post-27104","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text","category-renungan-video","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27105,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27104\/revisions\/27105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}