{"id":26918,"date":"2022-08-01T15:14:04","date_gmt":"2022-08-01T08:14:04","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26918"},"modified":"2022-08-02T21:52:15","modified_gmt":"2022-08-02T14:52:15","slug":"senin-01-agustus-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26918","title":{"rendered":"Senin, 01 Agustus 2022"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Senin 01 Agustus 2022<br>Matius 14:19 (Mat 14:13-21)<br>Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mujizat perbanyakan roti ini dikisahkan oleh semua Penginjil. Matius (14:13-21), Markus (6:30-44), Lukas (9:10-17) dan Yohanes (6:1-15). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya roti ini dalam pewartaan Yesus. Dikisahkan dalam Injil bahwa Yesus lahir di Betlehem. Kata Betlehem dalam bahasa Ibrani terdiri dari 2 kata: bait dan lehem, artinya rumah roti. Tentu nama Betlehem ada kaitannya dengan Yesus yang mewartakan kabar gembira kedatanganNya sebagai Roti Hidup yang turun dari surga. Bila dikaitkan dengan turunnya \u201cmanna\u201d atau roti dari langit ketika umat Israel berada di padang gurun menuju tanah terjanji, maka datangnya Sang Roti Hidup dari surga adalah pemenuhan karya keselamatan Allah dalam diri Yesus.<br>Menarik bahwa mujizat perbanyakan roti dimulai dari temuan 5 roti dan 2 ikan yang berasal dari seorang anak kecil. Katakanlah namanya, \u201cRoti Boy\u201d, atau anak pembawa roti. Maka jika kita kaitkan dengan pemaknaan roti sebagai tubuh Kristus waktu perjamuan malam terakhir, kita dapat melihat relevansinya dengan tugas perutusan kita untuk membawa Kristus atau menjadi saksi dan pewarta Kristus dalam hidup kita. Itu berarti kita menjadi pembawa Kristus atau Christo-forus dalam bahasa Latin, dan dalam bahasa \u201cprokem\u201d menjadi Roti Boy atau Roti Girl. Kalau begitu dapat kita katakan bahwa hingga kinipun mujizat perbanyakan roti senantiasa terjadi, karena akan selalu ada \u201cRoti Hidup\u201d yakni Yesus sendiri yang dibawa murid-murid Yesus dalam hatinya, sebagai saksi Kristus yang datang untuk menjadi santapan jiwa kita. Terutama sesudah kita sendiri menyantap Tubuh Kristus dalam Ekaristi kudus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat Senin, Yesus andalan kita, santapan jiwa kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSenin 01 Agustus 2022Matius 14:19 (Mat 14:13-21)Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20,19],"tags":[],"class_list":["post-26918","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text","category-renungan-video","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26918"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26919,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26918\/revisions\/26919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}