{"id":26878,"date":"2022-07-27T20:54:12","date_gmt":"2022-07-27T13:54:12","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26878"},"modified":"2022-07-27T20:54:14","modified_gmt":"2022-07-27T13:54:14","slug":"rabu-27-juli-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26878","title":{"rendered":"Rabu, 27 Juli 2022"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RENUNGAN HARIAN EMBUN SABDA, 27 Juli 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rabu Pekan Biasa XVII<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna Liturgi: Hijau<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan I<br>Yer 15:10.16-21<br>Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan?<br>Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikau<br>menjadi pelayan di hadapan-Ku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan dari Kitab Yeremia:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada waktu itu Yeremia mengeluh,<br>&#8220;Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau telah melahirkan daku.<br>Sebab aku seorang yang menjadi buah perbantahan<br>dan buah percederaan bagi seluruh negeri.<br>Padahal aku tidak menghutangkan<br>dan tidak pula berhutang kepada siapa pun.<br>Namun mereka semua mengutuki aku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila aku menemukan sabda-Mu, maka aku menikmatinya.<br>Sabda-Mu itu menjadi kegirangan bagiku<br>dan menjadi kesukaan hatiku.<br>Sabda nama-Mu telah diserukan atasku,<br>ya Tuhan, Allah semesta alam.<br>Tidak pernah aku duduk bersenang-senang<br>dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau.<br>Karena tekanan tangan-Mu aku duduk seorang diri,<br>sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.<br>Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan,<br>dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan?<br>Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku,<br>air yang tidak dapat dipercaya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka Tuhan menjawab, &#8220;Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku.<br>Dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku.<br>Biarpun mereka akan kembali kepadamu,<br>namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.<br>Terhadap bangsa ini<br>Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari perunggu.<br>Mereka akan memerangi engkau,<br>tetapi tidak akan mengalahkan dikau.<br>Sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan dikau,&#8221;<br>demikianlah sabda Tuhan.<br>&#8220;Aku akan melepaskan dikau dari tangan orang-orang jahat,<br>dan membebaskan dikau dari genggaman orang-orang lalim.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah sabda Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan Injil<br>Mat 13:44-46<br>Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak,<br>&#8220;Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang,<br>yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.<br>Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah sabda Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">EMBUN SABDA:<br>&#8220;KERAJAAN SURGA ITU &#8216;MAHAL&#8217;.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Shalom salam damai Sejahtera saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, senang berjumpa kembali dengan anda dalam permenungan harian Sabda Tuhan, Embun Sabda, Rabu, 27 Juli 2022. Semoga anda sehat, tetap semangat, tetap tersenyum dan tetap berpengharapan pada Tuhan Yesus. Anda selalu dalam lindungan Kasih Tuhan. Buat saudara dan saudariku yang sakit, dalam Nama Tuhan Yesus, anda sembuh. Saya ajak anda merenungkan:<br>&#8220;KERAJAAN SURGA ITU &#8216;MAHAL&#8217;.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, hari ini dalam Injil, dua perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Surga, menggambarkan dengan jelas betapa berharganya Kerajaan Surga itu. Apa maksud Yesus dengan hal ini? Atau apa yang bisa kita petik dari ini?<br>Beberapa nilai atau pesan penting:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1) Memiliki Kerajaan Surga adalah menyangkut Panggilan. Orang orang yang memiliki Kerajaan Surga adalah orang orang yang terpanggil. Orang orang yang dipanggil oleh Tuhan sendiri. Itu berarti dipilih oleh Tuhan. Itu berarti memiliki Kerajaan Surga itu adalah sebuah karunia atau sebuah anugerah. Itu berarti hal ini harus disyukuri setiap saat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2) Karena hal memiliki Kerajaan Surga itu sebuah panggilan yang datang dari Karunia Allah semata, maka Kerajaan Surga itu tak bernilai, sangat berharga, &#8220;mahal&#8221;. Karena itu kalau sudah dikaruniakan Kerajaan Surga, maka harus dijaga, harus dipelihara. Dan dalam menjaga serta memelihara haruslah ada: Iman Kepercayaan, Cinta, Kasih, Kerendahan Hati, Ketulusan, Kesetiaan dan Komitmen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3) Disamping itu, setiap kita yang dianugerahkan Kerajaan Surga itu, harus siap mengorbankan segalanya untuk Kerajaan Surga, untuk nilai nilai Kerajaan Surga, supaya kita terus memilikinya, tidak terlepas dari genggaman kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara dan saudariku, nilai nilai Kerajaan Surga, kita selalu dengarkan dan baca lewat Firman Tuhan yang menemani kita setiap hari orang orang terpanggil dan terpilih ini. Marilah kita terus setia. Marilah kita terus menjadi penyebar dan pewarta Kerajaan Surga dengan menjadi pelaksana nilai nilainya dalam hidup sehari hari. Tidak mudah memang. Tapi dengan kasih karunia Tuhan, kita dimampukan. Amin. Semoga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DOA:<br>Tuhan Yesus terima kasih dan syukur atas karuniaMu buat kami sehingga kami bisa memiliki Kerajaan SurgaMu, nilai nilainya yang Engkau taburkan dan tanamkan dalam diri kami. Bantulah kami terus menjadi pewarta dan pelaksana nilai nilai Kerajaan Surga. Tuntunlah kami terus dengan RohMu. Amin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga kita semua dan semua orang yang kita sayangi dan kasihi, segala usaha dan karya kita, dilindungi dan diberkati Allah yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam dalam Sang Sabda,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD<br>Soverdi Surabaya, Rabu, 27 Juli 2022<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENUNGAN HARIAN EMBUN SABDA, 27 Juli 2022 Rabu Pekan Biasa XVII Warna Liturgi: Hijau Bacaan IYer 15:10.16-21Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan?Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikaumenjadi pelayan di hadapan-Ku. Bacaan dari Kitab Yeremia:&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-26878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26878"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26878\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26879,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26878\/revisions\/26879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}