{"id":26862,"date":"2022-07-25T20:37:40","date_gmt":"2022-07-25T13:37:40","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26862"},"modified":"2022-07-25T20:37:41","modified_gmt":"2022-07-25T13:37:41","slug":"senin-25-juli-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26862","title":{"rendered":"Senin, 25 Juli 2022"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabda Kehidupan<br>Senin 25 Juli 2022<br>Pesta St Yakobus Rasul<br>Mat 20:26-28<br>\u201cBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibu Yakobus dan Yohanes datang pada Yesus meminta agar kedua anaknya yang sangat dekat dengan Yesus, mendapatkan kedudukan dalam Kerajaan Allah. Yang satu di kanan dan yang lain di kiri Yesus. Bagi Yesus tidak mengapa mencari kedudukan atau posisi, tapi yang penting adalah sikap hati atau disposisi batin orang yang menduduki jabatan itu, yakni semangat melayani. Karena itu kedudukan seorang Paus di Roma disebut sebagai \u201dservus servorum Dei\u201d atau hamba dari semua hamba Tuhan. Ia menjadi yang terendah di antara semua hamba Tuhan. Maka tak ada alasan untuk tidak melayani siapa saja. Sesungguhnya Yesus telah mengambil sikap hati seperti itu. Dalam Filipi 2:7-9, Paulus berkata, \u201cIa telah mengosongkan diri-Nya sendiri <em>(kenosis) dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.\u201d<\/em><br>Pemimpin yang sesungguhnya adalah seorang pelayan. Ia bukan lagi memikirkan kepentingannya sendiri maupun keluarganya, melainkan semua orang yang ia layani. Menyangkal diri itulah prinsip kebijaksanaan dalam menjalaninya. Yesus telah menunjukkan jalannya dan telah sendiri menjalaninya dengan taat dan setia. Biarlah jalan pengosongan diri menjadi pilihan hidup untuk melayani Tuhan dan umatNya. Semoga kepenuhan Kristus menjadi sandaran hidup kita<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat Senin, semangat melayani dengan gembira dan sepenuh hati&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSenin 25 Juli 2022Pesta St Yakobus RasulMat 20:26-28\u201cBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-26862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26862"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26863,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26862\/revisions\/26863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}