{"id":26845,"date":"2022-07-23T16:17:37","date_gmt":"2022-07-23T09:17:37","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26845"},"modified":"2022-07-23T16:17:38","modified_gmt":"2022-07-23T09:17:38","slug":"sabtu-23-juli-2022-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26845","title":{"rendered":"Sabtu, 23 Juli 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>RENUNGAN HARIAN EMBUN SABDA, 23 Juli 2022<\/p>\n\n\n\n<p>Sabtu Pekan Biasa XVI<\/p>\n\n\n\n<p>PF S. Birgitta, Biarawati<\/p>\n\n\n\n<p>Warna Liturgi: Hijau<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I<br>Yer 7:1-11<br>Sudahkah menjadi sarang penyamun<br>rumah yang atasnya namaKu diserukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan dari Kitab Yeremia:<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan bersabda kepada Yeremia,<br>&#8220;Berdirilah di pintu gerbang rumah Tuhan.<br>Serukanlah di sana sabda ini dan katakanlah,<br>&#8216;Dengarkanlah sabda Tuhan, hai sekalian orang Yehuda<br>yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada Tuhan!<br>Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel:<br>Perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu,<br>maka Aku mau diam bersama kalian di tempat ini.<br>Jangan percaya kepada perkataan dusta.<br>&#8216;Ini bait Tuhan, bait Tuhan, bait Tuhan!&#8217;<br>Hanya apabila kalian sungguh sungguh memperbaiki tingkah langkah dan perbuatanmu, apabila kalian sungguh sungguh melaksanakan keadilan di antara kalian sendiri, tidak menindas orang asing, yatim dan janda,<br>tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini<br>dan tidak mengikuti allah lain yang menjadi kemalanganmu sendiri,<br>maka Aku mau diam bersama sama kalian di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, sejak dahulu kala sampai selama lamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi ternyata kalian percaya kepada perkataan dusta<br>yang tidak memberi faedah.<br>Masakan kalian mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu,<br>membakar kurban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kalian kenal,<br>lalu kalian datang berdiri di hadapanKu<br>di rumah yang atasnya namaKu diserukan,<br>sambil berkata, &#8216;Kita selamat,&#8217; agar dapat melanjutkan segala perbuatan yang keji itu!<br>Sudahkah menjadi sarang penyamun<br>rumah yang atasnya namaKu diserukan ini?<br>Aku, Aku sendiri melihat semuanya itu!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah sabda Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil<br>Mat 13:24-30<br>Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n\n\n\n<p>Pada suatu hari<br>Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak.<br>&#8220;Hal Kerajaan Surga itu<br>seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya.<br>Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya,<br>menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir,<br>nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba hamba tuan ladang itu dan berkata kepadanya,<br>&#8216;Tuan, bukankah benih baik yang tuan taburkan di ladang Tuan? Dari manakah lalang itu?&#8217;<br>Jawab tuan itu, &#8216;Seorang musuh yang melakukannya!&#8217;<br>Lalu berkatalah para hamba itu,<br>&#8220;Maukah tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi ia menjawab,<br>&#8216;Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kalian mencabut lalangnya. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai,<br>&#8216;Kumpulkanlah dahulu lalang itu<br>dan ikatlah berberkas berkas untuk dibakar;<br>kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku&#8217;.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah sabda Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p>EMBUN SABDA:<br>&#8220;JAGALAH BENIH SABDA ALLAH DALAM DIRI (HATI) KITA&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Shalom saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, senang berjumpa kembali dengan anda dalam permenungan Harian Sabda Tuhan, Embun Sabda, Sabtu, 23 Juli 2022. Semoga anda sehat, tetap semangat, tetap tersenyum dan tetap berpengharapan pada Yesus. Anda selalu dalam lindungan Kasih Tuhan. Buat saudara dan saudariku yang sakit, dalam Nama Tuhan Yesus, anda sembuh. Saya ajak anda merenungkan:<br>&#8220;Jagalah Benih Sabda Allah dalam diri (hati) kita&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, kita tahu Yesus selalu menggunakan perumpamaan dalam menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Dalam Bacaan Injil hari ini Yesus gunakan dua gambaran, yaitu tentang benih gandum yang baik, dan juga lalang yang tumbuh bersamaan dengan gandum. Yesus gunakan gambaran tentang bagaimana orang menanam, kemudian menuai, dan memilah milah hasilnya, dari yg baik dan yang buruk\/tidak baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, dalam perumpamaan Yesus, lalang yang tumbuh bersamaan dengan gandum dapat merusakan pertumbuhan dari gandum dan mempengaruhi hasilnya, apabila tidak dipisahkan atau dicabut pada waktunya. Meskipun demikian mencabut lalang terlalu cepat, juga dapat merusak proses pertumbuhan dari benih gandum itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, seperti halnya alam mengajarkan kita soal kesabaran lewat perumpamaam gandum dan lalang, demikian pun kesabaran dari Tuhan mengajarkan kita orang beriman untuk menjaga Sabda Tuhan yang sudah Tuhan sendiri tanamkan dalam hati kita. Kita harus menjaga Sabda Tuhan dari gangguan &#8220;lalang&#8221; (kekuatan) dosa yang bisa menghancurkan sabda Tuhan itu. Sabda Tuhan yang Tuhan tanamkan dalam hati kita selalu membawa kehidupan, membawa berkat baik bagi diri kita dan terlebih lagi bagi orang lain. Sedangkan kekuatan dosa hanya merusakan kehidupan dan membawa pada kematian atau kegelapan dalam hidup. Kita harus selalu ingat bahwa: Tuhan menanam sabdaNya dalam hati setiap orang yang membuka diri buat Sabda Tuhan dan mau mendengar Sabda Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara dan saudariku terkasih, pengadilan Tuhan itu tidak asal begitu saja. Tetapi yang pasti akan ada pengadilan Tuhan itu, atau pemisahan antara yang baik dan yang jahat. Pada saat itu, Tuhan akan memberi penghargaan kepada setiap orang menurut apa yang dia taburkan dan tuai dalam kehidupan di dunia. Pada saat itu, Tuhan akan memisahakan yang baik dari yang jahat.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara dan saudariku, karena itu mari dengan rahmat kerahiman Tuhan yang selalu baru kita terima, kita sadari kalau kita keliru, kita perbaharui diri dan hingga akhirnya kita semua yang hidup sebagai murid Tuhan ini, bersatu dengan Tuhan dalam kerajaanNya, tidak ada yang terpisah. Amin. Semoga.<\/p>\n\n\n\n<p>DOA:<br>Tuhan Yesus, semoga SabdaMu berakar dalam hati kami dan semoga kami menghasilkan buah berlimpah dan baik untuk kemuliaanMu. Semoga kami selalu lapar akan kebenaranMu sehingga kami sungguh hidup menurut itu dan kemudian boleh bersukacita saat pengadilanMu datang. Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga kita sekalian, semua orang yang kita sayangi, serta segala usaha dan rencana kita, dilindungi dan diberkati Allah yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin<\/p>\n\n\n\n<p>Salam dalam Sang Sabda,<\/p>\n\n\n\n<p>RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD<br>Soverdi Surabaya, Sabtu, 23 Juli 2022<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENUNGAN HARIAN EMBUN SABDA, 23 Juli 2022 Sabtu Pekan Biasa XVI PF S. Birgitta, Biarawati Warna Liturgi: Hijau Bacaan IYer 7:1-11Sudahkah menjadi sarang penyamunrumah yang atasnya namaKu diserukan? Bacaan dari Kitab Yeremia: Tuhan bersabda&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-26845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26846,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26845\/revisions\/26846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}