{"id":26790,"date":"2022-07-17T23:30:23","date_gmt":"2022-07-17T16:30:23","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26790"},"modified":"2022-07-17T23:30:25","modified_gmt":"2022-07-17T16:30:25","slug":"minggu-17-juli-2022-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26790","title":{"rendered":"Minggu, 17 Juli 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabda Kehidupan<br>Minggu 17 Juli 2022<br>Lukas 10:41-42 (Luk 10:38-42)<br>Tetapi Tuhan menjawabnya: &#8220;Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus menegur Marta bukan pertama-tama karena dia sibuk melayani, tapi karena ia lebih sibuk mendengarkan suara dari dalam dirinya sendiri. Itulah suara protes, suara cemburu karena Yesus lebih memberi perhatian kepada saudarinya. Sementara Maria memusatkan semua perhatiannya pada Yesus dan duduk diam mendengarkan Ia berbicara mengungkapkan isi hatiNya. Mari kita renungkan, bukankah hal yang sama juga sering terjadi dalam relasi kita dengan Tuhan dan sesama? Orang begitu sibuk dengan pikirannya sendiri sampai lupa berdiam diri dan mendengarkan Tuhan berbicara padanya. Inilah juga yang terjadi dengan doa kita. Katanya berkomunikasi dengan Tuhan, padahal kita sibuk dengan untaian kata permintaan atau permohonan sendiri, tanpa memberi waktu Tuhan berbicara. Doa kita hanyalah serangkaian permohonan, bukannya bercakap-cakap dengan Tuhan. Kita berbicara terus dan tidak memberi waktu kepada Tuhan untuk berbicara. Karena itu, perlulah kita berdoa menggunakan Kita Suci. Pertama-tama kita mendengarkan Tuhan berbicara melalui SabdaNya. Ambilah Kitab Suci lalu kita membuka hati mendengarkan Tuhan bersabda melalui teks Kitab Suci yang kita baca hingga sabda Tuhan menyapa dan menyentuh hati kita. Dengarkanlah bisikan kasih Tuhan yang meneguhkan, mengajak kita untuk percaya, bersandar padaNya, bertobat dan mau mengampuni serta tergerak hati untuk peduli. Dengan demikian suara kasih Allah menyatu dengan suara hati kita, dan terjadilah komunikasi doa: Allah menyapa kita dan kita menangapi sapaan Allah dengan mengungkapkan syukur dan niat melakukan kehendak Tuhan. Seperti Maria yang duduk diam mendengarkan Yesus, demikian juga kita. \u201cBersabdalah ya Tuhan, hambaMu siap mendengarkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat Hari Minggu. Saatnya mendengarkan Tuhan bersabda.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br>Ps Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanMinggu 17 Juli 2022Lukas 10:41-42 (Luk 10:38-42)Tetapi Tuhan menjawabnya: &#8220;Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-26790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26790"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26791,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26790\/revisions\/26791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}