{"id":26752,"date":"2022-07-12T20:05:23","date_gmt":"2022-07-12T13:05:23","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26752"},"modified":"2022-07-12T20:05:25","modified_gmt":"2022-07-12T13:05:25","slug":"selasa-12-juli-2022-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26752","title":{"rendered":"Selasa, 12 Juli 2022"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RENUNGAN HARIAN EMBUN SABDA, 12 Juli 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selasa Pekan Biasa XV<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna Liturgi: Hijau<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan I<br>Yes 7:1-9<br>Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan dari Kitab Yesaya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu. Namun mereka tidak dapat mengalahkannya.<br>Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud,<br>&#8220;Aram telah berkemah di wilayah Efraim.&#8221;<br>Maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon pohon hutan bergoyang ditiup angin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersabdalah Tuhan kepada Yesaya,<br>&#8220;Baiklah engkau keluar menemui Ahas,<br>engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki laki, ke ujung saluran kolam atas,<br>ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,<br>dan katakanlah kepadanya,<br>&#8220;Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang,<br>janganlah takut dan janganlah hatimu kecut<br>karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dari Aram dan anak Remalya.<br>Sebab Aram dan Efraim dengan anak Remalya<br>telah merancang yang jahat atasmu,<br>dengan berkata: Marilah kita maju menyerang Yehuda<br>dan menakut nakutinya serta merebutnya.<br>Lalu kita mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah tengahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beginilah sabda Tuhan Allah,<br>&#8216;Hal itu tidak akan sampai terjadi,<br>sebab ibu kota Aram adalah Damsyik,<br>dan kepala Damsyik adalah Rezin.<br>Ibu kota Efraim adalah Samaria, dan kepala Samaria adalah anak Remalya.Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi.<br>Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya&#8217;.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikanlah sabda Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacaan Injil<br>Mat 11:20-24<br>Pada hari penghakiman,<br>tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekali peristiwa<br>Yesus mulai mengecam kota kota yang tidak bertobat, meskipun di sana Ia melakukan paling banyak mujizat.<br>Ia berkata, &#8220;Celakalah engkau, Khorazim!<br>Celakalah engkau Betsaida!<br>Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat mujizat yang telah Kulakukan di tengah tengahmu,<br>pasti sudah lama mereka bertobat dan berkabung.<br>Tetapi Aku berkata kepadamu,<br>&#8216;Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan engkau, Kapernaum,<br>apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!<br>Karena jika di Sodom terjadi mujizat mujizat<br>yang telah terjadi di tengah tengahmu,<br>kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.<br>Maka Aku berkata kepadamu,<br>&#8216;Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu&#8217;.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah sabda Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">EMBUN SABDA:<br>&#8220;JANGAN TEGAR HATI, DENGARKANLAH SABDA TUHAN&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Shalom salam damai sejahtera saudara dan saudariku dalam Kristus, senang berjumpa kembali dengan anda dalam permenungan Harian Sabda Tuhan Embun Sabda, Selasa, 12 Juli 2022. Semoga anda sehat, tetap semangat, tetap tersenyum, dan tetap berpengharapan pada Yesus. Anda selalu dalam lindungan Kasih Tuhan. Buat saudara dan saudariku yang sakit, dalam Nama Tuhan Yesus, anda sembuh. Saya ajak anda merenungkan:<br>&#8220;JANGAN TEGAR HATI, DENGARKANLAH SABDA TUHAN&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus, Sabda ini keras. Mungkin itulah yang keluar dari para pendengar Tuhan Yesus saat itu, dan juga keluar dari mulut kita para pengikutNya saat ini ketika membaca Injil hari ini. Yesus tanpa pikir perasaan orang orang di tiga kota (Khorazim, Betsaida dan Kapernaum) mengkritik mereka dengan sangat keras dengan kata &#8220;celakalah&#8221;. Pertanyaannya mengapa Yesus sampai sebegitu kerasnya? Jawabannya adalah karena begitu banyak mujizat terjadi di tiga kota tersebut, tapi orang orang disana tetap tegar hati. Mereka tetap tidak percaya akan Yesus dan lebih buruk dari itu adalah bahwa mereka tidak bertobat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara dan saudariku dalam Kristus, apa pesan buat kita para pengikut dan murid Yesus jaman ini?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1.) Tuhan Yesus mencintai semua orang terlebih mereka yang melenceng hidupnya dari Tuhan. Tuhan Yesus selalu mau orang orang yang melenceng dari jalan Tuhan untuk kembali pada Tuhan lewat jalan pertobatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2.) Jalan pertobatan itu dimulai dengan membuka diri pada sabda Tuhan, membiarkan sabda Tuhan menembus ke dalam hati agar terjadi pemeriksaan diri, dan kemudian membuat orang berubah. Sabda Tuhan yang direspon dengan kerendahan hati dan keterbukaan membawa kepada transformasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3.) Kadang Jalan Tuhan itu bukan hanya dengan kata kata lembut dan damai dalam memanggil orang balik kepadaNya. Tuhan bisa juga keras dalam bersabda, dan itu bisa dialami lewat banyak caranya Tuhan, agar orang mau kembali. Tuhan sering menegur dengan cara keras. Sekarang tergantung dari teguhnya dan kuatnya iman kita padaNya, yang akan terlihat dalam bagaimana kita menanggapi sabdaNya yang keras itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4.) Mari kita buka diri pada Sabda Tuhan. Jangan tegar hati. Biarkan sabda Tuhan merubah hidup kita. Biarkanlah RohNya selalu menuntun kita agar kita benar benar hidup sesuai dengan kehendakNya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara dan saudariku terkasih dalam Tuhan, Tuhan selalu mencintai kita dan tidak mau kita binasa. Tuhan selalu mau kita untuk bersama dengan Dia. Mari cintai dan kasihi Dia dengan sikap hidup baik dan benar kita. Amin. Semoga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DOA:<br>Tuhan Yesus terima kasih dan syukur atas segala kasih karunia buat kami. Terima kasih atas sabdaMu yang keras buat kami sehingga membuka mata hati kami agar bertobat dan berubah menjadi baik dan benar. Teruslah tuntun kami Tuhan agar sungguh hidup menurut ajaranMu. Amin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga kita semua dan semua orang yang kita sayangi dan kasihi, segala karya dan usaha kita, dilindungi dan diberkati Allah yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam dalam Sang Sabda,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD<br>Soverdi Surabaya, Selasa, 12 Juli 2022<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENUNGAN HARIAN EMBUN SABDA, 12 Juli 2022 Selasa Pekan Biasa XV Warna Liturgi: Hijau Bacaan IYes 7:1-9Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya. Bacaan dari Kitab Yesaya: Dalam zaman Ahas bin Yotam&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-26752","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26752"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26752\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26753,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26752\/revisions\/26753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}