{"id":26661,"date":"2022-06-27T21:00:27","date_gmt":"2022-06-27T14:00:27","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26661"},"modified":"2022-06-27T21:00:28","modified_gmt":"2022-06-27T14:00:28","slug":"selasa-28-juni-2022-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26661","title":{"rendered":"Selasa, 28 Juni 2022"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Yeh. 34: 11.23\u201324<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ireneus diakui sebagai theolog dan saksi tradisi kuno gerejani. Di Smir na ia belajar pada Uskup Polikarpus yang masih mengenal Rasul Yoha nes; kemudian ia ke Perancis dan tahun 177 menggantikan Pothinus, us kup Lyon yang gugur sebagai inartir Selama 25 tahun ia memimpin mi si di Perancis, menata Gereja yang masih muda. Pada waktu itulah ia menulis karya tulisnya yang terkenal \u2018Melawan Kesesatan\u2019 yaitu aliran Gnostik. Di samping itu ia mendasari \u2018Tradisi\u2019 yang sejak para rasul di ajarkan oleh Gereja dari generasi ke generasi. \u2018Di mana ada Gereja, di situ pula ada Roh Kudus.\u201d katanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, pokok damai sejati, berkat bantuan-Mu Santo Ireneus berhasil mempertahankan ajaran benar dan meneguhkan damai bagi Gereja. Semoga berkat bantuannya kami dikuatkan dalam iman dan cinta kasih sehingga selalu memperhatikan kesatuan dan memajukan kerukunan. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, \u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 3:1-8; 4:11-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cTuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat?\u201d&nbsp;<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hai orang Israel, dengarkanlah sabda Tuhan tentang dirimu ini, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun ke luar dari tanah Mesir. Beginilah sabda-Nya, \u201cHanya kalian yang Kupilih dari segala kaum di muka bumi. Sebab itu Aku akan menghukum kalian karena kesalahanmu. Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji? Mengaumkah seekor singa di hutan apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa? Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat di sana? Membingkaskah perangkap, jika tidak ada yang ditangkap? Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan bukan Tuhan yang melakukannya. Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat? Aku telah menjungkirbalikkan kota-kotamu seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kalian menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran. Namun kalian tidak berbalik kepada-Ku. Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiap-siaplah untuk bertemu dengan Allah, hai Israel.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 5:5-6.7.8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.<\/li><li>Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.<\/li><li>Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S :&nbsp;<em>Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku mengharapkan sabda-Nya.&nbsp;<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:23-27<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali.\u201d&nbsp;<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu, dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang. Tetapi Yesus tidur. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, \u201cTuhan, tolonglah, kita binasa!\u201d Yesus berkata kepada mereka, \u201cMengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!\u201d Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, \u201cOrang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan.<br>U Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ \u2013 Toronto \u2013 Kanada, di dalam Resi-renungan singkat \u2013 Dehonian edisi hari Selasa \u2013 Pekan ke 13 masa Biasa, tanggal 28 Juni 2022. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Injil Matius 8: 23 \u2013 27.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I pendengar Resi Dehonian yang terkasih, ada sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang pemuda yang putus asa sehingga dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan dirinya di sebuah tiang yang ada di dalam rumahnya. Akan tetapi sebelum melakukan niatnya ini, dia sempat berdoa dalam hatinya:&nbsp;<em>\u201cYesus jika Engkau benar-benar ada dan hidup, utuslah seseorang masuk ke rumah saya dan saya berjanji tidak akan meneruskan niat saya ini.\u201d<\/em>&nbsp;Benar saja, selang beberapa menit kemudian seorang tetangga mengetuk pintunya dan mengundang dia untuk bergabung di dalam pendalaman iman.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari kisah ini kita bisa belajar dan menyadari bahwa Tuhan itu memang ada dan hidup. Dia hanya berjarak sejauh doa, akan tetapi sering kali kita melupakan hal ini. Hal ini disebabkan karena keduniawian kita, kita selalu fokus pada perjuangan atau pergulatan hidup kita di dunia ini saja, daripada focus untuk pencapaian atau pemenuhan hidup yang lebih berarti. &nbsp;Akibatnya, kita lupa bahwa ada Tuhan yang selalu siap membantu dan mendengarkan kita. Tuhan yang selalu ada untuk mendampingi, menolong, dan menuntun kita setiap kali kita merasa sedih dan lelah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I pendengar Resi Dehonian yang terkasih, di dalam Injil yang kita dengar pada hari ini, para murid Yesus mengahadapi badai yang sangat dahsyat di tengah \u2013 tengah danau, sehingga menimbulkan ketakuatan dan keputus-asaan di antara para murud saat itu dan satu-satunya harapan yang bisa diandalkan pada saat seperti ini adalah Yesus sendiri yang ternyata sedang tertidur pulas di dalam perahu bersama mereka. Oleh karena itulah mereka berkata:&nbsp;<em>\u201cTuhan, tolonglah, kita binasa.\u201d&nbsp;<\/em>Dan Yesus menghardik badai yang sedang mengamuk itu, sehingga tenanglah lautan di sekitar mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari sini, pelajaran yang bisa kita petik adalah: apapun peristiwa yang sedang bergejolak di dalam hidup kita, anda dan saya harus selalu ingat bahwa Yesus hanya berjarak sejauh doa. Oleh karena itu marilah kita&nbsp;<strong>mencari<\/strong>&nbsp;Dia,&nbsp;<strong>berdoa<\/strong>&nbsp;kepada-Nya dan&nbsp;<strong>undang<\/strong>&nbsp;Dia untuk datang ke dalam hidup kita karena Dia pasti akan ada untuk kita. Dia siap untuk membantu dan Dia ada untuk menyelamatkan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Untuk menutup permenungan kita pada hari ini, mari kita sebentar melihat perjalanan hidup beriman kita. Apakah kita rutin berdoa kepada Tuhan? Apakah doa mempunyai makna yang penting di dalam perjalanan hidup beriman kita? Dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang melanda perjalanan kita, apakah kita juga melibatkan doa dan memberanikan diri kita untuk menyerahkan semuanya kepada Yesus?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I pendengar Resi Dehonian yang terkasih, semoga permenungan hari ini dapat membantu kita semua untuk berkembang dalam penyerahan diri kita kepada Yesus. Dan akhir kata, semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang hari ini, serta semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa, benteng kekuatan kami, roti anggur ini kami hunjukkan dengan gembira untuk memuji Engkau pada peringatan Santo Ireneus, uskup-Mu. Semoga kami cinta akan kebenaran taat setia pada iman Gereja dan senantiasa berpegang teguh pada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2014&nbsp; Yoh. 10:10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku datang supaya mereka memiliki hidup, bahkan hidup yang berlimpah-limpah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, pencinta damai, sudilah kiranya memperkuat iman kami dengan sukrumen kudus. Santo Ireneus telah mencapai kemuliaan, karena berpegang teguh pada iman sampai mati. Semoga kami pun setia dalam iman, sehingga memperoleh keselamatan kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Resi-Selasa 28 Juni 2022 oleh Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2022\/06\/27\/selasa-28-juni-2022-peringatan-wajib-st-ireneus-uskup-dan-martir\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=26661-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Santo Ireneus dari Lyons, Uskup dan Martir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ireneus lahir di Asia Kecil kira-kira pada tahun 140. Dia adalah seorang Yunani. Pendidikannya berlangsung di Smyrna. Pelajaran agama diperolehnya dari Santo Polykarpus, seorang murid Santo Yohanes Rasul. Riwayat hidupnya kurang diketahui, tetapi dari tulisan-tulisannya sendiri dapatlah diperoleh banyak informasi tentang dirinya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada masa tuanya, ia mengirimkan sepucuk surat kepada seorang temannya di Smyrna. Dari surat itu diketahui kesannya terhadap pengajaran Santo Polykarpus. Sebagian suratnya dapat dibaca dalam kutipan berikut: \u201cPeristiwa-peristiwa pada masa itu masih kuingat baik daripada yang terjadi baru-baru ini. Karena yang kita pelajari pada masa muda tumbuh subur dan mengakar dalam batin. Saya masih mengingat dimana Polykarpus duduk ketika ia mengajar, bagaimana caranya berjalan dan bagaimana sikapnya. Saya masih ingat akan khotbah-khotbahnya kepada umat, dan bagaimana ia mengisahkan pergaulannya dengan Yohanes serta orang-orang lain yang menjadi saksi hidup Tuhan. Polykarpus mengajarkan apa yang didengarnya dari saksi-saksi mata kehidupan Yesus dan mukzijat-mukzijatNya. Semua berkat kemurahan Allah itu telah kuterima dengan sepenuh hati dan kucatat bukannya di atas selembar kertas, melainkan di dalam hatiku, serta oleh rahmat Allah selalu kurenungkan dengan seksama\u201d.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Irenues bekerja di Lyons sebagai seorang imam. Pada tahun 177, timbullah aksi penghambatan agama di Lyons. Uskup kota Lyons, Potinus, meninggal karena suatu penganiayaan yang kejam atas dirinya. Ireneus diangkat menjadi penggantinya. Sebagai uskup, ia menggembalakan umatnya dengan penuh perhatian dan cinta. Kepada umatnya ia selalu berkhotbah dalam bahasa setempat, meskipun ia sendiri dibesarkan dalam bahasa Yunani. Dalam kepemimpinannya, ia selalu berusaha membela ajaran iman yang benar. Ia juga memperjuangkan kesatuan Gereja dan menegakkan kewibawaan Paus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Namanya Ireneus, yang berarti pencinta damai, diusahakan menjadi kenyataan di dalam seluruh hidupnya. Dalam perselisihan antara Gereja Latin dan Yunani tentang tanggal hari raya Paska, ia menjadi juru bicara Sri Paus. Ia meninggal pada tahun 202 selaku seorang martir Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Arti nama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berasal dari bahasa Yunani&nbsp;<strong>\u0395\u03b9\u03c1\u03b7\u03bd\u03b1\u03b9\u03bf\u03c2&nbsp;(Eirenaios)<\/strong>&nbsp;yang berarti&nbsp;<strong>\u201cdamai\u201d<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Variasi Nama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Eirenaios,&nbsp;Ireneus&nbsp;<strong>(Greek)<\/strong>,&nbsp;Ir\u00e9n\u00e9e&nbsp;<strong>(French)<\/strong>,&nbsp;Ireneusz&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>,&nbsp;Irinei,&nbsp;Iriney&nbsp;<strong>(Russian), Ireneo (Italia).<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bentuk Feminim :<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/item\/irene.html\">&nbsp;Irene<\/a><\/strong><\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6781\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-26661-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=26661-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-28-Juni-2022-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Yeh. 34: 11.23\u201324 Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka. PENGANTAR:&nbsp; Ireneus diakui sebagai theolog dan saksi tradisi kuno gerejani. Di Smir&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-26661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26661"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26662,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26661\/revisions\/26662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}