{"id":26262,"date":"2022-04-04T21:49:37","date_gmt":"2022-04-04T14:49:37","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26262"},"modified":"2022-04-04T21:49:39","modified_gmt":"2022-04-04T14:49:39","slug":"selasa-05-april-2022-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26262","title":{"rendered":"Selasa, 05 April 2022"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 27:14\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Taruhlah harapanmu pada Tuhan. Jadilah perwira dan tabahkanlah hatimu. Percayalah pada Allah.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari ini kita diwejang tentang misteri wafat Yesus di salib. Sebagaimana ular tembaga menjadi tanda kehadiran Allah yang menghukum dan menyelamatkan, demikian pula pengangkatan Yesus di salib merupakan tanda penyelamatan bagi para pengikut-Nya. Perutusan dari Bapa-Nya tetap merupakan teka-teki bagi orang sezaman-Nya. Wafat-Nya di salib akan membuka mata kita, sehingga kita memahami siapa Dia dan siapa yang mengutus Dia.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala kebajikan, bantulah kami mengabdi Engkau dengan tekun. Semoga pada zaman kami ini umat-Mu berkembang dalam kebajikan dan bertambah dalam jumlahnya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahaluhur, arahkanlah mata hati kami kepada yang luhur, kepada Yesus Putra Manusia, dan ajarilah kami meyakini, bahwa salib tanda kehinaan itulah tempat kebahagiaan kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 21:4-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSetiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, \u201cMengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!\u201d Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, \u201cKami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkan ular-ular ini dari kami.\u201d Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, \u201cBuatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.\u201d Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 102:2-3.16-18.19-21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!<\/li><li>Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.<\/li><li>Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S :&nbsp;<em>Benih itu adalah Sabda Tuhan, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang menemukan Dia, akan hidup selama-lamanya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:21-30<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cApabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, \u201cAku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.\u201d Maka kata orang-orang Yahudi itu, \u201cApakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?\u201d Lalu Yesus berkata kepada mereka, \u201cKamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.\u201d Maka kata mereka kepada-Nya, \u201cSiapakah Engkau?\u201d Jawab Yesus kepada mereka, \u201cApakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya itulah yang Kukatakan kepada dunia.\u201d Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus, \u201cApabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia yang telah mengutus Aku,menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.\u201d Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.<br>Demikianlah Sabda Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat resi yang mengasihi Tuhan.&nbsp;Jumpa lagi dengan saya romo agutinus Kelik Pribadi SCJ dari Cilandak Jakarta Selatan dalam resi renungan singkat dehonian edisi Selasa 5 april 2022.&nbsp;Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil Injil Yohanes 8:21-30.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat resi yang mengasihi Tuhan buat orang yang sudah tahu, mengenal dan percaya pada Tuhan Yesus. Tentu mereka mau supaya ahirnya&nbsp; MENGIKUTI Yesus sampai pada kepenuhannya dan sampai dimana Yesus berasal yakni dari surga bersama Bapanya.&nbsp; Tetapi kebanyakan orang barangkali tidak mudah untuk segera percaya begitu saja pada Yesus sebagai sang utusan Bapa. Proses percaya bagi kebanyakan kita membutuhkan waktu yang berbeda beda. Umumnya kita dengan mudah bisa percaya kalau kita bisa melihat dan merasakan langsung apa yang diwartakan dan ajarakan oleh Tuhan Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus menegaskan hari ini pada kita para pendengarnya&nbsp;<strong><em>kamu akan mati dalam dosamu, sebab kalau kamu tidak percaya, bahwa akulah dia, kamu akan mati dalam dosamu.<\/em><\/strong>&nbsp;Dari teks ini tersirat secara jelas bahwa meskipun kita punya banyak dosa dan akan mati dalam dosa tetapi kalau kita percaya pada Yesus maka kita akan diselamatkan. Karena dalam Yesus ada pengampunan, dalam Yesus ada keselamatan, dalam Yesus ada penebusan, di dalam Yesus ada jalan kebenaran dan hidup. Mari kita buka hati dan pikiran kita lebar lebar, supaya dalam keadaan kita yang barang kali gelap, serba tidak jelas dan pasti kita dimampukan untuk mengenal dan percaya lebih dekat pada pribadi Tuhan Yesus yang datang dari Allah sebagai penyelamat kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karena kita percaya didalam Yesus ada pengampunan maka mari kita datang ke kamar pengakuan yang tersedia di banyak tempat menjelang perayaan paskah ini. Jangan sampai kita mengaku bahwa kita percaya pengampunan Tuhan tapi tidak pernah menyambut pengampunanNya yang secara resmi kita imani kita terima dalam sakramen tobat dari para imamnya.&nbsp;BERKAT TUHAN MENYERTAI KITA<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maharahim, kami mempersembahkan kurban pembawa damai dan mohon kepada-Mu, semoga Engkau mengampuni dosa kami dan membimbing hati kami yang mudah goyah. Demi Kristus, \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa pencipta alam semesta, berkatilah kiranya roti anggur ini menjadi lambang ciptaan baru, lambang Putra-Mu, yang mengubah kami menjadi manusia baru. Demi Kristus, \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014 Yohanes 12:32\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda, \u201cApabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.\u201d\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bantulah kami mengejar perkara ilahi, agar hidup kami semakin sesuai dengan anugerah yang kami terima. Demi Kristus, \u2026.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kami bersyukur bahwasanya Yesus telah menganugerahi kami lambang kedamaian dalam sengsara dan wafat-Nya. Kami mohon, semoga kami menyadari bahwa keselamatan terletak pada salib-Nya. Demi Kristus, \u2026\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Resi-Selasa-05-April-2022-oleh-Rm.-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 05 April 2022 oleh Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Stefanus Cilandak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2022\/04\/04\/selasa-05-april-2022-hari-biasa-pekan-v-prapaskah\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2022\/04\/04\/selasa-05-april-2022\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=26262-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_9138\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-26262-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/KI-2022-04-05-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/KI-2022-04-05-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/KI-2022-04-05-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/KI-2022-04-05-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=26262-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/KI-2022-04-05-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2022-04-05-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 27:14\u2063 Taruhlah harapanmu pada Tuhan. Jadilah perwira dan tabahkanlah hatimu. Percayalah pada Allah.\u2063\u2063 PENGANTAR: \u2063 Hari ini kita diwejang tentang misteri wafat Yesus di salib. Sebagaimana ular tembaga menjadi tanda&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-26262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26263,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26262\/revisions\/26263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}