{"id":26180,"date":"2022-03-19T21:44:21","date_gmt":"2022-03-19T14:44:21","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26180"},"modified":"2022-03-19T21:44:23","modified_gmt":"2022-03-19T14:44:23","slug":"minggu-20-maret-2022-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=26180","title":{"rendered":"Minggu, 20 Maret 2022"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 bdk. Mazmur 25:15-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mataku tetap terarah kepada Tuhan sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jerat. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku sebab sebatang kara dan celakalah aku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seluruh bacaan pada hari Minggu Prapaskah III ini menampilkan tokoh Musa. dalam Perjanjian Lama, Musa dipakai oleh Allah untuk membuat kehadiran Allah dirasakan oleh orang Israel. Musa menjadi perantara Allah dan bangsa Israel. Ia tampil sebagai pribadi yang berkenan di hadapan Allah dan dicintai pula oleh bangsanya. Apa yang dialami oleh Musa bersama dengan bangsanya dan Allahnya dapat mengarahkan kita kepada pengalaman hidup yang bersatu dengan Kristus dan bersatu dengan sesama kita. Untuk itu, kita perlu terus mendengarkan seruan Tuhan terlebih seruan untuk tetap hidup berkenan di hadapan Allah. Salah satu langkah penting untuk hal itu adalah PERTOBATAN.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SERUAN TOBAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Tuhan Yesus Kristus, Musa telah dipanggil Tuhan dan diberi tugas untuk membebaskan umat-Nya dari perbudakan. Dan Engkau telah diutus Bapa datang di dunia untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan setan. Tuhan, kasihanilah kami..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Musa telah memperkenalkan Allah leluhurnya, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, kepada umat terpilih. Dan Engkau telah memperkenalkan Allah Bapa kami sebagai Bapa yang maha pengasih dan penyayang. Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Musa telah membaptis para pengikutnya dalam awan dan laut, dan memberikan santapan selama pengembaraan mereka. Dan Engkau telah membaptis kami dengan air dan Roh, serta menganugerahkan santapan rohani sehari-hari.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami yang maharahim, Engkau tahu apa yang ada di dalam hati manusia. Engkau menyelami hati kami sedalam-dalamnya. Engkau tahu usaha-usaha dan kegagalan-kegagalan kami. Maka Engkaulah Allah yang sungguh-sungguh sabar. Kami mohon, buatlah kami percaya, bahwa Engkau kuasa menghapus dosa-dosa kami, dan curahkanlah kiranya Roh Kudus kepada kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 3:1-8a.13-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAllah telah mengutus aku kepadamu<\/strong><\/em><em><strong>.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di tanah Midian Musa biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali peristiwa Musa menggiring kawanannya ke seberang padang gurun, dan tiba di gunung Allah, yakni Gunung Horeb. Lalu malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Musa melihat-lihat, dan tampaklah: Semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata, \u201cBaiklah aku menyimpang ke sana, dan menyelidiki penglihatan yang hebat itu. Mengapa semak duri itu tidak terbakar?\u201d Ketika dilihat Tuhan bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya, \u201cMusa, Musa!\u201d Musa menjawab, \u201cYa Allah!\u201d Lalu Allah berfirman, \u201cJanganlah mendekat! Tanggalkanlah kasut dari kakimu, sebab tempat dimana engkau berdiri itu adalah tanah kudus.\u201d Allah berfirman lagi, \u201cAkulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.\u201d Musa lalu menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Lalu Tuhan berfirman, \u201cAku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka. Ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir.\u201d Ketika Allah mengutus Musa untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir, Musa berkata kepada Allah, \u201cTetapi apabila aku menemui orang Israel, dan berkata kepada mereka, \u2018Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu\u2019, dan mereka bertanya kepadaku, \u2018Siapakah nama-Nya\u2019, apakah yang harus kukatakan kepada mereka?\u201d Firman Allah kepada Musa, \u201cAku adalah \u2018Sang Aku\u2019.\u201d Lalu Allah melanjutkan, \u201cKatakanlah kepada orang Israel itu, \u2018Sang Aku\u2019 telah mengutus aku kepadamu.\u201d Firman Allah pula kepada Musa, \u201cKatakanlah ini kepada orang Israel, \u2018Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu\u2019. Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya, dan itulah sebutan-Ku turun temurun.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-4.6-7.8.11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya.<\/li><li>Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!<\/li><li>Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi semua orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.<\/li><li>Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 10:1-6.10-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKehidupan bangsa Israel di padang gurun telah dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, aku mau supaya kamu mengetahui, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Jadi untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama, dan minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi, sungguh pun demikian, Allah tidak berkenan kepada sebagian terbesar dari mereka. Maka mereka ditewaskan di padang gurun. Semua itu telah terjadi sebagai contoh bagi kita; maksudnya untuk memperingatkan kita, supaya kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat. Demikian pula, janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semua itu telah menimpa mereka sebagai contoh bagi kita; semua itu dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada zaman akhir yang kini telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka bahwa dirinya teguh berdiri, hati-hatilah supaya jangan jatuh!<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal<br>S : Bertobatlah, sabda Tuhan, karena Kerajaan Surga sudah dekat.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 13:1-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cJikalau kamu semua tidak bertobat, kamu pun akan binasa dengan cara demikian.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa datanglah beberapa orang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh Pilatus dan darahnya dicampurkan dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Maka berkatalah Yesus kepada mereka, \u201cSangkamu orang-orang Galilea itu lebih besar dosanya daripada semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib demikian? Tidak, kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak, kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian.\u201d Kemudian Yesus mengatakan perumpamaan ini, \u201cAda seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, \u2018Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini, namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini! Untuk apa pohon ini hidup di tanah ini dengan percuma!\u2019 Pengurus kebun itu menjawab, \u2018Tuan, biarkanlah dia tumbuh selama setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!\u2019\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dosa dan penderitaan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kalimat yang menarik dari perikopa Injil hari ini adalah \u201ctetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian\u201d. Tidak hanya mengatakan dengan jelas, Yesuspun mengatakannya lebih dari satu kali. Artinya ajaran ini menjadi pentingn dan perlu untuk dilakukan oleh semua pengikut-Nya. Tekanan pertobatan menjadi sangat terasa dalam kata-kata Yesus ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagian pertama ini sangat erat kaintannya dengan bagian kedua, yakni soal perubahan. Pertobatan tidak cukup hanya dengan niat dan kata-kata. Pertobatan erat kaitannya dengan perubahan. Orang dikatakan bertobat apabila sudah ada perubahan dalam tindakan-tindakannya. Ia tidak mengulangi kesalahan yang sama, atau hanya berhenti pada rasa menyesal saja. Pertobatan yang sejati sudah semestinya dibarengi dengan perubahan menjadi semakin baik.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika anak melakukan kesalahan dan menyesal atas perbuatannya, pada umumnya orang tua menuntut suatu perubahan. Jika tidak ada perubahan, pastilah orang tua tidak percaya akan penyesalan anaknya itu. Atau ketika pasangan kita berulangkali melakukan kesalahan, jika mengatakan menyesal tapi tidak ada perubahan hidup, pastilah kita juga tidak akan percaya padanya. Analogi ini kiranya bisa kita pakai juga untuk merenungkan bagaimana sikap pertobatan kita. Apakah sudah disertai dengan perubahan-perubahan hidup? Atau justru malah semakin sering mengulangi kesalahan yang sama?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saat ini ada banyak orang yang dengan mudah mengatakan bahwa orang yang celaka itu karena dirinya mempunyai dosa yang besar, atau karena orangnya pasti tidak baik. Ada orang merasa dirinya yang tidak celaka adalah orang yang baik, paling tidak lebih baik dari pada mereka yang celaka. &nbsp;Celaka menjadi indikator bahwa orang itu sebenarnya tidak baik, maka Allah menghukumnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan keras Yesus menentang anggapan ini. Prasangka kita tidak bisa membenarkan perasaan benar pada diri sendiri. Justru sebaliknya, bisa jadi keadaan kita menjadi sama persis dengan orang yang celaka itu. Maka tidak ada gunanya menganggap diri benar karena tidak mendapat celaka, tetapi tidak melakukan pertobatan dengan hidup yang lebih baik.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sudah hidup baik seperti apakah saya hari ini? Sikap tobat apa yang sudah saya bangun dengan konsisten?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Oleh karena kasih-Nya yang amat agung, Allah Bapa berkenan menyelamatkan kita. Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita dengan rendah hati agar kita selalu terbuka akan kasih dan panggilan-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi Gereja semesta: Ya Bapa, curahkanlah Roh Kudus-Mu dalam diri Gereja sehingga kami semakin menyadari bahwa kasih-Mu senantiasa tinggal bersama kami yang tengah berziarah menuju kepada Kerajaan kekal di surga bersama-Mu.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Semoga kami semakin teguh dalam iman, harapan, dan kasih untuk selalu menjadi saksi Injil-Mu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para pemimpin bangsa:&nbsp; Ya Bapa, sertailah dan dampingilah para pemimpin bangsa dalam menjalankan tugas pelayanannya sehingga mereka selalu mewartakan kasih setia-Mu yang terwujud dalam perhatian yang nyata serta penuh rasa tanggung jawab berjuang demi kesejahteraan umat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Semoga kami semakin berani terlibat dalam mewartakan kasih setia-Mu bagi segala makhluk.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para penderita: Ya Bapa, berkatilah para penderita, agar dengan rela dapat menyerahkan penderitaan mereka kepada-Mu sebagai silih atas dosanya sendiri maupun dosa sesamanya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Semoga kami semakin menyadari betapa agung kasih setia-Mu terhadap kami yang lemah dan berdosa ini.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi kita semua di sini:&nbsp; Ya Bapa, semoga pada Masa Prapaskah ini, pertobatan kami semakin berkembang.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Semoga kami saling meneguhkan dalam memahami serta melaksanakan kehendak-Mu bagi keselamatan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa kami, kasih setia-Mu senantiasa memampukan kami untuk bertobat. Semoga kami sungguh menggunakan Masa Prapaskah ini sebagai kesempatan untuk semakin memperbaiki hidup dengan mengikuti jejak Yesus, Putra Mu, Tuhan dan Pengantara kami. U Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami yang mahabaik, bukalah kiranya hati kami, agar kami dapat menangkap bahasa tanda-tanda-Mu. Buatlah kami mengerti, bahwa Engkaulah yang membimbing kami meninggalkan tanah penindasan ini menuju hidup bebas, anugerah Putera-Mu Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yohanes 4:13-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan; dengarkanlah Dia.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maha pengasih, kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah santapan rohani. Janganlah kami yang telah dilahirkan kembali sia-sia mencicipi santapan surgawi itu. Tetapi bengkitkanlah dalam diri kami iman akan karya-Nya agar anugerah Roh Kudus benar-benar menghasilkan buah berlimpah. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resi-Minggu 20 Maret 2022 oleh Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Postulat-Novisiat St. Yohanes Gisting Lampung \u2013 Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2022\/03\/18\/minggu-20-februari-2022-hari-minggu-prapaskah-iii\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2022\/03\/19\/minggu-20-maret-2022\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=26180-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1330\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-26180-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/KI-2022-03-20-RP-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St.-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/KI-2022-03-20-RP-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St.-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/KI-2022-03-20-RP-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St.-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/KI-2022-03-20-RP-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St.-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=26180-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/KI-2022-03-20-RP-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St.-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2022-03-20-RP-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-St.-Yohanes-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 bdk. Mazmur 25:15-16 Mataku tetap terarah kepada Tuhan sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jerat. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku sebab sebatang kara dan celakalah aku. PENGANTAR: Seluruh bacaan pada hari Minggu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-26180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26181,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26180\/revisions\/26181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}