{"id":25820,"date":"2022-01-23T22:18:42","date_gmt":"2022-01-23T15:18:42","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=25820"},"modified":"2022-01-23T22:18:44","modified_gmt":"2022-01-23T15:18:44","slug":"senin-24-januari-2022-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=25820","title":{"rendered":"Senin, 24 Januari 2022"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Sirakh 15:5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ia membuka mulutnya di tengah umat.&nbsp;Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpakan Tuhan ke dalam hatinya,&nbsp;Ia dihias semarak kemuliaan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sering kita beranggapan, bahwa kesempurnaan Kristen itu monopoli para imam dan biarawan. Fransiskus selalu menekankan bahwa kesempurnaan seharusnya menjadi tujuan setiap orang beriman. Karena bakat-bakatnya yang menonjol ia dalam usia muda diangkat menjadi uskup Jenewa. Kotbah-kotbahnya menarik banyak orang, berisi dan keluar dari hati. Raja Henri IV dari Perancis pernaha mengatakan : \u201cOrang ini bakat semata-mata, tanpa cacat cela.\u201d Kekayaan rohani dibagikannya dalam banyak terbitan. bersama Santa Yohana de Chantal ia mendirikan Seritkat Visitasi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa, asal dan tujuan hidup kami,&nbsp;demi keselamatan sesamanya Santo Fransiskus dari Sales, uskup-Mu, sanggup menjadi segalanya bagi semua orang.&nbsp;Perkenenkanlah kami mengikuti teladannya, selalu mewartakan cinta kasih-Mu dalam melayani kepentingan sesama kami,&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA:&nbsp;&nbsp;<\/strong><strong>Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 5:1-7.10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cEngkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, \u201cKetahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel, yakni sejak Saul memerintah atas kami. Lagipula Tuhan telah bersabda kepadamu: \u201cEngkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel\u201d. Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Pada saat menjadi raja itu, Daud berumur tiga puluh tahun; dan selanjutnya empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. Kemudian raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Tetapi mereka itu berkata kepada Daud, \u201cEngkau tidak sanggup masuk kemari! Orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!\u201d Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sana. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Maka makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertai dia.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:20.21-22.25-26<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai raja.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, \u201cTelah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.\u201d<\/li><li>Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.<\/li><li>Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (2 Tim 1:10b)&nbsp;<em>Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 3:22-30<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cKesudahan setan telah tiba.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, \u201cIa kerasukan Beelzebul!\u201d Ada juga yang berkata, \u201cDengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.\u201d Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, \u201cBagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya! Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu. Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal.\u201d Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat.<br>Demikianlah&nbsp; Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menjadi Pembawa Berita Kebenaran<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih.&nbsp;Perikop Injil hari ini dibuka dengan tafsiran \u201cngawur\u201d ahli Taurat dari Yerusalem tentang tindakan Yesus yang menyembuhkan orang kerasukan setan. Mereka mengatakan bahwa Yesus kerasukan Beelzebul. Ada juga yang mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Inilah tafsiran \u201cngawur\u201d yang diberikan para ahli Taurat tentang Tindakan Yesus. Tafsiran keliru ini bisa menyesatkan orang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengapa mereka melakukan itu? Karena mereka iri dan tak mengakui kuasa Yesus sehingga akhirnya mereka berusaha mencari dalih yang mudah ditemukan dan diucapkan, meskipun tidak benar. Mereka berupaya menjatuhkan Yesus dengan mempengaruhi masyarakat melalui tafsiran mereka yang keliru.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kalau orang berpikir kritis, tafsiran itu sebenarnya bisa dengan mudah ditepis. Lihat saja bagaimana Yesus juga meluruskan tafsiran tersebut. Ia mengatakan: \u201cBagaimana mungkin iblis dapat mengusir iblis? Kalau iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan tamatlah riwayatnya\u201d.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih.&nbsp;Di era di mana informasi tersebar luas dan mudah diperoleh seperti saat ini, tak jarang kita jumpai berbagai informasi tidak benar dan bahkan menyesatkan. Kalau kita tidak kritis dan berhati-hati, kita bisa masuk jurang kesesatan. Lebih berbahaya lagi bila informasi itu menjerumuskan kita untuk ikut serta dalam upaya memecah belah masyarakat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebagaimana Yesus yang dengan berani melawan tafsiran keliru dan sepihak dari para ahli Taurat, kita pun diajak untuk tidak segan melawan aneka informasi palsu yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Tanpa ragu dan malu, mari kita menjadi pembawa berita kebenaran yang akan semakin menumbuhkan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat. Inilah salah satu tugas kita sebagai pengikut Kristus.&nbsp;<strong>Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber keselamatan kami, kami mempersembahkan roti dan anggur ini dengan permohonan kepada-Mu, agar Toh Kudus menyalakan api cinta kasih-Nya di dalam hati kami, sebagaimana Ia dahulu mengorbankan semangat Santo Fransiskus yang lemah lembut itu. Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 1Kor 1:23-24<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kami memaklumkan Kristus yang tersalib,&nbsp;Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang maha pengasih,&nbsp;kami telah menyambut sakramen pembawa keselamatan.&nbsp;Kami mohon, semoga kami dapat meneladan cinta kasih dan kehalusan budi Santo Fransiskus, agar pada suatu ketika kami Kauperkenankan ikut serta memuji Engkau di surga.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resi-Senin 24 Januari 2022 oleh Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2022\/01\/23\/senin-24-januari-2022-peringatan-wajib-st-fransiskus-de-sales-uskup-dan-pujangga-gereja\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2022\/01\/23\/senin-24-januari-2022\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=25820-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8816\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-25820-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/KI-2022-01-24-RP-Stefanus-Sigit-Pranoto-SCJ-dari-Komunitas-Skolastikat-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/KI-2022-01-24-RP-Stefanus-Sigit-Pranoto-SCJ-dari-Komunitas-Skolastikat-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/KI-2022-01-24-RP-Stefanus-Sigit-Pranoto-SCJ-dari-Komunitas-Skolastikat-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/KI-2022-01-24-RP-Stefanus-Sigit-Pranoto-SCJ-dari-Komunitas-Skolastikat-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=25820-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/KI-2022-01-24-RP-Stefanus-Sigit-Pranoto-SCJ-dari-Komunitas-Skolastikat-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2022-01-24-RP-Stefanus-Sigit-Pranoto-SCJ-dari-Komunitas-Skolastikat-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Sirakh 15:5 Ia membuka mulutnya di tengah umat.&nbsp;Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpakan Tuhan ke dalam hatinya,&nbsp;Ia dihias semarak kemuliaan. PENGANTAR: Sering kita beranggapan, bahwa kesempurnaan Kristen itu monopoli para imam dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-25820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25821,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25820\/revisions\/25821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}