{"id":25450,"date":"2021-11-28T21:31:23","date_gmt":"2021-11-28T14:31:23","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=25450"},"modified":"2021-11-28T22:42:12","modified_gmt":"2021-11-28T15:42:12","slug":"senin-29-november-2021-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=25450","title":{"rendered":"Senin, 29 November 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih.Yeremia 31:10; Yesaya 35:4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa,&nbsp;dan wartakanlah sampai ke batas bumi:&nbsp;Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita akan datang.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cMimpi adalah khayalan,\u201d kata orang. Namun, orang yang tidak bermimpi lagi akan kehilangan daya tahan menghadapi masa depan dan akan cepat menua. Orang beriman mendambakan hari depan di mana kemuliaan Allah akan tampak dalam segala sesuatu yang hidup. Yesus telah datang untuk menyertai kita dalam perjalanan hidup dan menggambarkan impian akan kebahagiaan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa sumber pengharapan,&nbsp;bantulah kami merindukan&nbsp;kedatangan Kristus Putra-Mu.&nbsp;Bila Ia tiba dan mengetuk,&nbsp;semoga kami didapati-Nya&nbsp;berjaga dalam doa&nbsp;dan menyambut-Nya dengan gembira.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 2:1-5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cTuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, \u201cPada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, \u2018Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan. \u2018Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Atau<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya (4:2-6)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u201cYesaya menubuatkan kejayaan Yerusalem. Tuhan sendiri yang mengerjakan. Kemuliaan Tuhan menjadi pelindung bagi umat Israel.\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pondok tempat bernaung terhadap panas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.<strong><br><\/strong>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 122:1-2.3-4a. (4b-5.6-7). 8-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;\u2018Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, \u201cMari kita pergi ke rumah Tuhan.\u201d Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.<\/li><li>Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.<\/li><li>Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.<\/li><li>Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: \u201cBiarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!\u201d<\/li><li>Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!\u201d Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S : (Mzm 80:8)&nbsp;<em>Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:5-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBanyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, \u201cTuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.\u201d Yesus berkata kepadanya, \u201cAku akan datang menyembuhkannya.\u201d Tetapi perwira itu menjawab, \u201cTuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu, \u2018Pergi!\u2019 maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, \u2018Datang!\u2019 maka ia datang; ataupun kepada hambaku, \u2018Kerjakanlah ini!\u2019 maka ia mengerjakannya.\u201d Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat yang terkasih, saya, Agustinus Guntoro, SCJ dari Komunitas Martino Capelli di Hong Kong, kembali hadir dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian, pada tanggal 29 November 2021, pada pekan Adven I.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat yang terkasih, memang tidak salah selama ini kita mengatakan bahwa Injil itu kabar baik, kabar gembira. Injil hari ini sungguh sangat menggembirakan dan meneguhkan kita, bahkan serasa kita sedang disapa secara langsung oleh Tuhan Yesus, saat Ia mengatakan, \u201cBanyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama\u2026 di dalam Kerajaan Sorga.\u201d Sabda yang diucapkanNya ribuan tahun yang silam, terasa sangat hidup dan diucapkan kepada kita hari ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Memang, Tuhan Yesus sedang bernubuat, bahwa pengikutNya kelak bukan hanya orang-orang Israel. Seorang perwira telah hadir mewakili kita, sebagai orang di luar Israel. Ia hadir dihadapan Yesus dengan sikapnya yang santun dan rendah hati dalam memohon. Yang lebih menghebohkan lagi, rasa percayanya yang begitu tinggi kepada kuasa Yesus, padahal ia bukan termasuk \u201cring pertama\u201d pengikut Yesus. Bahkan kita hari ini pun diminta untuk mencontoh dan mengucapkannya dalam setiap perayaan Ekaristi, \u201cBersabdalah saja, maka saya akan sembuh.\u201d Yesus berdecak kagum, memuji iman perwira itu, dan sedikit mempertanyakan iman orang-orang Israel, termasuk mereka yang mengikutiNya secara dekat, yang masuk \u201cring pertama\u201d, yang runtang-runtung bersamaNya kemana-mana.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita, sebagai orang yang seakan-akan menjadi bagian dari sisi seorang perwira, merasa bangga. Namun sekaligus saat ini kita perlu waspada, karena kita telah menjadi Gereja, yang dimata dunia, kita itu dekat relasinya dengan Tuhan Yesus, bahkan bisa dikatakan, masuk dalam \u201cring pertama\u201d sebagai pengikut Yesus. Dengan status seperti itu, jangan-jangan mentalitas kita sama saja atau tidak lebih baik dari orang-orang Israel (Yahudi), atau orang-orangNya Yesus saat itu. Salah satu tandanya, bisa kita raba-raba. Kita itu kalau mendengar ada penampakan Bunda Maria atau segala hal yang berkaitan dengan mudjizat Allah, kita cenderung berbondong-bondong ke tempat yang diberitakan itu. Jarang yang beriman seperti seorang perwira dengan mengatakan, \u201cTuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku,\u201d yang bisa diartikan dalam konteks kita bahwa sebetulnya kita itu tidak layak untuk melihat dan menjumpai yang Ilahi, karena kedosaan kita. Tapi kok banyak ya, yang merasa layak. Nah\u2026 itulah sikap yang perlu diwaspadai dalam diri kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar kita disentuh sabdaNya untuk tetap rendah hati namun tinggi dalam keyakinan, bahwa tidak ada sesuatupun yang mustahil bagi Allah. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus,&nbsp;semoga ibadat yang kami laksanakan di hadirat-Mu&nbsp;dalam perjalanan ziarah kami,&nbsp;kelak mendatangkan anugerah penebusan kekal.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2013 lih Mazmur 106:4-5; Yesaya 38:3<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai,&nbsp;agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa mahamulia,&nbsp;semoga ibadat yang kami lakukan ini&nbsp;mendatangkan keselamatan bagi kami.&nbsp;Kiranya Engkau mengajar kami&nbsp;mendambakan harta surgawi&nbsp;di tengah suka-duka dunia ini.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p>Resi-Senin 29 November 2021oleh Rm. Agunstinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli \u2013 Hong Kong<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2021\/11\/28\/senin-29-november-2021-hari-biasa-pekan-i-adven\/<\/p>\n\n\n\n<p>Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/11\/28\/senin-29-november-2021\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=25450-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1647\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-25450-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/KI-2021-11-29-RP-Agunstinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong-.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/KI-2021-11-29-RP-Agunstinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong-.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/KI-2021-11-29-RP-Agunstinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong-.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/KI-2021-11-29-RP-Agunstinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong-.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=25450-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/KI-2021-11-29-RP-Agunstinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong-.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-11-29-RP-Agunstinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong-.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih.Yeremia 31:10; Yesaya 35:4 Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa,&nbsp;dan wartakanlah sampai ke batas bumi:&nbsp;Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita akan datang. PENGANTAR: \u201cMimpi adalah khayalan,\u201d kata orang. Namun, orang yang tidak bermimpi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-25450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25451,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25450\/revisions\/25451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}