{"id":24773,"date":"2021-08-12T22:06:25","date_gmt":"2021-08-12T15:06:25","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=24773"},"modified":"2021-08-12T22:06:27","modified_gmt":"2021-08-12T15:06:27","slug":"jumat-13-agustus-2021-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=24773","title":{"rendered":"Jumat, 13 Agustus 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 146:2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam pergaulan dengan sesama kita dapat mengalami kehadiran Allah di tengah-tengah kita. Memang melalui manusia terutama Al lah mewahyukan diri, sering dengan mengacu pada keluhuran-Nya. Injil malahan menyatakan bahwa perintah kedua disamakan dengan yang pertama.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber cinta kasih, Engkau menghendaki kami saling menaruh cinta kasih. Semoga hati kami terbuka terhadap kesulitan, yang dihadapi oleh orang-orang di sekitar kami dan perkenankanlah kami membantu mereka dengan rela dan tulus hati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yosua 24:1-13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku telah mengambil bapamu dari Mesopotamia; mengeluarkan engkau dari Mesir; dan menuntun engkau masuk ke tanah perjanjian.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menjelang wafatnya Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem. Dipanggilnya orang tua-tua, para kepala, hakim, dan para pengatur pasukan Israel. Mereka semua berdiri di hadapan Allah. Maka berkatalah Yosua kepada mereka, \u201cBeginilah sabda Tuhan, Allah Israel, \u2018Dahulu kala nenek moyangmu yakni Terah, ayah Abraham dan Nahor, tinggal di seberang Sungai Efrat. Mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu, dari seberang Sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku melipatgandakan keturunannya dan memberinya Ishak. Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. Esau Kuberi pegunungan Seir sebagai miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir. Lalu Aku mengutus Musa dan Harun, dan memukul Mesir dengan tulah yang Kulakukan di tengah-tengah mereka. Kemudian Aku membawa kalian keluar. Setelah Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dan kalian sampai ke laut, lalu orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan pasukan berkuda ke Laut Teberau. Sebab itu mereka berteriak-teriak kepada Tuhan. Maka Ia membuat kegelapan antara kalian dan orang Mesir dan mendatangkan air laut atas orang Mesir, sehingga tenggelamlah mereka. Dengan mata kepalamu sendiri kalian telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu kalian lama tinggal di padang gurun. Aku membawa kalian ke negeri orang Amori yang diam di seberang Sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kalian, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kalian menduduki negerinya, sedangkan mereka Kupunahkan dari hadapanmu. Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kalian. Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga ia pun malahan memberkati kalian. Demikianlah Aku melepaskan kalian dari tangan Balak. Setelah kalian menyeberangi Sungai Yordan dan sampai ke Yerikho, maka para warga kota itu berperang melawan kalian, dan juga orang Amori, orang Feris, orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi dan orang Yebus. Tetapi mereka semua Kuserahkan ke dalam tanganmu. Kemudian Aku melepaskan tabuhan mendahului kalian, dan binatang-binatang ini menghalau mereka dari depanmu, seperti Aku telah menghalau kedua raja Amori. Sungguh, bukanlah pedangmu dan bukan pula panahmu yang menghalau mereka. Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kalian duduki tanpa membangunnya. Juga Kuberikan kepadamu kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang kalian makan buahnya, meskipun bukan kalian yang menanamnya.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 136:1-3.16-18.21-22.24)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Reff: Kekal abadi kasih setia-Nya<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">P. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Bersyukurlah kepada Allah segala allah.<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan!<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun!<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Kepada Dia yang memukul kalah raja-raja yang besar!<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Dan membunuh raja-raja yang mulia.<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka.<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Milik pusaka kepada Israel, hamba-Nya!<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<br>P. Yang membebaskan kita dari para lawan kita.<br>U. Kekal abadi kasih setia-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (1Tes 2:13)&nbsp;<em>Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 19:3-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKarena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan istrimu, tetapi semula tidak demikian.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari datanglah orang-orang Farisi kepada Yesus, untuk mencobai Dia. Mereka bertanya, \u201cApakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?\u201d Yesus menjawab, \u201cTidakkah kalian baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia, sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan Ia bersabda, \u2018Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.\u2019 Demikianlah mereka itu bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.\u201d Kata mereka kepada Yesus, \u201cJika demikian, mengapa Musa memerintahkan untuk memberi surat cerai jika orang menceraikan isterinya?\u201d Kata Yesus kepada mereka, \u201cKarena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu, \u2018Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah\u2019.\u201d Maka murid-murid berkata kepada Yesus, \u201cJika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.\u201d Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, \u201cTidak semua orang dapat mengerti perkataan ini, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya; dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain; dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beberapa pertanyaan pada Injil Matius fasal 19 ini&nbsp; mengantar kepada peristiwa penyaliban yang dipenuhi dengan pertentangan yang menyudutkan Jesus. Ajaran Yesus dan keyakinan lawan-lawan-Nya &nbsp;ialah dua kutup yang berbeda, dan tidak ada harapan untuk rekonsiliasi di antara mereka, selain dengan pertobatan dan pertobatan para pemimpin agama. Diantara mereka sendiri terdapat konflik, para pemimpin agama ingin menyingkirkan Yesus, dan Yesus mengetahui bahwa dia datang untuk mati di tangan mereka. Tetapi dalam ajaran-ajaran-Nya Yesus membawa belas kasihan dan kasih karunia, janji dan harapan \u2013 kepada mereka yang percaya kepada-Nya dan telah menjadi anggota umat mesianis. Mereka yang menolak Mesias hanya bisa menantikan penghakiman.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tidak ada mukjizat dalam perikop ini, tidak ada perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus untuk membuktikan kebenaran klaimnya. Tidak, Ia telah melakukan itu melalui perkataan dan perbuatan-Nya. Sekarang Ia akan mengajar dengan otoritas tentang thema kerajaan, menunjukkan betapa sangat berbedanya kerajaan surga dibandingkan dengan alam duniawi. Bagian ini kemudian menjadi bagian pengajaran.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagian ini disusun dengan tiga pertanyaan,&nbsp;<strong>pertanyaan utama<\/strong>,&nbsp;<strong>pertanyaan lanjutan<\/strong>, dan kemudian&nbsp;<strong>pertanyaan tersirat<\/strong>; dan inti dari perikop itu adalah ajaran Yesus sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Pertama, ada pertanyaan oleh orang Farisi tentang perceraian (ay. 3), dan jawaban Yesus bahwa Allah Pencipta tidak memasukkan pembubaran perkawinan sebagai pilihan yang layak (ay. 4-6). Kedua, ada pertanyaan lanjutan tentang Musa mengizinkan orang untuk bercerai (ay.7), dan jawaban Yesus bahwa perceraian diperbolehkan karena dosa, dan perceraian itu dosa (ay.8, 9). Ketiga, ada pengamatan sinis para murid dengan cara mempertanyakan bahwa lebih baik tidak menikah (ay.10), dan jawaban Yesus bahwa diperlukan suatu ukuran kasih karunia khusus bagi orang-orang untuk tidak menikah (ay.11, 12).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kesulitan dalam perikop ini ialah: klausa pengecualian Yesus pada subjek, dan arti dari kata yang digunakannya (diterjemahkan \u201cketidaksetiaan dalam perkawinan\u201d dalam Alkitab Terjembahan Baru); persamaan perceraian dengan perzinahan, dan \u201cperkataan sida-sida\u201d Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Secara keseluruhan, ajaran tentang cita-cita pernikahan tidaklah sulit untuk difahami\u2014itu adalah rencana penciptaan. Dan, seperti yang telah diamati beberapa orang, jika semua orang hidup dengan benar, tidak akan ada pertanyaan penafsiran tentang perceraian. Tetapi ada, jadi kita harus mempertimbangkan keadaan dan konsekuensi dari kegagalan dalam memenuhi kehendak Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada dua bagian Perjanjian Lama yang dirujuk dalam bagian itu, yang pertama tentang penciptaan Adam dan Hawa, dan yang kedua tentang hukum perceraian Musa. Akan lebih mudah untuk mendiskusikan hal ini dalam alur perikop, dan karena itu mereka akan dfahami dalam konteks Perjanjian Lama dan bukan dalam konteks pemikiran Jesus. &nbsp;Tetapi dalam merenungkan&nbsp; bagian ini kita harus kembali dan mempelajari bagian-bagian Perjanjian Lama yang digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang dampak dari perceraian.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perceraian apapun alasannya selalu menimbulkan luka yang dalam bukan hanya pada suami dan isteri, tetapi juga pada anak-anak. Anak-anak yang semestinya dapat bertumbuh dalam pendampingan kasih dari kedua orang tua mereka harus mengalami situasi yang memilukan dan membuat mereka kehilangan kasih dari kedua orang tua mereka. Mereka yang semestinya bertumbuh dengan penuh semangat mempersiapkan masa depan kini harus terkulai lesu dan menghadapi ketidakpastian masa depannya. Oleh karena itu Gereja sangat tidak menganjurkan umatnya untuk melakukan langkah-langkah menuju perceraian. Gereja selalu mengedepankan rekonsiliasi kepada banyak pasangan suami-isteri yang sedang dirundung masalah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita bawa keluarga-keluarga dalam doa-doa kita agar mereka dipakai oleh Tuhan sebagai contoh dan teladan bagi banyak keluarga di sekitar mereka tinggal. Amen.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa, sumber cinta kasih, semoga kami dapat menikmati kehadiran-Mu di tengah-tengah kami berkat roti anggur ini, lambang perjanjian cinta kasih-Mu dengan kami. Demi Kristus \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 22:37.39<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber cinta kasih sejati, ajarilah kami menaruh cinta kasih dengan segenap hati. Semoga kami dapat saling membantu dalam duka derita dan suka gembira. Maka di situlah Engkau tidak jauh dari kami. Demi Kristus\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resi-Jumat 13 Agustus 2021 oleh Rm. Vincent Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/08\/12\/jumat-13-agustus-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2021\/08\/12\/jumat-13-agustus-2021-hari-biasa-pekan-xix\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=24773-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_9903\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-24773-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-13-RP-Vincent-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-13-RP-Vincent-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-13-RP-Vincent-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-13-RP-Vincent-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=24773-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-13-RP-Vincent-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-08-13-RP-Vincent-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. PENGANTAR:&nbsp; Dalam pergaulan dengan sesama kita dapat mengalami kehadiran Allah di tengah-tengah kita. Memang melalui&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-24773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24773"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24774,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24773\/revisions\/24774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}