{"id":24689,"date":"2021-08-01T22:24:23","date_gmt":"2021-08-01T15:24:23","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=24689"},"modified":"2021-08-01T22:24:25","modified_gmt":"2021-08-01T15:24:25","slug":"senin-02-agustus-2021-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=24689","title":{"rendered":"Senin, 02 Agustus 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013 Mazmur 81:17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum, dan Kupuaskan dengan madu kuat.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Musa tidak tahan lagi menanggung beban pemberontakan umat. Dalam kebingungannya ia berpaling kepada Tuhan. Murid-Murid Yesus menghadapi orang banyak dan mau menyuruh mereka pergi tanpa makan dan minum. Tepat teguran Yesus yang sekaligus me nunjukkan jalan keluarnya: percaya kepada Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Maharahim,&nbsp; kasihanilah dan dampingilah kami dengan sabda-Mu, daya Roh-Mu. Kami mohon, berilah kami rezeki untuk bekal perjalanan, ialah Yesus pemimpin kami, yang menjadi perantara kami di hadapan-Mu, dan kini hidup<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 11:4b-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas bangsa ini.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, dalam perjalanannya melintasi gurun pasir, orang-orang Israel berkata, \u201cSiapa yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat akan ikan yang kita makan di Mesir tanpa bayar, akan mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tiada sesuatu pun yang kita lihat kecuali manna.\u201d Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Orang-orang Israel berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dengan lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa penganan yang digoreng. Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ. Musa mendengar keluh kesah bangsa itu, sebab orang-orang dari setiap keluarga menangis di depan pintu kemahnya. Maka bangkitlah murka Tuhan dengan sangat, dan hal itu dinilai jahat oleh Musa. Maka Musa berkata kepada Tuhan, \u201cMengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk, dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu? Mengapa Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini? Akukah yang mengandung atau melahirkan bangsa ini? Mengapa Engkau berkata kepadaku, \u2018Pangkulah dia seperti seorang inang memangku anak yang sedang menyusu? Bimbinglah dia ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyangnya!\u2019 Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dan berkata, \u2018Berilah kami daging untuk dimakan.\u2019 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja; jika aku mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu janganlah kiranya aku mengalami malapetaka!\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 81:12-13.14-15.16-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Bersorak sorailah bagi Allah, kekuatan kita.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!<\/li><li>Sekiranya umat-Ku mendengar Aku; sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.<\/li><li>Orang-orang yang membenci Tuhan akan tunduk kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik, dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Mat 4:4b)&nbsp;<em>Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 14:13-21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSambil menengadah ke langit Yesus mengucapkan doa berkat; dibagi-bagi-Nya roti itu, dan diberikan-Nya kepada para murid. Lalu para murid membagi-bagikannya kepada orang banyak.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat, dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata, \u201cTempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya dapat membeli makanan di desa-desa.\u201d Tetapi Yesus berkata kepada mereka, \u201cMereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka.\u201d Jawab mereka, \u201cPada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.\u201d Yesus berkata, \u201cBawalah ke mari.\u201d Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan sampai dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria; tidak termasuk wanita dan anak.<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Chritoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iersu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada dua hal yang menyentuh hati saya dari sabda Tuhan ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertama, walaupun Yesus dan para rasul bermaksud memisahkan diri dan menyepi rupanya ketika berhadapan dengan banyak orang yang mengikutinya dan kelelahan serta lapar, Tuhan tak tega Hatinya tergerak oleh belas kasihan. Itu mengingatkan kita akan sabdaNya: datanglah kalian yang letih dan berbeban berat. Ia benar-benar peduli kepada pengikutNya. Ia sungguh memikirkan nasib pengikutNya. Betapa kita bersyukur memiliki Tuhan yang seperti Yesus ini. Tuhan saya bersyukur karena Engkau senantiasa peduli terhadap nasibku terhadap keadaanku terhadap kebutuhanku.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kedua, kita dipertemukan dengan kemurahan hati dimana 5 roti dan dua ikan dapat mencukupi kebutuhan ribuan orang. Kebutuhan itu bukan menyangkut soal banyaknya tetapi soal bagaimana Allah mencukupkan apa yang sungguh kita butuhkan untuk hidup kita. Kalau didata pasti yang kita inginkan dalam hidup itu tak terbatas. Tetapi apa yang sungguh kita butuhkan untuk mengikuti Yesus sesungguhnya hanya satu: Yesus sendiri sang roti Hidup. Maka saya mengajak kita bersyukur atas santapan roti surgawi yang selalu kita terima kendati itu dalam rupa komuni batin. Tuhan saya bersyukur karena Engkau berkenan menjadi kekuatan batinku di masa pandemik ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-saudara pendengar resi dimanapun berada. 2 hal itu yang dapat saya bagikan kepada Anda semua. Mari bersyukur sekali lagi atas apa yang kita terima. Ucapkanlah terima kasih kepada orang sekitarmu yang membantumu. ucapkanlah terima kasih kepada mereka yang menyapamu melalui chatting, ucapkanlah terima kasih atas teguran yang anda terima agar anda selamat. Berterima kasihlah atas kesempatan \u2013 kesempatan yang telah kita alami selama ini sebagai cara kita membangun persaudaraan baik dalam keluarga ataupun dengan umat lainnya.&nbsp;Semoga Hati Kudus Yesus tinggal dan merajai hati saudari-saudara.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami yang mahamurah hati, berilah kami roti anggur suci, berilah kami Yesus Putra-Mu terkasih, yang\u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mazmur 81:17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum, dan akan Kukenyangkan dengan madu dari gunung batu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau selalu setia kepada siapa pun yang Kaupanggil hidup di dunia ini. Engkau menghendaki semua orang rukun bersatu serta tetap menikmati kedamaian dalam diri Yesus. Sabda-Mu yang hidup dan menjadi pengantara kami sepanjang masa.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resi-Senin 02 Agustus 2021 oleh Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas SCJ Jambi Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/08\/01\/senin-02-agustus-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=24689-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7452\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-24689-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-02-RP-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jambi-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-02-RP-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jambi-Indonesia.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-02-RP-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jambi-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-02-RP-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=24689-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/KI-2021-08-02-RP-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-08-02-RP-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jambi-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013 Mazmur 81:17 Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum, dan Kupuaskan dengan madu kuat. PENGANTAR:&nbsp; Musa tidak tahan lagi menanggung beban pemberontakan umat. Dalam kebingungannya ia berpaling kepada Tuhan. Murid-Murid Yesus menghadapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-24689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24689"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24690,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24689\/revisions\/24690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}