{"id":24317,"date":"2021-06-15T20:47:17","date_gmt":"2021-06-15T13:47:17","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=24317"},"modified":"2021-06-15T20:47:19","modified_gmt":"2021-06-15T13:47:19","slug":"rabu-16-juni-2021-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=24317","title":{"rendered":"Rabu, 16 Juni 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Yohanes 14:23<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami datang kepadanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukarela. Suatu pemberian barulah merupakan pemberian benar bila menemukan orang yang menerimanya dengan rasa terima kasih. Ketulusan hati amat penting dalam pemberian. Janganlah kita memberi agar dipuji orang, apalagi karena keharusan. Membuat orang lain bahagia tanpa menonjolkan diri itulah pengamalan Injil.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamurah, ajarilah kami menaruh belas kasih kepada sesama, sebagaimana Engkau telah menaruh belas kasih kepada kami. Semoga kami dengan tulus ikhlas mendermakan apa yang kami terima berkat kemurahan hati-Mu, ya Allah dan Bapa kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus 9:6-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAllah mengasihi orang yang memberi sukacita.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian, supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, \u201cIa murah hati, orang miskin diberi-Nya derma. Kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.\u201d Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kalian serta melipatgandakannya, dan menumbuhkan buah kebenaranmu. Kalian akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.5-6.7-8.9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.<\/li><li>Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.<\/li><li>Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 14:23)&nbsp;<em>Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:1-6.16-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, \u201cHati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, \u2018Mereka sudah mendapat upahnya\u2019. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, \u2018Mereka sudah mendapat upahnya\u2019. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor IESU Per Cor Mariae, hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!!!!<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Salam Jumpa Saudara-Saudari, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Provinsialat SCJ Buenos Aires, Argentina dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian: Rabu, 16 Juni 2021.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari Ytk, dalam Bacaan Injil hari ini Yesus mengajarkan bagaimana keutamaan hidup religius \/ keagamaan harus selaras dengan ungkapan-ungkapannya. Praktek amal kasih, dan bagaimana menjalankan hidup doa dan berpuasa harus muncul dari hati yang tulus murni.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tentang hal memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa ini saya yakin bagi kita sudah amat sangat jelas apa dan bagaimana kehendak Yesus bagi kita dalam menjalankannya. Kita bisa mengukur kualitas diri&nbsp; kita masing-masing dalam ketiga hal itu: bagaimana aku berderma, berdoa, dan berpuasa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari Ytk, kualitas memberi \/ berderma \/ berbuat baik seperti apa yang selama ini kita lakukan? Yesus tidak ingin saat kita berbuat baik atau memberi apapun itu kepada orang lain dengan motivasi yang dangkal: misalnya agar dikenal orang lain; agar dipuji; agar mendapat nama baik dan sejenisnya; maka Yesus mengatakan: \u201c<em>janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu<\/em>.\u201d Mari kita buang rasa pamrih (berharap pujian ataupun kebaikan kembali); karena sudah seharusnya kita percaya sepenuh hati kebenaran Sabda Tuhan sendiri bahwa: \u201c<em>Bapamu yang melihat yang tersembunyi&nbsp;<\/em><em><u>akan membalasnya kepadamu<\/u><\/em><em>.<\/em>\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudariku Ytk, begitu pula dengan keutamaan praktek hidup rohani maupun cara kita berpuasa; harus dilakukan dalam \u201ckesenyapan hati yang mendalam\u201d. Berdoa dan berpuasa adalah cara-cara kita membangun relasi intim mendalam pertama-tama dengan Tuhan Sumber Segala Kebaikan dan Berkat. Berdoa dan berpuasa merupakan jalan dimana kita berada dalam kesatuan dengan Tuhan yang adalah Sumber kedamaian. Berdoa maupun berpuasa adalah pilihan dan jalan dimana orang beriman mengalami kehadiran Tuhan dalam keheningan hati; dan bukanlah aksi untuk dipertontonkan; apalagi dipamerkan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudariku Ytk. Kendati Yesus mengajarkan bahwa&nbsp;<em>hal memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa&nbsp;<\/em>(dan banyak keutamaan lain bisa kita tambahkan) harus dilakukan dalam \u201cketersembunyian\u201d; tentu tetap berarti bahwa keutamaan-keutamaan itu harus terus menerus secara konkret kita lakukan; bukan dalam pengandaian-pengandaian.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201c<em>Tuhan Yesus, jagalah kemurnian motivasi hati kami dalam cara kami berbuat baik, dalam cara kami berdoa maupun berpuasa<\/em>.<em>&nbsp;Teguhkanlah dalam cara kami percaya akan segala Berkat-Mu yang melimpah yang Kauberikan kepada kami dalam Cara &amp; Jalan-Jalan-Mu yang tersembunyi namun sungguh amat nyata bagi kami.<\/em>\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berkat Allah atas kita semua<em>:&nbsp;<\/em><em>Dalam Nama&nbsp;<\/em><em>Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Yang Mahamurah hati, ajarilah kami murah hati sebagaimana Yesus Putra-Mu. Ajarilah kami melalui roti anggur ini menemukan jalan yang menuju kehidupan sejati. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2013 Mazmur 112:9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang takwa memberi derma dengan murah hati. kekuatannya tiada bandingnya. Kebaikannya tetap selamanya;<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, semoga kami bersahaja dan lemah lembut setiap kali menghadap dan memohon kepada-Mu. Perkenankanlah kami selalu siap sedia menunjukkan belas kasih kepada siapa pun yang kami jumpai. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p>Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/06\/15\/rabu-16-juni-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=24317-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7080\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-24317-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/KI-2021-06-16-RP-Benediktus-Mulyono-SCJ.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/KI-2021-06-16-RP-Benediktus-Mulyono-SCJ.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/KI-2021-06-16-RP-Benediktus-Mulyono-SCJ.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/KI-2021-06-16-RP-Benediktus-Mulyono-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=24317-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/KI-2021-06-16-RP-Benediktus-Mulyono-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-06-16-RP-Benediktus-Mulyono-SCJ.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Yohanes 14:23 Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami datang kepadanya. PENGANTAR:&nbsp; Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukarela. Suatu pemberian barulah merupakan pemberian benar&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-24317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24318,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24317\/revisions\/24318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}