{"id":23687,"date":"2021-04-11T22:00:06","date_gmt":"2021-04-11T15:00:06","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23687"},"modified":"2021-04-11T22:00:06","modified_gmt":"2021-04-11T15:00:06","slug":"senin-12-april-2021-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23687","title":{"rendered":"Senin, 12 April 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Roma 6:9\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan diam-diam ketika malam telah tiba, datanglah Nikodemus menghadap Yesus. la ditabahkan hatinya dan diajar mendengarkan bisikan Roh dalam lubuk hati. Kita pun masing masing mempunyai sedikit persamaan dengan Nikodemus. Kita pun mendengar bisikan Roh yang mendorong kita dengan bebas terbuka memperjuangkan Injil. Namun, sering kita ku rang berani dan kurang tekun. Marilah kita mohon, agar seperti murid-murid Yesus dipenuhi Roh Kudus dan menjadi pelopor bagi sesama dalam sukacita berkat iman yang mendalam.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp; Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami berani menyapa Engkau \u201cBapa\u201d. Kuatkanlah semangat kami sebagai putra dan putri-Mu, agar layak menerima warisan, yang telah Kaujanjikan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026. \u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta alam semesta, lahirkanlah kami kembali dalam Roh Yesus, Tuhan kami yang telah bangkit dari alam maut. Perkenankanlah kami atas nama-Nya mengucapkan kata-kata\u2063 yang mendatangkan kedamaian bagi sesama. Sebab Dialah Putra-Mu, ..\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 4:23-31<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKetika para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah dilepaskan oleh Mahkamah Agama Yahudi, pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya, \u201cYa Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap, dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi. Mereka melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Maka berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.\u201d Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu. Mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 2:1-3.4-7a.7b-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref<\/em><em>. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Mu, ya Tuhan<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya: \u201cMarilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari kita!\u201d<\/li><li>Dia, yang bersemayam di surga, tertawa; Tuhan memperolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya, Ia mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: \u201cAkulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!\u201d<\/li><li>Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, \u201cAnak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.\u201d<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Kol 3:1)&nbsp;<em>Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 3:1-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cJika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus; ia seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang kepada Yesus pada waktu malam dan berkata, \u201cRabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.\u201d Yesus menjawab, kata-Nya, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.\u201d Kata Nikodemus kepada-Nya, \u201cBagaimana mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?\u201d Jawab Yesus, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.\u201d<br>Inilah Injil Tuhan kita!<br>U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Coe Iesu per Cor Mariae.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Dehonian yang terkasih, seekor ulat akan mengalami fasefase yang cukup berat untuk mengubah dirinya menjadi seekor kupu kupu yang indah. Ulat harus mengalami fase kepompong yang cukup menyiksanya sehingga ia bisa menjadi kupu kupu yang indah itu. Pada akhirnya si ulat ini berubah dari hewan yang bentuknya menggelikan atau menjijikkan bagi sebagian orang, menjadi hewan yang banyak dikagumi oleh orang orang, yaitu kupu kupu. Si ulat dapat dikatakan lehir kembali menjadi makhluk yang lebih indah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kelahiran adalah tanda adanya kehidupan baru. Kelahiran seorang banyi yang disambut dengan sukacita, menandakan adanya harapan baru dari orang orang yang menantikannya. Kelahiran kita bukan hanya kelahiran secara manusiawi, tetapi kita harus sampai pada kelahiran dari roh. Dan berkat kebangkitan Kristus, kita yang mengimaninya telah dilahirkan kembali dalam roh. Maka dari itu, hidup kita pun harus mencerminkan hidup seorang Kristiani yang telah menerima anugerah itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dilahirkan dalam roh membuat hidup manusia bertransformasi dari kehidupan kegelapan, jauh dari Tuhan, menjadi kehidupan terang sebagai anak anak Allah. Penebusan Kristus yang melahirkan manusia secara baru di dalam roh, membuat manusia mampu melawan segala macam godaan setan untuk tetap bisa mempertahankan statusnya sebagai anak anak Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat dehonian yang terkasih, penderitaan, kesedihan, cobaan cobaan hidup bukanlah hal yang menghalangi kita utuk ambil bagian dalam kebangkitan Kristus. Justru semua hal tersebut semakin memurnikan kita untuk bertransformasi menjadi pribadi yang beriman tangguh yang mampu menunjukkan kasih Allah kepada setiap oarng di dalam kehidupan harian kita.Tuhan memberkati.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2063Allah Bapa sumber sukacita abadi, terimalah persembahan Gereja-Mu yang sedang bergembira\u2063 dan kurniakanlah sukacita kekal kepada kami. Demi Kristus, Tuhan \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2063Allah Bapa sumber kehidupan sejati, berkenanlah hadir di tengah-tengah kami,\u2063 pada saat kami memuliakan Putra-Mu,\u2063 pada saat kami percaya,\u2063 bahwa kematian menjadi jalan kehidupan kami.\u2063 Demi Kristus,\u2063\u2026\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yohanes 20:19\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2063Yesus berdiri di tengah-tengah murid-murid-Nya dan berkata, \u201cSalam bagimu sekalian.\u201d Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2063Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia,\u2063 Engkau telah memperbarui kami dengan sakramen-sakramen-Mu. Maka, kami mohon, undanglah kami dengan rela dan bangkitkanlah tubuh kami untuk hidup yang mulia.\u2063 Demi Kristus, \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2063Marilah berdoa:\u2063 Allah Bapa pencipta dan pembaru, semoga kami Kaulahirkan kembali menjadi manusia baru yang menyerupai Adam Baru, dan semoga nama-Nya menjadi suatu kenyataan bagi kami. Sebab Dialah \u2026<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/04\/11\/senin-12-april-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23687-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Roma 6:9\u2063 Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Aleluya.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063 Dengan diam-diam ketika malam telah tiba, datanglah Nikodemus menghadap Yesus. la ditabahkan hatinya dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-23687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23688,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23687\/revisions\/23688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}