{"id":23629,"date":"2021-04-05T21:58:04","date_gmt":"2021-04-05T14:58:04","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23629"},"modified":"2021-04-05T22:03:24","modified_gmt":"2021-04-05T15:03:24","slug":"selasa-06-april-2021-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23629","title":{"rendered":"Selasa, 06 April 2021"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Yesus bin Sirakh 15:34\u2063<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Segala kebaikan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk kita nikmati sendiri, tetapi untuk kita nikmati bersama. Maria Magdalena dapat bertemu dengan Tuhan di taman, namun ia tak boleh memegang Dia erat-erat. Maria harus menemui sau dara-saudaranya dan menyampaikan kabar sukacita, \u201cTuhan telah bangkit dan aku telah melihat Dia!\u201d Sukacita Paskah bagi kita juga merupakan tugas untuk mewartakan bahwa Tuhan telah bangkit dan bahwa kita harus menjadi manusia baru.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, Engkau telah memulihkan kami dengan perayaan Paskah. Bimbinglah kami dengan rahmat-Mu, agar kami memperoleh kebebasan sempurna, sehingga dapat bergembira di dunia dan bersukacita di surga. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :&nbsp;<\/strong>\u2063<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita, ajarilah kami percaya akan Yesus Putra-Mu, dan percaya pula akan sabda-Nya, yang memberi pengampunan dan pengharapan. Sebab Dialah Putra-Mu, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 2:36-41<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, \u201cSeluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.\u201d Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, \u201cApakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?\u201d Jawab Petrus kepada mereka, \u201cBertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.\u201d Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, \u201cBerilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.\u201d Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:4-5.18-19.20.22<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.<\/em><\/strong><br><strong>atau Bumi penuh dengan kasih setia-Mu.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.<\/li><li>Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.<\/li><li>Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Mzm 118:24)&nbsp;<em>Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:11-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah makam Yesus kedapatan kosong, maka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, \u201cIbu, mengapa engkau menangis?\u201d Jawab Maria kepada mereka, \u201cTuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.\u201d Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, \u201cIbu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?\u201d Maria menyangka bahwa orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, \u201cTuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.\u201d Kata Yesus kepada-Nya, \u201cMaria!\u201d Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, \u201cRabuni!\u201d artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, \u201cJanganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.\u201d Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, \u201cAku telah melihat Tuhan!\u201d dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesi per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus Melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Air mata dan kegelapan makam<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat resi yang mengasihi Tuhan jumpa lagi dengan saya romo Agustinus kelik pribadi scj dari komunitas palembang Indonesia dalam resi renungan singkat dehonian edisi Selasa 6 April 2021. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 20:11-18.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat resi yang terkasih. Air mata penderitaan yang diakibatkan oleh banyak hal bisa membuat kita sulit untuk melihat dan mengalami Tuhan&nbsp; yang hidup seperti Maria Magdalena ketika di tinggal Yesus yang wafat di kayu salib lewat penderitaan yang tidak manusiawi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Air mata penderitaan karena kehilangan orang dicintai seperti saat wabah corona ini yang terjadi begitu cepat tanpa alasan bisa membuat hidup kita gelap. Air mata penderitaan karena kita kehilangan pekerjaan, atau kita di rumahkan sementara, atau usaha kita bangkrut bisa membuat hidup kita gelap.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Air mata karena gagal panen atau hasil panen tidak ada harganya yang berkepanjangan pada hal sangat kita harapkan membuat hidup kita gelap.<br>Air mata penderitaan karena karena himpitan ekonomi dan biaya hidup yang tidak bisa dikurangi membuat hidup kita gelap. Air mata karena gagal bertekun dalam pilihan hidup juga bisa membuat kita dan orang kita kita hidupnya menjadi gelap.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penderitaan yang tanpa alasan seperti memikul salib. Lebih ironi ketika salib yang kita panggul adalah salib orang lain yg diberikan pada kita, karena kita tidak berdaya membuat kita kadang memberontak dan marah pada Tuhan. Maka ketika Tuhan hadir sebagai Tuhan yang hidup kita tidak menyadarinya. Karena saat penderitaan yang panjang yang nyata kita alami adalah kegelapan makam. Dimana dalam kegelapan makam perasaan sakit dan kehilangan semuanya membuat kita hancur, remuk redam hidup kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam kondisi seperti ini kita boleh menggugat Tuhan tetapi sekaligus mencarinya seperti Maria Magdalena. Di mana Tuhan, mengapa engkau membiarkan orang yg aku kasihi menderita tanpa ahir dan akhirnya dibinasakan lewat cara yang keji yaitu mati di kayu salib.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga dalam kegelapan makam dalam hidup kita, atau orang sekeliling kita, kita kemudian bisa mengatakan Rabuni. Semoga dalam kegelapan makam,&nbsp; kita masih masih memelihara harapan dan Iman bahwa Tuhan kita itu Hidup, menyertai sehingga akhirnya Kita boleh Bangkit bersama Tuhan yang bangkit.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih, terimalah persembahan umat-Mu. Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia dan memperoleh kurnia-Mu di surga. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kekuatan, berkenanlah menampakkan diri dalam roti anggur dan berilah kami kekuatan serta Roh-Mu, agar dapat hidup mempersembahkan diri kepada-Mu. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Kolose 3:1-2\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka, arahkanlah usahamu kepada alam hidup yang mulia, tempat Kristus memerintah di sisi kanan Allah. Arahkanlah perhatianmu kepada harta surgawi. Aleluya.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, dengarkanlah permohonan kami. Kami telah Kauanugerahi rahmat pembaptisan, semoga kami dapat memperoleh kebahagiaan abadi. Demi Kristus,\u2026\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami selalu Kaudampingi dengan perantaraan Roh-Mu. Kami mohon, ajarilah kami menyapa nama-Mu seturut ajaran Putra-Mu: Bapa kami, Bapa Yesus Penebus kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/04\/05\/selasa-06-april-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23629-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8483\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-23629-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/KI-2021-04-06-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/KI-2021-04-06-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/KI-2021-04-06-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/KI-2021-04-06-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23629-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/KI-2021-04-06-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-04-06-RP-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Yesus bin Sirakh 15:34\u2063 Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Aleluya.\u2063\u2063 PENGANTAR : \u2063 Segala kebaikan yang kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-23629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23629"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23631,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23629\/revisions\/23631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}