{"id":23196,"date":"2021-02-21T21:36:47","date_gmt":"2021-02-21T14:36:47","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23196"},"modified":"2021-02-21T21:36:49","modified_gmt":"2021-02-21T14:36:49","slug":"senin-22-februari-2021-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23196","title":{"rendered":"Senin, 22 Februari 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Luk 22:32\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda kepada Simon Petrus, \u201cAku berdoa bagimu, Hai Simon, agar imanmu jangan sampai luntur, dan setelah bertobat meneguhkan saudara-saudaramu \u201c\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2063<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bertakhta berarti berkuasa atas orang lain. Pemerintahan Sri Paus sering disebut sebagai Takhta Suci. Ini bukan penghormatan berlebihan atau pun pendewaan lambang kekuasaan kedudukan Petrus dan pengganti-penggantinya di dalam Gereja bukanlah sebagai hukum kejam yang menjatuhkan putusan pengadilan, melainkan suatu tempat kehormatan bagi seorang bapa yang baik di rumah yang terbuka bagi orang banyak, bukanlah sebuah kursi seorang profesor yang tenar, melainkan seorang pelayan para pelayan sebagaimana Yesus sendiri. \u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2063<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami, yang kekal mahakuasa, Engkau telah mendirikan Gereja-Mu di atas wadas, dan mendasari iman kami dengan pengakuan iman para rasul. Kumi mohon, selamatkanlah kami dan jangan sampai Gereja-Mu digoncangkan oleh kekuatan apapun. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu.. \u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 5:1-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cGembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara yang terkasih, sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak, aku menasihati para penatua di antara kamu: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3.3b-4.5.6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Tuhanlah gembalaku, tak\u2019kan kekurangan aku<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: \u2018ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. \u2018Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.&nbsp;<\/li><li>Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.&nbsp;<\/li><li>Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.&nbsp;<\/li><li>Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S&nbsp; : (Mat 16:18)&nbsp;<em>Engkau adalah Petrus, di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 16:13-19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cEngkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, \u201cKata orang, siapakah Anak Manusia itu?\u201d Jawab mereka, \u201cAda yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.\u201d Lalu Yesus bertanya kepada mereka, \u201cTetapi apa katamu, siapakah Aku ini?\u201d Maka jawab Simon Petrus, \u201cEngkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cBerbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan.<br>U.Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor mariae.&nbsp;Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat&nbsp; Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Jakarta-Indonesia, dalam Resi \u2013 Renungan Singkat \u2013 Dehonian edisi&nbsp;<strong>Senin, 22 Februari 2021<\/strong>. Pada hari ini kita merayakan Pesta Tahta Santo Petrus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Yesus Kristus Menurut&nbsp;<strong>Matius 16:13-19.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/i, dalan bacaan Injil tadi, para murid diminta Yesus untuk mengatakan kepada-Nya, menurut orang lain siapakah Yesus. Lebih mudah menyebutkan apa yang dikatakan oleh orang lain tentang Yesus daripada menyebutkan siapakah Dia bagi mereka secara pribadi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Yesus bergerak dari pengenalan umum yang dialami banyak orang. Yesus sudah banyak berkarya di tengah-tengah banyak orang. Yesus ingin mengetahui seberapa jauh mereka mengenal-Nya. Para murid mengatakan siapa Yesus berdasarkan penangkapan orang banyak.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah itu Yesus mengarahkan pertanyaan kepada para murid-Nya. Para murid sudah bersama Yesus sejak lama, mereka juga ikut mengalami hidup bersama Yesus. Mereka selalu hadir di saat Yesus melakukan mukjizat, bersabda dengan penuh kuasa di hadapan banyak orang, Apakah para murid mampu mengenal diri Yesus?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Simon Petrus angkat bicara, \u201cEngkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Apakah Petrus menyadari pengakuan itu? Petrus memang mengucapkan pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinanti-nantikan. Akan tetapi Mesias yang dipahami Petrus berbeda dengan yang dimaksudkan oleh Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi Petrus, Mesias berarti seorang tokoh politik, seoang raja sebagai mana dulu ditampilkan oleh Raja Daud dan Salomo yang mampu membebaskan bangsa Israel dari para musuh.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi Yesus, Mesias berarti, \u201cAnak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban Petrus adalah puncak kesaksian iman para murid tentang Yesus. Apakah mereka sungguh-sungguh mengerti? Tidak serta merta mereka bisa mengerti apa maksud pengakuan itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam beriman, setiap orang akan mengalami suatu proses. Tadi kita melihat bahwa pengenalan Yesus berawal dari apa kata orang tentang diri-Nya, lalu apa kata murid tentang diri-Nya. Pengakuan para murid tidak berhenti pada saat pengakuan itu saja. Pengakuan itu masih diuji pada masa selanjutnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Coba kita renungkan:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Apa tanggapan mereka ketika Yesus, Guru mereka ditangkap, disiksa, sengsara, wafat? Para murid pergi meninggalkan Yesus, kembali menghidupi pekerjaan lama mereka. Petrus yang dengan yakin mengatakan Yesus adalah Mesias, justru menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Akan tetapi, pengalaman kebangkitan mampu membuka mata para murid, bahwa Yesus adalah benar-benar utusan Allah, orang pilihan Allah, Mesias dari Allah. Yesus mencapai kemuliaan-Nya harus melalui jalan penderitaan. Inilah salah satu proses beriman yang sulit untuk dilalui.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seringkali ketika kita mengalami penderitaan, kita hanya terpusat pada penderitaan itu saja sehingga kita menjadi mudah mengeluh, dan menggerutu. Mampukah kita melihat dalam penderitaan saat ini ada seberkas harapan. Jaminan akan keyakinan itu adalah Salib Kristus. Yesus harus mengalami jalan penderitaan sebelum Ia mengalami kebangkitan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bacaan Injil hari ini merupakan potret perjalanan iman para murid. Apa yang mereka katakan terkait dengan Yesus ternyata masih harus diuji dalam perjalanan waktu sesudahnya. Dan akhrinya mereka menunjukkan kualitas imannya mereka pada yesus kristus emang jempolan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita pun sama. Masih dalam proses beriman itu, belum matang dan dalam proses kematangan iman. Satu keyakinan kita bahwa Yesus Tuhan selalu menemani, menguatkan, menopang perjalanan beriman kita selama ini di dunia ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga hati kita tetap hangat dan bersemangat dalam ikut mewartakan kehangatan cinta kasih Tuhan di dunia kita.&nbsp;Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.&nbsp;Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami yang kekal mahakuasa, terimalah kiranya doa dan roti anggur umat-Mu ini. Berkat pengajaran Santo Petrus kami telah diteguhkan dalam iman. Semoga berkat doa restunya kami sanggup melihara dan membela iman kepercayaan kami hingga dapat memperoleh kemuliaan abadi. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kumi\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2063<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014 Mat. 16:16-18\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Petrus berkata kepada Yesus, \u201cEngkaulah Kristus, Putra Allah yang hidup! \u201d Yesus menjawab, \u201cEngkaulah Petrus dan di atas batu karang ini akan Kudir\u0131kan Gereja-Ku\u201d\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP .<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kerukunan dan persatuan, dalam perjamuan tubuh dan darah Krisus\u2063 pada pesta Rasul Santo Petrus, Engkau telah mempersatukan kami. Semoga perayaan ini meningkatkan persatuan dan kerukunan Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. \u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/02\/21\/senin-22-februari-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23196-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_4849\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-23196-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-22-RP-Andreas-Nugroho-SCJ.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-22-RP-Andreas-Nugroho-SCJ.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-22-RP-Andreas-Nugroho-SCJ.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-22-RP-Andreas-Nugroho-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23196-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-22-RP-Andreas-Nugroho-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-02-22-RP-Andreas-Nugroho-SCJ.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Luk 22:32\u2063 Tuhan bersabda kepada Simon Petrus, \u201cAku berdoa bagimu, Hai Simon, agar imanmu jangan sampai luntur, dan setelah bertobat meneguhkan saudara-saudaramu \u201c\u2063 \u2063 PENGANTAR\u2063 Bertakhta berarti berkuasa atas orang lain.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-23196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23196"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23197,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23196\/revisions\/23197"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}